Minggu, Maret 7, 2021

Mengenal Lebih Dekat Sastrawan Asal Cianjur

Jokowi dan Problem Regulasi Ekonomi Berbagi

Wakil Ketua Umum KADIN Bidang UMKM, Koperasi, dan Industri Kreatif Sandiaga Uno (tengah) disambut Founder & CEO GO-JEK Nadiem Makarim (kiri) usai menggunakan layanan...

Risma, Angela Merkel, dan Budaya Patriarki

Budaya dan adat-istiadat penghuni bumi ini memang umumnya tidak menomorsatukan perempuan. Dari sekian ribu suku bangsa di dunia, secara antropologis biasanya mereka merupakan suatu...

Menimbang “Gubernur Kita” Sandiaga Uno

Pengusaha nasional Sandiaga Uno (kiri) menyambut kedatangan pebalap nasional Rio Haryanto (kanan) di Gedung Recapital, Jakarta, Selasa (16/2). Sandiaga mendukung Rio  berlaga di ajang...

Membatasi Gerak Sepeda Motor ala Ahok

Pengendara bermotor melintasi kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (15/4).  ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari Sejak 5 April 2016 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan perluasan pelarangan operasional...
Siti Nurhasanah
Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Utuy Tatang Sotani yang kerap disapa Utuy ini adalah seorang sastrawan angkatan 45. Utuy lahir di Cianjur tanggal 31 Mei 1920 dan meninggal di Moskow tanggal 17 September 1979. Utuy dikenal sebagai penulis sastra drama, cerpenis dan novelis.

Fakta Unik tentang Utuy

Nama Sontani adalah nama yang ditambahkan oleh Utuy sendiri. Utuy menambahkannya karena ia sangat mengagumi tokoh utama yang terdapat dalam buku Pelarian dari Digul yaitu Sontani, seorang tokoh yang pemberani. Nama Sontani juga selalu Utuy gunakan ketika mengirimkan karya-karyanya ke Sinar Pasundan.

Awal Perjalanan Utuy di Dunia Sastra

Novel Tambera yang menceritakan tentang sejarah yang berlangsung di Kepulauan Maluku pada abad ke-17 merupakan karya pertama Utuy. Novel ini pertama kali dimuat dalam koran daerah berbahasa sunda Sipatahoenan dan Sinar Pasundan. Setelah itu, pada tahun 1951 Utuy menerbitkan kumpulan cerita pendeknya yang berjudul Orang-orang Sial, kemudian diikuti oleh cerita-cerita lakonnya yang membuat Utuy menjadi terkenal. Lakon pertama adalah Suling dan Bunga Rumah Makan yang ditulis pada tahun 1948.

Pendapat Para Tokoh Mengenai Utuy dan Karyanya

  • A. Teeuw (1980) mengatakan bahwa Utuy termasuk pengarang yang produktif dan karyanya bermutu
  • Taufik Ismail mengatakan bahwa karya-karya Utuy tidak mengandung ideologi Marxis-Leninis karena karyanya bercirikan individualisme yang bertolak belakang dengan realisme Indonesia
  • Agam Wispi (Pemimpin Pusat Lekra 1959-1965), pada tahun 1999 akhir di Jakarta, menyatakan bahwa karya Utuy Tatang Sontani merupakan tokoh pembaharu dalam penulisan drama di Indonesia

Karya-karya Utuy Tatang Sontani

Drama

1) Suling (1948), 2) Bunga Rumah Makan (1948), 3) Awal dan Mira (1952)  , 4) Manusia Iseng (1953), 5) Sangkuriang Dayang Sumbi (1953), 6) Sayang Ada Orang Lain (1954), 7) Di Langit Ada Bintang (1955), 8) Selamat Jalan Anak Kupur (1956), 9) Di Muka Kaca (1957), 10) Saat yang Genting (1958), 11) Segumpal Daging Bernyawa (1961), 12) Tak Pernah Menjadi Tua (1963), 13) Si Sapar (1964), dan 14) Si Kampeng (1964).

Karya Tulis 

1) Tambera (1948), 2) Orang-orang Sial: sekumpulan tjerita tahun 1948-1950 (1951), 3) Selamat Djalan Anak Kufur (1956), 4) Si Kampeng (1964) 5) Si Sapar: sebuah novelette tentang kehidupan penarik betjak di Djakarta (1964), 6) Kolot Kolotok, 7) Di bawah langit tak berbintang (2001), dan 7) Menuju Kamar Durhaka – kumpulan cerpen (2002).

Karya-karya Utuy juga diterjemahkan ke dalam bahasa lain seperti Rusia, Estonia, Iran, Cina, Inggris, Tagalog, dll.

Penghargaan yang Pernah Didapat Utuy 

  • Tahun 1953 drama yang berjudul Awal dan Mira meraih hadiah BMKN
  • Tahun 1957/1958 Drama Saat yang Genting meraih hadiah sastra Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (BMKN)

Siti Nurhasanah
Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Ranking Kampus Dunia: Jangan Salah Kaprah

Baru-baru ini dunia pendidikan tinggi kita mendapatkan gabar gembira. Lima perguruan tinggi (PT) asal Indonesia menempati 10 universitas Islam terbaik dunia. Bahkan salah satunya...

Rock and Roll, Budaya yang Terusir

Penyebaran virus Rock and roll tidak hanya datang dari radio luar negeri, tapi juga dari rekaman piringan hitam yang dibawa dari luar negeri dan...

Cantik Hemat dari Dapur

Cantik adalah impian bagi setiap perempuan. Sejak umat manusia tercipta, kecantikan menjadi sebuah patok keindahan. Terbukti dari kisah dua orang putra nabi Adam yang...

Apa Hubungannya Toleransi dan Kearifan Lokal?

“Hai seluruh manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya...

Lubang Hitam Narasi Teroris Selama Pandemi

Sudah lima hari sejak saya terkonfirmasi positif Covid-19. Rasanya begitu berat, alih-alih sekedar menyerang fisik, rupanya virus ini juga menyerang mental. Untuk itu, saya...

ARTIKEL TERPOPULER

Pendidikan yang Berkebudayaan, Mencipatakan Manusia Kreatif dan Otonom

Review Buku: Yudi Latif, Pendidikan yang Berkebudayaan: Histori, Konsepsi dan Aktualisasi Pendidikan Transformatif, (Jakarta: Gramedia Pustaka, 2020). Pendidikan nasional sudah seharusnya tidak meninggalkan akar-akar...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Serial Non-Muslim Bisa Masuk Surga. Siapa Mereka?

Apa pendapat para ulama dan cendekiawan dulu dan sekarang tentang keselamatan penganut agama-agama selain syariat Nabi Muhammad Saw? Apakah orang yang biasa disebut “non-Muslim”...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Perbedaan; Pendidikan Karakter, Moral dan Akhlak

Kita lihat bila Secara filosofis, terminologi pendidikan karakter, pendidikan moral, pendidikan etika, dan pendidikan akhlak memiliki perbedaan. Terminologi pendidikan moral (moral education) lebih cenderung...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.