Sabtu, Januari 16, 2021

Poros Maritim Dunia Masih Setengah Hati

Ratu Tisha, Perempuan di Pentas Sepakbola

Jakarta, 10/7 - Ukir tinta emas terpatri di prasasti persepakbolaan Indonesia, setelah untuk pertama kalinya sejak berdiri 19 April 1930 Persatuan Sepak Bola Seluruh...

Penerimaan Pajak Meningkat, Ketimpangan Semakin Lebar

Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Taxation Analysis, Yustinus Prastowo, mengatakan meski realisasi penerimaan pajak Indonesia setiap tahunnya meningkat, hal tersebut tidak memberi banyak manfaat...

Program Bela Negara Perlu Ditinjau Ulang

Program bela negara yang tengah digulirkan pemerintah melalui Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan akan diterapkan pada 22 Oktober 2015 dinilai tidak punya dasar aturan...

Zulkifli Hasan Yakin Pertemuan SBY – Prabowo Tentramkan Hati Rakyat

Malang, 28/7 - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI Zulkifli Hasan menilai pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum Partai Gerindra...
Avatar
Tito Dirhantoro
Reporter GeoTIMES.

Sejumlah prajurit TNI-AL menyambut kedatangan KRI Sultan Iskandar Muda (SIM)-367 ketika akan bersandar di Makoarmatim, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (10/11)
Sejumlah prajurit TNI-AL menyambut kedatangan KRI Sultan Iskandar Muda (SIM)-367 ketika akan bersandar di Makoarmatim, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (10/11)

Cita-cita Presiden Joko Widodo menjadikan Indonesia poros maritim dunia merupakan suatu keniscayaan yang bisa dilakukan. Namun demikian, pada praktiknya langkah pemerintah untuk menjadikan Indonesia ke arah tersebut masih setengah hati.

Analis militer dan pertahanan dari Universitas Indonesia, Connie Rahakundini Bakrie, mengatakan untuk menjadikan Indonesia poros maritim dunia, pemerintah harus memiliki visi dan misi baru, terutama pada sistem pertahanan dan keamanan Indonesia di wilayah-wilayah perbatasan.

“Dalam kondisi saat ini dan ke depan, isu-isu terkait keamanan maritim merupakan isu utama dan penting. Jadi, jika pemerintah tidak fokus mengedepankan sistem pertahanan dan keamanan laut, mustahil Indonesia bisa menjadi negara dengan kekuatan ekonomi poros maritim dunia,” kata Connie ketika ditemui di Jakarta, Selasa (24/11).

Menurut dia, patriotisme merupakan langkah yang bisa dilakukan pemerintah untuk mendukung cita-cita menjadikan Indonesia negara poros maritim dunia. Tidak hanya meningkatkan peran militer di perbatasan, tapi juga mendorong peran serta masyarakat di wilayah perbatasan untuk meningkatkan sektor pertahanan dan keamanan untuk menjaga wilayah-wilayah teritorial Indonesia.

Connie mengungkapkan keinginan Presiden Joko Widodo dalam lima tahun mendatang, yakni membangun kekuatan militer untuk memperkuat jati diri Indonesia sebagai negara maritim yang disegani di wilayah regional atau Asia Tenggara, tidak akan terwujud. Pasalnya, Badan Keamanan Laut (Bakamla) terlalu mendominasi dengan mengambil zona teritorial laut strategis Indonesia. Akibatnya, wilayah perairan laut Indonesia hingga kini belum maksimal terjaga kedaulatannya.

“Bagaimana bisa berdaulat di laut, semua wilayah teritorial strategis telah diambil Bakamla. Itu mulai dari zona ekonomi eksklusif, perikanan, migrasi, benda cagar budaya, pelayaran, sumber daya alam, kepabeanan, perairan, lingkungan hidup, dan kehutanan. Semua diambil alih Bakamla,” papar Connie.

“Terlalu mendominasinya Bakamla membuat peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut demikian terbatas untuk menjaga wilayah perairan laut Indonesia. Hal ini tentu sangat bertolak belakang dengan cita-cita poros maritim.”

Karena itu, dia mengingatkan, jika ingin mendorong Indonesia menjadi negara poros maritim dunia, seharusnya pemerintah konsisten. Yakni, melihat Indonesia sebagai bangsa yang memiliki identitas dan menjunjung kemakmuran untuk masa depan yang ditunjukkan dengan baik dalam mengelola samudera dan dirgantara.

“Pemerintah mesti memperhatikan pengawasan dan pengelolaan sumber daya laut dan udara. Bagaimana merancang dan menetapkan ruang laut dan udara untuk kepentingan poros maritim dunia, sehingga hal tersebut bisa berdampak positif pada pembangunan dan konektivitas ekonomi dalam negeri,” ujar Connie.

Avatar
Tito Dirhantoro
Reporter GeoTIMES.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

Fisika dan Kemajuan Teknologi Bidang Transportasi

Era globalisasi telah mengubah kehidupan manusia di muka bumi ini akibat dari Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan penemuan internet pada akhir–akhir Revolusi Industri...

Menilik Proses Pembentukan Hukum Adat

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dikaruniai Tuhan Yang Maha Kuasa kekayaan yang begitu melimpah di segala bidang. Segala jenis tumbuhan maupun binatang...

Milenial Menjawab Tantangan Wajah Baru Jatim

Tahun berganti arah berubah harapan baru muncul. Awal tahun masehi ke-2021 terlihat penuh tantangan berkelanjutan bagi Jawa Timur setelah setahun penuh berhadapan dengan Covid-19...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Bagaimana Menjadi Muslim Moderat

Pada tahun 2017 saya pernah mengikuti Halaqah Ulama ASEAN yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Kampanye yang digaungkan Kemenag masih seputar moderasi beragama. Dalam sebuah diskusi...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

“HUTRI72 – Makna ‘Dari Sabang sampai Merauke’: Pesan untuk Pemimpin dan Generasi Muda”

“HUTRI72 – Makna ‘Dari Sabang sampai Merauke’: Pesan untuk Pemimpin dan Generasi Muda” Oleh Ali Romdhoni   “…’Dari Sabang sampai Merauke’, empat perkataan ini bukanlah sekedar satu...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.