in

Panjang Umur, Pak Presiden!


selamat-ulang-tahun-pak-jokowi

Pak Presiden Joko Widodo,

Hari ini, 21 Juni 2017 atau 26 Ramadhan 1438 Hijriyah, usia Bapak menginjak ke-56 tahun. Kami mengucapkan selamat ulang tahun Pak Jokowi, semoga Bapak selalu diberikan kekuatan dan kesabaran dalam memimpin negeri ini.

Pak Jokowi, di hari yang spesial ini, perkenankan kami menyampaikan harapan dan keinginan kami sebagai rakyat.

Kami sangat senang dan bangga mempunyai Presiden seperti Bapak yang bersahaja, sederhana, dan merakyat. Semoga Bapak akan terus seperti itu. Bapak adalah cerminan rakyat jelata yang memimpin negeri yang sangat luas ini. Bapak telah membuka kesempatan yang luas bagi siapa pun bahwa setiap orang berkesempatan menjadi orang nomor satu di negeri ini.


Sebelum Bapak terpilih, menjadi presiden bagi 250 juta rakyat Indonesia dan terdiri atas sekitar 17 ribu pulau adalah hal yang mustahil bagi kami rakyat biasa. Untuk jadi presiden, haruslah seorang jenderal, keturunan presiden, anak tokoh agama, dan kaum intelektual. Terpilihnya Bapak memupus semua itu. Sekarang, setiap orang berhak dan bisa jadi presiden!

Pak Jokowi,

Kami sadar dan mahfum, bahwa memimpin Indonesia bukan hal yang mudah. Apalagi, Bapak adalah rakyat biasa dan masyarakat sipil, bukan berlatar belakang militer. Kami tahu bahwa banyak yang tidak suka pada Bapak, di antaranya mungkin dari kalangan yang berlatar belakang militer konservatif. Mereka masih tidak rela dipimpin oleh sipil karena merasa lebih superior.

Baca Juga :   Jokowi dan Boikot Israel, Titik!

Tapi percayalah, Bapak, rakyat mendukung kepemimpinan Anda sepenuhnya. Seperti yang ditegaskan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bahwa TNI solid mendukung Bapak sebagai Panglima Tertinggi TNI. Bapak tidak perlu meragukannya.

Pak Jokowi,

Saat ini ada gejala yang sangat mengkhawatirkan terkait dengan semakin marak dan intensifnya radikalisme agama yang berwujud teror dan keinginan mendirikan negara khilafah. Sebagian besar rakyat Indonesia tidak mendukung ide itu. Namun, angka sekitar 9 persen rakyat yang mendukung negara khilafah, sebagaimana ditemukan dalam survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) belum lama ini, tentu harus diwaspadai. Pendidikan yang mengajarkan toleransi dan keberagaman sebagaimana tercermin dalam Pancasila harus diperkenalkan sejak dini di bangku-bangku sekolah dan forum-forum informal yang melibatkan tokoh-tokoh agama.

Pak Jokowi, kami juga prihatin dan khawatir dengan sepak terjang kelompok militan ISIS yang semakin vulgar menunjukkan eksistensi dan kekejamannya. Kami meminta agar Bapak menjamin dan melakukan langkah yang maksimal agar ISIS bisa digebuk dan tidak diberikan tempat di Indonesia. Mereka telah menyalahgunakan dan memanipulasi Islam untuk kepentingan politik dengan mengorbankan rakyat miskin dan minoritas.

Kami berharap pada Bapak untuk memimpin negeri ini agar tetep satu dalam keberagaman dan menghormati hak asasi manusia dalam setiap kebijakan yang Bapak ambil.

Pak Jokowi,

Saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi yang menjadi harapan kita untuk memberantas korupsi sedang diobok-obok oleh kepentingan politik para anggota DPR. Mereka hendak menyalahgunakan hak angket untuk kepentingan politiknya. Bahkan, mereka mengancam tidak akan mengesahkan  anggaran untuk KPK dan Polri.

Baca Juga :   Jokowi dan Urgensi Mereformasi Nawacita

Kita paham para koruptor tidak akan rela dan membiarkan KPK tenang menjalankan tugas dan kewenangannya. Mereka akan gunakan segala cara agar KPK lemah dan tidak berdaya. Kami meminta Bapak untuk menyelamatkan dan selalu memperkuat KPK.

Pak Jokowi, mungkin Anda saat ini bersama keluarga sedang akan merayakan ulang tahun secara spesial. Kami mohon maaf jika harapan dan kekhawatiran kami di atas menganggu waktu dan pikiran Bapak. Namun percayalah bahwa kami rakyat akan selalu mendukung Bapak sampai masa kepemimpinan Bapak berakhir.

Kami terus berdoa semoga Bapak selalu berada dalam perlindungan Allah SWT dan diberikan petunjuk serta jalan yang benar dalam memimpin negeri ini.

Selamat ulang tahun, panjang umur Pak Presiden!


Written by Mimin Dwi Hartono

Mimin Dwi Hartono

Staf Senior Komnas HAM. Tulisan ini merupakan pandangan pribadi.

Tinggalkan Balasan

Loading…

TINGGALKAN KOMENTAR