Rabu, Maret 3, 2021

Indef: UMKM Mampu Perkuat Ekonomi Nasional

Teknopolitik Presiden Jokowi

Para pengunjung mengamati miniatur kereta cepat dalam "Pameran Kereta Cepat dari Tiongkok" di Jakarta, Kamis (13/8). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga Mari kita coba pahami mengapa...

Pak Jokowi, KPK Menjelang Ajal

Ketua KPK Agus Rahardjo (kiri) didampingi Wakil Ketua Laode M Syarif memberikan keterangan pers tentang revisi UU KPK di Jakarta, Rabu (3/2). ANTARA FOTO/Akbar...

Jokowi dan Tantangan SDGs

  Dua petugas berusaha memadamkan api yang membakar hutan dan lahan di Sumatera tahun lalu (ilustrasi). ANTARA FOTO 2 Agustus 2015 adalah hari yang bersejarah. Pemberlakuan...

Komitmen Jokowi dan Isu Kemerdekaan Palestina di KTT OKI

Seorang guru mengajar murid Palestina Badui di luar ruangan dekat perumahan Maale Adumim Yahudi (terlihat di latar belakang), desa Al-Eizariya Tepi Barat, timur Yerusalem,...
Avatar
Tito Dirhantoro
Reporter GeoTIMES.

Pengunjung memilih tas pada pameran kerajinan tangan "Batikraft Vaganza" di Semarang, Jateng, Rabu (26/8). UMKM diharapkan bisa meningkatkan ekonomi dan terbukti berhasil menyelamatkan ekonomi dari situasi krisis. ANTARA FOTO/R. Rekotomo/ama/
Pengunjung memilih tas pada pameran kerajinan tangan “Batikraft Vaganza” di Semarang, Jateng, Rabu (26/8). UMKM diharapkan bisa meningkatkan ekonomi dan terbukti berhasil menyelamatkan ekonomi dari situasi krisis. ANTARA FOTO/R. Rekotomo

 

Kejatuhan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat membuat perekonomian nasional kian memburuk. Efek dominonya muncul hingga ke berbagai sektor. Dari mulai melambungnya harga-harga kebutuhan pokok sampai pemutusan tenaga kerja (PHK). Kondisi perekonomian yang sedang kritis ini perlu perhatian serius dari pemerintah.

“Salah satu sektor yang bisa diandalkan pemerintah untuk kembali memperkuat perekonomian nasional adalah meningkatkan peran sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” kata Enny Sri Hartati, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef).

Menurut Enny, sektor UMKM mampu menjadi motor penggerak di tengah kondisi ekonomi saat ini yang mengalami masa kritis. Sektor tersebut bisa menjadi penyelamat karena mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat. Terlebih saat ini banyak tenaga kerja yang telah dirumahkan oleh sejumlah perusahaan tempat mereka bekerja akibat melemahnya nilai tukar rupiah.

Sektor UMKM juga mampu membantu memperkuat nilai mata uang rupiah. Sebab, sektor ini secara langsung tak bergantung pada bahan baku impor. Karenanya, tak terpengaruh pada dolar Amerika Serikat walaupun saat ini sedang menguat. Dalam paraktiknya, transaksi jual-beli di sektor UMKM tentu juga menggunakan mata uang rupiah.

“Dengan adanya peran UMKM ini, setidaknya pemerintah mampu memitigasi atau mengurangi risiko bencana krisis ekonomi dengan cara memperlambat gejolak ekonomi seperti sekarang ini,” ujarnya.

Lebih lanjut Enny mengatakan, langkah pemerintahan Joko Widodo mengantisipasi kemungkinan terburuk krisis ekonomi dengan cara memberikan tax holiday dan tax allowance, yang bertujuan menggairahkan sektor investasi, bakal tidak efektif. Dia beralasan kebijakan tersebut hanya mampu menyumbang sebesar 1% terhadap produk domestik bruto. Lain halnya dengan UMKM yang sumbangannya bisa mencapai 50%.

Seperti diketahui, rupiah mengalami pelemahan sejak 2013. Saat itu nilai tukar rupiah berada pada level Rp 10 ribu per dolar Amerika Serikat. Hingga kini penguatan mata uang tersebut terhadap rupiah masih berlanjut. Bahkan nilai tukarnya sudah mencapai angka lebih dari Rp 14 ribu per dolar Amerika Serikat.

Avatar
Tito Dirhantoro
Reporter GeoTIMES.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Polwan Yuni Purwanti yang Terjebak Mafia Narkoba

Publik terkejut. Jagad maya pun ribut. Ini gegara Kapolsek Astana Anyar, Kota Bandung, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi terciduk tim reserse antinarkoba Polda Jabar....

Stop Provokasi, Pelegalan Miras? Mbahmu!

Lampiran Perpres yang memuat izin investasi miras di daerah tertentu, baru saja dicabut oleh Presiden. Ini disebabkan karena banyak pihak merasa keberatan. Daripada ribut...

Beragama di Era Google, Mencermati Kontradiksi dan Ironi

Review Buku Denny JA, 11 Fakta Era Google: Bergesernya Pemahaman Agama, dari Kebenaran Mutlak Menuju Kekayaan Kultural Milik Bersama, 2021 Fenomena, gejala, dan ekspresi...

Artijo dan Nurhadi di Mahkamah Agung

In Memoriam Artijo Alkostar Di Mahkamah Agung (MA) ada dua tokoh terkenal. Artijo Alkostar, Hakim Agung di Kamar Pidana dan Nurhadi, Sekjen MA. Dua tokoh MA...

Gangguan Jiwa Skizofrenia

Kesehatan jiwa adalah kondisi dimana individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan social sehingga individu tersebut menyadari kemampuan diri sendiri. Dapat mengatasi tekanan,...

ARTIKEL TERPOPULER

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.