Senin, Maret 8, 2021

Tips Menjaga Kesehatan Saat Tidak WFH di Saat Pandemi COVID-19

Tips Cepat Lulus Bagi Para Pejuang Skripsi

Pada dasarnya, skripsi adalah gerbang menuju dunia kerja. Yang perlu dilakukan adalah membuka gembok gerbang tersebut agar bisa melangkah keluar. Sayangnya, banyak mahasiswa merasa...

Waspada! Maraknya Penipuan di Era Digital

Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi informasi (IPTEK) secara cepat telah memberikan pengaruh yang besar bagi kita semua. Kemajuan teknologi informasi tidak hanya berkembang di...

Tips Agar Tetap Nyaman Berada di Rumah Selama Pandemi

Rasa bosan yang timbul dalam diri kita dapat membuat semangat menjalani aktivitas berkurang karena selalu berada di dalam rumah dan suasana tidak pernah...

Tips Menulis dan Mengirim Artikel Jurnal Berbahasa Inggris

Saya membaca dan mereview banyak artikel dan manuskrip, termasuk dari tulisan teman-teman dosen dan peneliti dari Indonesia. Beberapa tips yang mudah-mudahan berguna untuk lebih...
Fadia Latifa Maghfiruha
Nama saya Fadia Latifa Maghfiruha, saya anak ketiga dari tiga bersaudara. Riwayat pendidikan saya yaitu SDN Cipedak 02, SMPN 253 Jakarta, MAS Citra Cendekia, dan kini saya sedang melaanjutkan pendidikan Di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Beberapa kantor di Indonesia sudah menerapkan sistem kerja work from home, di mana karyawan bekerja di rumah tanpa perlu ke kantor. Namun, tidak sedikit pula pekerjaan yang menuntut untuk tetap bekerja secara tatap muka. Sehingga, kita harus tetap tanggap dalam menanggapi hal terebut.

Pentingnya perilaku gaya hidup sehat dapat menjaga kesehatan tubuh, pengurangan risiko kesehatan, serta pencegahan dan manajemen terhadap penyakit yang dimiliki.

Jika kalian tidak bekerja dari rumah, berikut ini beberapa tips menjaga kesehatan yang bisa dilakukan.

Sebagai permulaan, setiap orang perlu menjaga kebutuhan dasarnya sendiri agar tetap sehat secara fisik dan mental dalam waktu yang penuh tekanan saat pandemi COVID-19 ini.

“Kita dapat merasa lebih baik secara mental jika kita memiliki fisik yang sehat sebaik mungkin,” kata Aiysha Malik, psikolog dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

1. Cari Cara Untuk Melepas Stres

Berita yang marak tentang COVID-19 menimbulkan kecemasan bagi publik. Apalagi, mengingat korban positif dan meninggal yang kian bertambah. Karena itu, perlu mencari cara agar bisa melepas stres.

2. Makan Makanan Sehat

Di tengah pandemi COVID-19, tetap jaga kesehatan saat bekerja di kantor dengan memerhatikan pola makan dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan bernutrisi.

Pola makan sehat yang kaya serat, biji-bijian utuh, buah-buahan dan sayuran segar, lemak “baik” atau tidak jenuh, dan asam lemak omega-3. Komponen makanan ini mengurangi peradangan, yang dapat merusak jaringan, sendi, dinding arteri, dan organ.

Selain itu, kurangi atau batasi makanan manis seperti permen, dan minuman manis yang dapat menyebabkan lonjakan gula darah. Kadar gula darah tinggi bisa berakibat diabetes, obesitas, bahkan penyakit jantung.

3. Tidur dan Istirahat dengan Teratu

Meskipun bekerja, Tetap harus menjaga waktu tidur secara teratur. Orang dewasa muda disarankan tidur selama 7-9 jam, dan pada orang dewasa yang lebih tua tidur 7-8 jam.

Seseorang yang terbiasa tidur di luar rentang jam normal mungkin menunjukkan tanda-tanda atau gejala masalah kesehatan yang serius. Hingga bisa mengalami gangguan tidur atau bahkan kantuk saat berkendara.

4. Tetap Lakukan Aktivitas Fisik

Walaupun melakukan mobilitas untuk perjalanan dari rumah ke kantor, tetapi tetap buat diri menjadi lebih aktif dengan rajin berolahraga, sebagai tips untuk menjaga kesehatan.

Olahraga dapat mencegah penyakit jantung, stroke, diabetes, dan kanker usus besar. Serta dapat membantu mengobati depresi, osteoporosis, dan tekanan darah tinggi, dan jarang mengalami cedera.

Olahraga rutin dapat membuat merasa lebih baik dan bisa mengendalikan berat badan. Cobalah untuk aktif selama 30-60 menit sekitar 5 kali dalam seminggu.

5. Lindungi Kulit dari Sinar Matahari

Terutama kalian yang tetap harus ke kantor, jangan sampai lupa untuk melindungi kulit dari sinar matahari sebagai tips untuk menjaga kesehatan, termasuk risiko dari kanker kulit.Dengan memakai tabir surya atau sunscreen dapat membantu mencegah kanker kulit dengan melindungi kulit dari sinar UV matahari yang berbahaya.

Disarankan untuk menggunakan tabir surya dengan perlindungan spektrum luas terhadap sinar UVA dan UVB, tabir surya dengan SPF 30 atau lebih tinggi, dan tahan air.

Itu dia tips menjaga kesehatan bagi kalian yang harus tetap bekerja di saat pandemi seperti saat ini. Biasakan membentuk gaya hidup sehat agar tubuh tetap prima ya.

Jika merasakan gejala COVID-19 seperti batuk, demam, sesak napas, atau ingin mengetahui informasi yang terpercaya tentang virus COVID-19 di Indonesia, bisa menghubungi Hotline Virus Corona 119.

Fadia Latifa Maghfiruha
Nama saya Fadia Latifa Maghfiruha, saya anak ketiga dari tiga bersaudara. Riwayat pendidikan saya yaitu SDN Cipedak 02, SMPN 253 Jakarta, MAS Citra Cendekia, dan kini saya sedang melaanjutkan pendidikan Di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Apresiasi dan Masalah Tersisa Pencabutan Perpres Miras

Kita patut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas tindakan berani dan jujur Presiden Jokowi untuk mencabut lampiran Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Investasi...

Amuk Leviathan Hobbesian dalam Konflik Partai Demokrat

Tahun 1651, Thomas Hobbes menerbitkan buku berjudul “Leviathan”. Nama leviathan merujuk kepada monster sangat ganas dalam mitologi Yunani. Makhluk yang hidup di lautan ini...

Dialektika Hukum Kepemiluan

Dalam penyelenggaraan suatu pemerintahan, hukum dan politik merupakan dua hal yang memiliki keterikatan secara timbal balik. Hubungan timbal balik antara hukum dan politik tersebut...

Ujian Kedewasaan Digital Kita

Teknologi digital diciptakan agar tercapai pemerataan informasi tanpa pandang bulu, namun sayangnya kini dampak negatif yang tak terelakkan adalah munculnya disinformasi, berita bohong, hingga...

Toxic Masculinity dalam Patriarki

Sebelumnya, saya ingin menghimbau bahwa topik ini merupakan pembahasan yang sensitif dan masih dipandang tabu dari beberapa kalangan. Tulisan ini berupa opini saya mengenai...

ARTIKEL TERPOPULER

Amuk Leviathan Hobbesian dalam Konflik Partai Demokrat

Tahun 1651, Thomas Hobbes menerbitkan buku berjudul “Leviathan”. Nama leviathan merujuk kepada monster sangat ganas dalam mitologi Yunani. Makhluk yang hidup di lautan ini...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Toxic Masculinity dalam Patriarki

Sebelumnya, saya ingin menghimbau bahwa topik ini merupakan pembahasan yang sensitif dan masih dipandang tabu dari beberapa kalangan. Tulisan ini berupa opini saya mengenai...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.