Senin, April 12, 2021

Tips Cepat Lulus Bagi Para Pejuang Skripsi

Tips Penulisan Makalah atau Paper yang Bagus

Check list makalah atau paper yang bagus: Topiknya spesifik, tidak terlalu umum dan luas Sumber bacaannya cocok dengan topiknya Memahami klaim-klaim atau pernyataan-pernyataan yang...

Asesmen dan Metode Wawancara dalam Psikologi Klinis

Seperti yang kita tahu, bahwa psikologi merupakan sesuatu yang sangat identik dengan kehidupan manusia, karena psikologi berpengaruh terhadap kehidupan seseorang. Psikologi yang kurang baik...

Kiat Menaklukan Pangsa Pasar kepada Generasi Milenial

Generasi milenial (usia 20 sampai 34 tahun), merupakan pangsa pasar potensial dalam pemasaran produk. Namun, startup, wirausahawan dan perusaha besar mengalami dilema dalam mencari...

Tips Agar Tetap Nyaman Berada di Rumah Selama Pandemi

Rasa bosan yang timbul dalam diri kita dapat membuat semangat menjalani aktivitas berkurang karena selalu berada di dalam rumah dan suasana tidak pernah...
Athanasia Dianri
Mahasiswi Magister Psikologi Profesi Universitas Gadjah Mada

Pada dasarnya, skripsi adalah gerbang menuju dunia kerja. Yang perlu dilakukan adalah membuka gembok gerbang tersebut agar bisa melangkah keluar. Sayangnya, banyak mahasiswa merasa kesulitan dalam menemukan kunci gembok tersebut. Alhasil, diperlukan waktu yang lama untuk melangkah keluar.

Hal tersebut membuat kata ‘skripsi’ menjadi momok yang seakan wajib dihindari dalam topik perbincangan sehari-hari bagi mahasiswa semester akhir. Bahkan, banyak di antaranya menghindar ketika ditanya tentang kemajuan skripsinya. Nah, kamu tentu tidak ingin mengalami hal serupa ‘kan? Oleh karena itu, yuk simak 7 tips kunci cepat lulus berikut ini!

1. Menentukan target

Langkah awal yang perlu kamu lakukan adalah menentukan target selesainya skripsi. Dengan begitu, kamu bisa merinci target menjadi lebih spesifik, misalnya menyelesaikan satu subbab dalam setiap harinya. Kamu tidak harus menentukan target yang terlalu tinggi karena target yang baik adalah target yang menantang, namun tetap memiliki peluang untuk diwujudkan.

2. Membaca banyak literatur

Jika peribahasa mengatakan ‘tak kenal, maka tak sayang”, maka sama halnya dengan skripsi, ‘tak membaca, maka tak tahu apa-apa’. Ibarat seorang koki yang akan membuat masakan, tentu ia harus mengetahui apa saja bahan dan bumbu yang dibutuhkan, bukan? Begitu pula dengan proses penulisan skripsi, semakin banyak literatur yang kita baca dan pahami, maka akan semakin baik pula pemahaman kita akan suatu topik yang menjadi tema penelitian kita.

3. Bahasa Inggris, siapa takut?

Dengan semakin mutakhirnya teknologi, informasi dari berbagai belahan dunia dapat diperoleh dengan mudah dan cepat. Hal ini berdampak pada semakin tingginya tuntutan bagi pejuang skripsi untuk memahami topik penelitiannya dari berbagai sumber, termasuk literatur asing berbahasa Inggris.

Adalah wajar jika kamu merasa kesulitan untuk memahami isi literatur asing pada awalnya. Untuk mengatasinya, kamu bisa mulai membiasakan diri membaca bacaan berbahasa Inggris dari yang paling sederhana, misalnya kutipan. Niscaya, minat dan pemahamanmu terhadap bacaan berbahasa Inggris akan meningkat, sehingga kamu akan dimudahkan dalam memahami literatur asing.

4. Membuat poin-poin penting dari literatur yang dibaca

Untuk mempermudah penulisan skripsi, ada baiknya kamu membuat rangkuman yang berisi poin-poin penting dari literatur yang dibaca. Ibarat seorang koki yang akan memasak, tentu tidak hanya perlu sekedar mengetahui bahan dan bumbu yang diperlukan, tetapi juga menyiapkannya.

Dalam proses ini, tidak perlu dipusingkan tata bahasa yang baik dan benar. Yang terpenting adalah poin-poin penting tersebut dapat dipahami secara jelas oleh diri sendiri. Dan tentunya akan memudahkanmu dalam meramu tulisan mengenai topik penelitianmu.

5. Beranikan diri untuk mulai menulis

Tak peduli seberapa banyak informasi yang kamu baca dan pahami, semuanya belum bermakna sampai kamu menuangkannya ke dalam tulisan. Jika kamu merasa kesulitan dalam memulai kalimat-kalimat awal, tenang saja guys itu wajar kok. Bagaimanapun juga beranilah untuk mulai menulis. Toh, kita masih dapat memperbaikinya.

Formulasikanlah segala informasi yang telah kamu pahami menjadi suatu tulisan yang apik dan mudah dipahami. Layaknya seorang koki yang meramu berbagai bahan dan bumbu menjadi suatu menu masakan yang lezat.

6. Rajin berkonsultasi dengan dosen pembimbing

Salah satu penghambat terbesar pejuang skripsi dalam menyelesaikan skripsinya adalah keengganan untuk berkonsultasi dengan dosen pembimbing. Baik karena merasa malu akan tulisannya ataupun karena merasa belum siap mendapat ‘coretan indah’ dalam tulisannya. Padahal semakin dini kamu mengumpulkan tulisan dan berkonsultasi dengan dosen pembimbing, maka akan semakin cepat pula kamu mengetahui letak kesalahan dalam tulisanmu dan apa yang perlu diperbaiki atau ditambahkan ke dalam tulisan. Satu hal yang perlu diingat, segala literatur ataupun skripsi kakak tingkat yang kamu baca telah melalui berbagai revisi. Jadi, bukanlah suatu aib jika tulisanmu masih perlu diperbaiki.

7. Mental seorang pejuang

Setelah mengetahui langkah-langkah di atas, ada baiknya jika kamu juga memiliki mental seorang pejuang, yaitu pantang menyerah dan keyakinan pada kemampuan diri sendiri. Percayalah usaha tak akan mengkhianati hasil. Jika kamu sudah berusaha semaksimal mungkin, lalu serahkanlah pada-Nya.

Hal lain yang perlu diingat adalah besarnya peran konsistensi dalam terselesaikannya skripsi. Usahakanlah untuk meluangkan beberapa jam dalam sehari untuk mengerjakan skripsi, niscaya usahamu akan membuahkan hasil.

Nah, itu dia tips-tips cepat lulus yang bisa kamu coba. Selamat berjuang para pejuang skripsi!

Sumber thumbnail:

https://www.pexels.com/photo/accomplishment-ceremony-education-graduation-267885/

Athanasia Dianri
Mahasiswi Magister Psikologi Profesi Universitas Gadjah Mada
Berita sebelumnya85 Tahun Taufik Abdullah
Berita berikutnyaFisika dan Sains
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Kebebasan Berpendapat Masih Rancu

Kebebasan berpendapat merupakan sebuah bentuk kebebasan yang mutlak bagi setiap manusia. Tapi belakangan ini kebebasan itu sering menjadi penyebab perpecahan. Bagaimana bisa kebebasan yang...

Laporan Keuangan? Basi?

Berbicara soal laporan keuangan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang ekonomi, apalagi yang bergelut dalam dunia akuntansi. Secara singkat, laporan keuangan adalah...

ARTIKEL TERPOPULER

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Mengenang Hans Küng (1928-2021), Tokoh Dialog Antar Agama

Bagi para pegiat dialog antar agama, sosok dan pemikiran Hans Küng tak asing lagi. Namanya kerap disebut seiring dengan pemikirannya tentang upaya mewujudkan perdamaian...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.