Tantangan Berat Grace Natalie

160
Ilustrasi Grace Natalie, Ketu Umum Partai Solidaritas Indonesia
Ilustrasi Grace Natalie, Ketu Umum Partai Solidaritas Indonesia

Mendirikan partai politik bukan hal mudah. Selain membutuhkan dana yang cukup besar, membentuk partai juga harus memiliki segenap keahlian dalam berpolitik. Grace Natalie, mantan presenter televisi, belum lama telah membentuk partai politik bernama Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

“Grace Natalie merupakan figur perempuan generasi muda yang kini berkiprah di dunia politik. Langkah yang diambilnya ini punya tantangan cukup berat. Terlebih untuk membangun partai yang terbilang baru,” kata Sebastian Salang, pengamat politik dari Koordinator Forum Masyarakat Perduli Parlemen Indonesia, saat dihubungi di Jakarta, Senin (31/8).

Dia mengatakan, Grace Natalie, yang punya latar belakang sebagai presenter berita televisi dan CEO lembaga survei politik Saiful Mujani Research and Consulting, memang tidak asing dengan dunia politik. Namun demikian, berkecimpung langsung dan didaulat sekaligus menjadi ketua umum partai merupakan dunia baru baginya. Ia tentu harus banyak belajar untuk mengembangkan partainya itu.

Karenanya, kata Sebastian, partai baru yang ia pimpin ini harus memiliki keunggulan dibanding partai politik lainnya. Partai Solidaritas Indonesia harus bisa menjembatani aspirasi antara generasi tua dengan generasi muda. Selain itu, partai ini harus bisa membawa paradigma baru, memiliki ideologi dan komitmen yang kuat. Dengan begitu, partai tersebut diharapkan bisa diterima dan dipercaya oleh seluruh lapisan masyarakat.

Sementara itu, dari sisi internal, sistem partai tersebut harus dikelola secara modern. Artinya, dari mulai perekrutan anggota hingga sumber pendanaan partai harus jelas. Hal tersebut juga berlaku untuk setiap kebijakan partai. Mekanisme demokratis dan terbuka harus dikedepankan dalam setiap pengambilan keputusan partai. Dan harus bisa melepaskan kepentingan segelintir kelompok dan golongan tertentu. Terutama kepada pemberi dana atau pemilik modal.

“Jangan seperti partai-partai politik sekarang ini yang masih konvensional. Yang masih menggunakan cara-cara lama. Misalnya, dalam mengambil keputusan partai cenderung tertutup dan cara-cara transaksional dengan main duit masih sering terjadi,” kata Sebastian.

Lebih lanjut, Sebastian menegaskan, Partai Solidaritas Indonesia yang umumnya beranggotakan anak-anak muda merupakan energi baru dalam dunia perpolitikan di Indonesia. Diharapkan generasi-generasi muda ini bisa membawa agen perubahan bagi Indonesia ke depan. [*]

Komentar anda