in

Kemerdekaan untuk Diri Sendiri


Sudah 72 tahun Indonesia merdeka. Merdeka dari apa? Pada dasarnya Indonesia merdeka dalam lingkup terbebas dari penjajah dan diakui oleh dunia merdeka. Apakah Rakyat Indonesia sudah merdeka sepenuhnya?

Saya kira banyak yang setuju apabila Indonesia belum merdeka dalam konteks masyarakat yang sejahtera. Bukan hanya tugas Pemerintah untuk menuntaskan kewajiban membebaskan kemerdekaan kesejahteraan masyarakat. Masyarakat itu sendiri wajib berpartisipasi mensejahterakan dan bekerja bersama pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan diri sendiri dan kesejahteraan nasional.

Di era yang sekarang ini, masyarakat masih pasif dalam hal kecil yang menyangkut kesejahteraan bersama, suatu misal penyalahgunaan fasilitas umum yang tidak sesuai fungsinya. Kurang peduli terhadap fasilitas umum, kurang peduli keselamatan umum, banyak yang saling mengoreksi orang lain dan pemerintah tanpa melakukan sesuatu yang bermanfaat walaupun kecil yang berguna bagi orang lain. Banyak yang mengumbar bahkan dengan sengaja membuat kegaduhan supaya terlihat suasana yang kurang kondusif entah dimedia sosial maupun dilingkungan sekitar.


Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dalam menggerakkan pola pikir positif yang dapat mengarah kearah yang lebih baik yang menghasilkan kesejahteraan bersama. Berawal dari diri sendiri untuk selalu berfikir positif, bertindak kreatif, kesadaran tentang hukum dan keselamatan diri sendiri, kepedulian tentang hal – hal kecil yang dalam keseharian kita, kepedulian di lingkup lingkungan kita, kepedulian terhadap hak orang lain. Dengan kesadaran tiap individu tersebut akan mewujudkan kemerdekaan untuk kita sendiri yang bisa mewujudkan kesejahteraan bersama.

Baca Juga :   Refleksi #HUTRI72 : Meruwat Bhinneka, Merawat Indonesia

Selain kepedulian, rasa tenggang rasa dan tepo seliro saling menghormati sesama akan menciptakan suasana yang harmonis antar umat manusia. Beberapa tahun terakhir berita nasional dihebohkan dengan banyaknya isu SARA yang bertolak belakang dengan budaya negeri kita sendiri, saling serang saling mengejek bahkan menghina padahal kita sama–sama umat manusia ciptaan Tuhan dan manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna. Tuhan menciptakan akal untuk berfikir, untuk itu mari gunakan akal pikiran kita untuk berfikir jernih, saling memaafkan saling rendah diri menghilangkan ego dan rasa paling benar, mementingkan kerukunan, mementingkan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi dan golongan pasti tercipta suasana keindahan toleransi.

Masih ingatkah kita pelajara SD tentang kerukunan umat beragama? Pastinya kita masih ingat bagaimana cara mewujudkan hal tersebut. Masih ingat tentang musyawarah mufakat? Tentunya dengan cara tersebut semua masalah dapat terselesaikan. Masih ingat Pancasila, UUD 1945, pelajaran keagamaan? Pelajaran yang kita dapat saat menginjak sekolah dasar sampai sekolah tinggi sudah membangun pribadi kita sejak usia dini untuk selalu berbuat baik, bertindak positif, berfikir jernih dengan tujuan mewujudkan kesejahteraan kita sendiri yang dapat mewujudkan kemerdekaan bersama bila setiap individu dapat menerapkan pelajaran tersebut dalam kehidupan sehari–hari.

Peran pemerintah tingkat pusat, daerah bahkan tingkat desa dan kelurahan sangat dibutuhkan dalam mengakomodir masyarakat untuk selalu menanamkan rasa cinta tanah air dihati masyarakat. Pemerintah dituntut untuk lebih mencintai tanah airnya yang dapat merangsang kesadaran masyarakat untuk turut menumbuhkan rasa cintai tanah air.

Baca Juga :   HUT RI 72: Apakah Indonesia Telah Sungguh-Sungguh Merdeka?

Dengan begitu tanah air kita semakin kuat karena pemerintah bersama masyarakat dapat bersatu padu mewujudkan misi kesejahteraan bersama. Dengan wujud kesejahteraan maka dapat dikatakan bahwa kita sudah merdeka dan kemerdekaan itu tetap terjaga. Semoga kita saat ini dapat mewujudkan apa yang telah dicita – citakan para pendahulu kita. Kita wajib  bekerja bersama untuk kesejahteraan kita saat ini, dan berupaya mewujudkan kesejahteraan bersama dimasa mendatang. Jaya selalu NKRI yang Merdeka sepenuhnya.***


Tinggalkan Balasan

Loading…

TINGGALKAN KOMENTAR