Minggu, Februari 28, 2021

Young Lex Gantikan Ratna Sarumpaet di Tim Kampanye Prabowo-Sandi Uno

Tommy Soeharto dan Partai Berkarya Dukung Jokowi 7 Periode

Meski belum jelas apakah Jusuf Kalla (JK) dan Partai Perindo akan memenangkan gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) soal masa jabatan wakil presiden, Hutomo Mandala...

Tiru Bukittinggi, Walikota Yerusalem Larang Perempatan Karena Mirip Salib

Nir Barkat, Walikota Yerusalem menggemparkan publik kota itu setelah melarang adanya perempatan atau simpang empat di kotanya. Hal ini ia ambil setelah menelaah dan...

Generasi Milenial Perlu Belajar dari Bu Mega, Jangan Demo Aja

"Anak muda kita jangan dimanja, dibilang generasi kita adalah generasi milenial. Saya mau tanya hari ini apa sumbangsihnya generasi milenial yang sudah tahu teknologi...

Wawancara Eksklusif Teroris Anggota ISIS

Pagi tadi, seorang anggota ISIS menepati janjinya. Ia datang ke kamar kos saya dengan hanya membawa pisau—ini lebih baik ketimbang perjanjian sebelumnya. Kami duduk...
Teguh Jambu
Wartawan Kemarin Sore.

“Pak Djoko Santoso sampai susah tidur tiga hari tiga malam,” kata Dahnil Anzar Simanjuntak, Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandiaga, “Beliau istikharah berulang-ulang, berulang-ulang, untuk menemukan pengganti Ratna Sarumpaet.”

Djoko Santoso, Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, yang dibicarakan dan duduk di samping Dahnil, hanya tertawa kecil dan kemudian menepuk bahu kanan Dahnil.

Karena wartawan yang hadir hanya bengong saja atau tetap sibuk dengan pekerjaan masing-masing, tidak ada yang bisa menemukan letak lucu leluconnya, Dahnil Anzar Simanjuntak segera melanjutkan, “Baiklah, teman-teman wartawan, untuk mempersingkat waktu, langsung saja ke pokok utama pertemuan kita malam ini: pengumuman pengganti Ratna Sarumpaet sebagai Juru Kampenye Nasional pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Pengumunan ini akan disampaikan langsung oleh Ketua BPN Bapak Djoko Santoso. Kepada Pak Djoko, waktu dan tempat kami persilakan.”

Djoko mengambil mik dari Dahnil. “Terima kasih, Dahnil, atas pengantarnya,” kata Djoko. Lalu ia membuka lipatan kertas dan membacakan naskah pidato yang telah disiapkannya secara saksama.

“Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

“Teman-teman wartawan dan pemirsa di rumah yang saya hormati,

“Mengingat: Ratna Sarumpaet, salah satu anggota Tim Juru Kampanye Nasional, tempo hari kami berhentikan karena satu dan lain hal. Posisi yang ditinggalkan Ratna Sarumpaet adalah posisi yang sangat vital bagi Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Maka dari itu, kami tidak main-main dalam mencari penggantinya.

“Menimbang: Juru Kampanye Nasional adalah penyambung lidah Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Mereka yang masuk dalam Tim Juru Kampanye Nasional adalah orang-orang yang punya barisan penggemar atau pengikut yang besar; yang punya kedekatan khusus dan berbicara dalam bahasa para pengikutnya tersebut. Oleh karena itu, Tim Juru Kampanye Nasional diharapkan bisa menerjemahkan bahasa visi-misi Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno ke dalam bahasa sehari-sehari rakyat Indonesia.”

Djoko berhenti sejenak dan menoleh ke kanan. Ia mengangguk dan mengedipkan mata, semacam isyarat kepada seorang stafnya. Yang menerima isyarat balas mengangguk dan bergegas ke belakang panggung.

“Memutuskan: Saudara Samuel Alexander Pieter, atau yang lebih terkenal dengan nama Young Lex, sebagai pengganti Saudari Ratna Sarumpaet dalam Tim Juru Kampanye Nasional, Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.”

Ruang jumpa pers mendadak gelap. Dari depan meja Djoko dan Dahnil, muncul gerumbulan asap tebal diikuti sebuah kotak kaca. Kotak sulap terbuka perlahan, lampu warna-warni ala panggung rok diarahkan ke sana, dan keluarlah sosok berkaos putih berkalung Arya Dwipangga bertopi merah bertuliskan “Make Indonesia Great Again”.

Sosok itu kemudian mengambil mik Djoko Santoso, mengambil amplas dan jerigen dari kotak kaca dan mulai bernyanyi, “Yo, gue sengaja bawa amplas sama jerigen, yo, 2019 ganti presiden. Boom!

“Yo, gue sengaja pilih Prabowo-Sandiaga Uno, yo, karena hanya mereka yang bisa make Indonesia Great Again. Boom!”

Lalu ia menundukkan badan seperti orang rukuk ketika salat. Lampu-lampu biasa menyala kembali. Para wartawan masih bengong atas apa yang baru saja terjadi, para staf Djoko Santoso di kiri-kanan panggung bertepuk tangan.

Young Lex, sosok yang mendadak muncul dan bernyanyi tadi, menaruh kedua tangannya di dada sebagai tanda ucapan terima kasih.

“Selamat datang, Mas Young Lex,” kata Djoko Santoso, memakai mik Dahnil. “Selamat bergabung dalam Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.”

Young Lex mengambil tempat di samping Djoko. Djoko membuka sesi tanya-jawab. Namun, para wartawan itu seperti kena gendam, masih takjub atas apa yang baru saja mereka saksikan, tak ada satu pun yang bertanya, tidak juga wartawan Mandhaninews.

“Kalau enggak ada yang bertanya, izinkan gue bicara sebentar, sedikit,” kata Young Lex.

“Aduh, ini kehormatan banget berada di sini. Pertama-tama, gue ucapin terima kasih buat Pak Prabowo dan tim, khususnya Bapak Djoko Santoso, atas kepercayaannya. Selanjutnya, gue cuma mau bilang: gue terima kehormatan ini karena gue terinpirasi idola gue, Kanye West, yang mendukung Donald Trump. Salut buat Kanye. Boom!”

Teguh Jambu
Wartawan Kemarin Sore.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Terlalu Jauh Menjadikan 4 Nakes Penista Agama

Kasus Pemantang Siantar sungguh membuat kita semua kaget. Empat petugas kesehatan (Nakes) digugat oleh seorang suami yang istrinya meninggal karena Covid-19. Empat petugas kesehatan...

Jurnalisme Copy-Paste

Jurnalisme copy-paste adalah pekerjaan mengumpulkan, mencari dan menulis berita dengan menggunakan teknik salin menyalin saja. Seperti ambil berita di media lain atau dapat dari...

Robert Morey dan Orientalisme yang Melapuk

Orientalisme adalah satu diskursus ketimuran, yang bercokol pada kajian-kajian Barat dalam menginterpretasikan khazanah Timur—khususnya Islam. Pada kajian ini Islam dipandangan dalam objektifikasi Barat, namun...

Generasi Muda di Antara Agama dan Budaya

Oleh: Bernadien Pramudita Tantya K, SMA Santa Ursula Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Indonesia adalah negara yang kaya akan bahasa, budaya,...

Antara Kecerdasan Buatan, Politik, dan Teknokrasi

Di masa lalu, politik dan teologi memiliki keterkaitan erat. Para pemimpin politik sering mengklaim bahwa politik juga merupakan bentuk lain dari ketaatan kepada Tuhan;...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Perempuan dalam Isi Kepala Mo Yan

Tubuh perempuan adalah pemanis bagi dunia fiksi. Kadang diperlakukan bermoral, kadang sebaliknya, tanpa moral. Naluri bebas dari perempuan yang manusiawi, memendam dengki dan membunuh...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Jurnalisme Copy-Paste

Jurnalisme copy-paste adalah pekerjaan mengumpulkan, mencari dan menulis berita dengan menggunakan teknik salin menyalin saja. Seperti ambil berita di media lain atau dapat dari...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.