Kamis, Oktober 22, 2020

Tommy Soeharto dan Titiek Soeharto Dukung Jokowi 7 Periode

Young Lex Gantikan Ratna Sarumpaet di Tim Kampanye Prabowo-Sandi Uno

“Pak Djoko Santoso sampai susah tidur tiga hari tiga malam,” kata Dahnil Anzar Simanjuntak, Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandiaga, “Beliau istikharah berulang-ulang, berulang-ulang, untuk menemukan...

Lia Eden Bantah Klaim Amien Rais tentang Tuhan Malu

Amien Rais, politisi senior Partai Amanat Nasional, menyebut Tuhan akan malu jika tidak mengabulkan doa umat mengganti presiden. Pernyataannya ini merupakan yang kesekian dari...

Amien Rais Ingin Menjadi Pelatih Timnas Allah

"Kalaupun bisa, mereka tidak akan berani melakukannya," jawab Amien Rais saat ditanya mengenai rencananya melatih Timnas. "Allah pernah mengusir Adam dan Hawa dari surga,...

Imam Besar Church of Satan Tegur Amien Rais

Minggu, 15 April 2018, Imam Besar Church of Satan Anton LaVey mengirimkan surat terbuka kepada politikus Indonesia Amien Rais. Surat itu berisi kecaman serta...
Teguh Jambu
Wartawan Kemarin Sore.

Setelah Jusuf Kalla (JK) dan Partai Perindo mengajukan gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) soal masa jabatan wakil presiden, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, Ketua Umum Partai Berkarya, mengaku tengah menyiapkan gugatan yang jauh lebih radikal untuk MK. Jika JK hanya mempersoalkan dua periode yang “berturut-turut atau tidak berturut-turut”, Tommy Soeharto akan menggugat pembatasan dua periode tersebut.

“Saya kira, dua periode itu tidak cukup,” kata Tommy dalam wawancara eksklusif Mandhaninews di kediaman ayahnya di Jalan Cendana, Menteng (27/7).

“Bagaimana mungkin Anda bisa menyejahterakan rakyat kebanyakan, eee, kalau hanya, eee … apa namanya … eee, menjabat sepuluh tahun, atau malah kurang? Nah, itu dia pertanyaan. SBY kan gagal. Megawati lebih gagal, eee, apalagi Gus Dur,” lanjut Tommy. “Bapak saya, yang zamannya penak itu, perlu waktu 30 tahun untuk membangun bangsa ini. Saya kira, pembatasan dua periode itu, eee, saya kira itu kebodohan. Ya, kan?”

Tommy secara khusus mengundang dan menjamu Desmond Shihab dari Mandhaninews karena Tommy sudah tidak percaya lagi semua media besar di Indonesia. Dalam undangan yang ia kirim lewat WhatsApp, Tommy menilai semua media itu punya hobi menjelek-jelekkan dirinya dan keluarganya. Ia percaya penuh kredibilitas Mandhaninews yang netral, imparsial, dan secara khusus selalu menampilkan apa yang ia bicarakan apa adanya. Maka untuk menyampaikan berita besar kepada rakyat Indonesia kebanyakan, ia hanya percaya kepada Mandhaninews, “Seperti Bapak saya dulu percaya betul TVRI, bukan yang lain.”

Tommy Soeharto menyambut Desmond di beranda kediaman bapaknya yang akan dijadikan museum itu. “Sudah setengah jam saya tunggu, he-he-he,” ujar Tommy. Desmond meminta maaf karena sopir GO-JEKnya sempat kesasar dan membawanya memutari Kota Tua. Tommy bilang tidak apa-apa, lalu mengulurkan tangannya. Desmond bisa merasakan dingin misterius yang berasal cincin di jari manis Tommy; cincin dengan batu akik Kalimaya berwarna kuning terang, senada dengan kemeja batik dan celana yang ia kenakan.

Tommy tahu Desmond Shihab mengamati batu akiknya. “Ini Kalimaya, warisan daripada bapak saya. Penak, to? He-he-he,” ungkapnya, lalu mempersilakan Desmond masuk ke rumah untuk makan siang.

“Langsung wawancara saja, Mas Tommy.”

“Ma-kan du-luuu …. He-he-he.”

Di meja makan, Tommy mengenalkan kelima saudaranya yang sudah makan duluan. Dari sebelah kiri Tommy, searah jarum jam, Siti Hardijanti Rukmana alias Mbak Tutut, Mas Sigit Harjojudanto, Mas Bambang Trihatmodjo, lalu di sebelah kiri Desmond; Siti Hediati Hariyadi a.k.a Mbak Titiek, dan Siti Hutami Endang Adiningsih atau biasa dipanggil Mbak Mamiek.

Sambil makan, mereka asyik ngobrol tentang tembak-menembak, latihan dan perburuan terakhir masing-masing anak presiden kedua RI itu, hingga cerita-cerita lucu yang pernah mereka alami selama memegang senapan atau pistol. Desmond Shihab hanya menyimak dan sesekali cengengesan dan hampir setiap menit menenggak es dawet ayu di hadapannya, sedikit sekali makanan yang masuk ke mulutnya—padahal semua jenis makanan enak seluruh nusantara ada di meja itu.

Selesai makan, meja dibersihkan enam orang asisten rumah tangga yang sigap, Tommy mengajak tamu dan saudara-saudaranya berswafoto. Cekrek, cekrek, cekrek, Tommy berganti-ganti gaya dan mengomando pasukannya turut ganti gaya. Desmond mengikuti saja gaya Tommy: bibir monyong, dagu diimpit jempol dan telunjuk, mengacungkan jempol, jari tengah dan telunjuk membentuk “V”, melet, jari rock ‘n’ roll, dan tak lupa ibu jari dan telunjuk kiri dibalik membentuk angka 7 (nomor urut Partai Berkarya).

“Wah, harus foto bersama betulan ini,” kata Tommy, beranjak dari kursinya. “Mas Desmond, tolong fotokan ya.”

Keenam bersaudara itu langsung kompak membentuk angka 7 dengan tangan kiri.

Tommy kemudian mengajak Desmond Shihab ke ruang kerja Pak Harto, sebuah ruangan sederhana dengan dinding kaca antipeluru, tempat Pak Harto menemui tamu-tamu pentingnya. Tommy duduk di kursi yang biasa diduduki ayahnya, dan mempersilakan Desmond duduk di hadapannya. Titiek menyusul kemudian, duduk di samping Tommy.

“Saya dan Partai Berkarya mendukung Pak Jokowi 7 periode,” kata Tommy Soeharto.

“Saya juga mendukung Pak Jokowi 7 periode, supaya Indonesia kembali seperti waktu era kepemimpinan Bapak Soeharto yang sukses dengan swasembada pangan, mendapatkan penghargaan internasional, dan dikenal dunia,” timpal Titiek Soeharto.

“Itu artinya Anda akan berseberangan dengan Prabowo Subianto, mantan suami Anda?”

“Tidak masalah. Saya kira tidak masalah.”

“Ini kami lakukan, eee, demi … apa namanya … kemaslahatan rakyat kebanyakan. Mengapa 7? Itu dia pertanyaan. Pertama, nomor daripada Partai Berkarya nomor 7. Kedua, eee, karena … apa namanya … mimimal seperti bapak saya. Untuk membangun bangsa ini, eee, minimal seperti bapak saya. Minimal 32 tahun, he-he-he.”

“Tentu tidak masalah, langkah Anda pasti didukung dua partai besar lain: PDIP dan Partai Golkar.”

“Ya, ya, ya … Golkar palsu. Golkar abal-abal. Golkar yang asli itu ya Partai Berkarya. Apa itu Partai Golkar cuma berani bikin GOJO? Perjuangan untuk rakyat kok setengah-setengah, cuma mendukung Jokowi 2 periode, eee, tidak totalitas mengabdi untuk rakyat. Pak Hartarto itu kan, eee … apa namanya … anak buah daripada bapak saya. Airlangga Hartarto itu, pada prinsipnya, anak buah daripada saya juga. Dia pasti ikut perintah saya: Jokowi 7 periode!”

Teguh Jambu
Wartawan Kemarin Sore.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Vaksin Demi Kesehatan Rakyat

Pemerintah berjuang penuh demi kesehatan rakyat. Keseriusan untuk menemukan vaksin Covid-19 adalah langkah yang sangat tepat. Karena vaksin merupakan solusi yang menjadi harapan rakyat...

Wabah, Membela Eksistensi Tuhan di Hadapan Ateisme (Habis)

Covid-19 Sebagai Fakta Kehidupan  Terlepas dari apakah Covid-19 adalah akibat dari ulah manusia, dan karena itu sebagai bagian dari kehendak bebas manusia, penderitaan kita hari ini pada...

Membereskan Pembukuan Tanpa Menguras Kantong

Pernahkah Anda mengalami sulitnya membereskan pembukuan dengan cepat dan mendapatkan laporan keuangan berhari-hari? Seringkali pebisnis hanya fokus cara meningkatkan omset bisnisnya saja, namun tidak menyadari cara...

Mengenal Sosok Tjokroaminoto

Tjokroaminoto merupakan orang yang pertama kali meneriakkan Indonesia merdeka, hal ini membuatnya sosok yang ditakuti oleh pemerintah Hindia-Belanda. De Ongekroonde Van Java atau Raja...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

ARTIKEL TERPOPULER

Tanggapan Orang Biasa terhadap Demo Mahasiswa dan Rakyat 2019

Sudah dua hari televisi dihiasi headline berita demonstrasi mahasiswa, hal yang seolah mengulang berita di TV-TV pada tahun 1998. Saya teringat kala itu hanya...

Cara Mahasiswa Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Teknologi selalu mengalami perubahan-perubahan seakan tidak pernah ada ujungnya. Seperti halnya saat ini teknologi sudah sangat berkembang dengan pesat terutama dalam bidang teknologi informasi...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Hitam Putih Gemerlap Media Sosial

“Komunikasi adalah inti dari masyarakat kita. Itulah yang menjadikan kita manusia.” Setidaknya begitulah yang dikatakan Jan Koum, pendiri aplikasi Whatsapp yang kini telah mencapai...

Jangan Bully Ustazah Nani Handayani

Ya, jangan lagi mem-bully Ustazah Nani Handayani “hanya” karena dia salah menulis ayat Al-Qur’an dan tak fasih membacakannya (dalam pengajian “Syiar Kemuliaan” di MetroTV...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.