Senin, Oktober 26, 2020

Tiru Bukittinggi, Walikota Yerusalem Larang Perempatan Karena Mirip Salib

Akademi Ilmu Berkuasa

Tiba-tiba saya teringat "Akademi Ilmu Berkuasa", kolom yang dimuat di edisi perdana majalah "Astaga" (1975), majalah humor terbaik Indonesia yang hanya terbit setahunan (sampai...

Andai Habib Rizieq Jadi Kepala BPIP, RUU HIP Takkan Segaduh ini!

Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) memiliki niat suci, agar Pancasila bisa tetap sakti di abad-21. Pancasila tak boleh jadi sekadar pajangan dinding, atau mantra...

Ikuti Jack Ma Masuk Partai, Nadiem Makarim Resmi Bergabung ke PDIP

Beberapa teknopreneur terkemuka Indonesia, yang memiliki perusahaan bernilai jutaan dolar, resmi bergabung dengan PDIP dan menduduki jabatan penting dalam partai. Mereka antara lain Nadiem...

Klarifikasi Partai Setan Soal Aksi Teror Peserta #2019GantiPresiden di Car Free Day

Salam setan. Sehubungan dengan maraknya berita tentang penyerangan ibu dan anak di acara Car Free Day Jakarta, di mana ibu itu diserang dan dirundung...
Avatar
Arman Dhanihttp://www.kandhani.net
Penulis. Menggemari sepatu, buku, dan piringan hitam.

Nir Barkat, Walikota Yerusalem menggemparkan publik kota itu setelah melarang adanya perempatan atau simpang empat di kotanya. Hal ini ia ambil setelah menelaah dan melakukan pembahasan dengan tokoh adat, rabi, zaken, zkena, serta Lembaga Adat Yahudi dan Barusan Pemuda Tembok Ratapan (BPTR), yang bersepakat bahwa perempatan dapat merusak akidah umat Yahudi.

Nir Barkat mengatakan bahwa saat ini ada upaya sistematis, terstruktur, dan masif dari orang Arab pendatang untuk merusak ajaran Judaisme. Hal ini terbukti dari jutaan pekerja Arab Asing yang masuk ke Israel dan berusaha merebut pekerjaan orang-orang pribumi di Yerusalem. Orang-orang Arab Asing ini berusaha mengubah tatanan adat Yahudi yang bersendikan Taurat.

“Orang Yerusalem itu Yahudi semua, orang Arab Asing ini berusaha merusak keimanan kami para pribumi,” kata Nir Barkat.

“Selaku Kepala Daerah beserta SKPD dan Majelis Rabbi Israel (MRI), saya melarang adanya perempatan di kota Yerusalem. Keputusan ini diambil berdasarkan adanya indikasi bahwa perempatan ini berbentuk salib dan mengandung unsur ajaran kristen yang mana dapat merusak iman umat Yahudi. Kalau tiap hari lewat perempatan, kami takut pelan-pelan mereka akan pindah agama. Ini terpantau dari banyaknya orang yang takut masuk ke Yerusalem,” katanya.

Pihaknya akan melakukan pembangunan ulang. Semua perempatan akan dibuat perlimaan atau pertigaan, tergantung kebutuhan jalan, yang penting jangan membentuk salib. Pihak Majelis Rabbi Israel Yerusalem sudah mengimbau kepada para kontraktor untuk menjaga iman dengan tetap berdoa pada Tuhan dan tidak membuat perempatan lagi.

“Jaga-jaga, siapa tahu nanti malah akidah rusak, umat yahudi punah karena pindah agama,” kata Rabi Deanof Ragyadef.

Sikap Nir Barkat ini pun didukung oleh masyarakat Yerusalem. Mereka curiga ada upaya kristenisasi. Ada banyak perempatan di Yerusalem, dan banyak yang kemudian merasa tiba-tiba ingin pindah agama karena desir di dada. “Kami jadi pengin ke gereja karena lewat perempatan ini. Saya memang sudah lama curiga,” kata warga yang tak disebutkan namanya.

Nir Barkat juga akan melakukan studi banding ke Bukittinggi Indonesia. Nir mengaku sangat terinspirasi dengan sikap keras M. Ramlan Nurmatias, dalam menjaga akidah. Salah satunya dari penolakan Event Color Run yang diduga merupakan dukungan terhadap LGBT. “Pak Nurmatias itu hebat,” katanya

Nir Barkat sedang mengajukan rancangan Brother City, antara Yerusalem dan Bukittinggi. Jika ini berlaku, setiap Perda pencegahan maksiat yang ada di Bukittinggi juga akan diberlakukan di Yerusalem. “Larangan Color Run ini akan kami adopsi juga dalam bentuk lain. Banyak orang Arab muslim yang berjanggut, rencananya kami akan melarang orang yahudi berjanggut karena itu kan ciri muslim,” kata Barkat.

“Belum pernah saya temui walikota sehebat beliau. Di Brazil, memang walikota membuat kota yang ramah transportasi publik. Di Korea, membersihkan sungai agar bisa digunakan. Tapi di Bukittinggi, walikotanya membersihkan simbol-simbol LGBT,” ungkapnya.

Nir barkat mengaku akan terus meningkatkan usaha menjaga akidah Yahudi secara lebih tegas lagi. Setelah melarang perempatan, pihaknya juga akan melarang warga Yahudi keluar saat bulan sabit.

“Bukan apa-apa, bulan sabit itu kan logo umat islam. Saya takut nanti orang yahudi akan baca syahadat karena melihat bulan sabit. Pemerintah Kota Yerusalem bersama SKPD yang ada akan terus berupaya untuk mengantisipasi seluruh kegiatan yang berdampak dan dilatarbelakangi masalah sosial kemasyarakatan serta dikhawatirkan merusak moral generasi penerus,” katanya.

Sejauh ini, pemerintah Yerusalem sedang berusaha untuk melarang orang Yahudi untuk meminum air putih karena terindikasi mirip Air Zamzam. “Kami sedang bicarakan dengan Pak Benjamin, sejauh ini beliau masih mempertimbangkan apakah minum air akan dilarang atau tidak di Israel. Mengingat Air Zamzam yang sangat lekat dengan umat Islam. Kami tidak mau warga Yerusalem masuk islam setelah minum air,” kata Nir Barkat.

Usaha untuk melawan Islamisasi dari orang Arab Asing memang sangat gencar dilakukan di Israel. Hal ini diduga karena ada jutaan warga Arab Asing ilegal yang dimasukan ke negara itu untuk memenangkan Palestina. “Kami, laskar Front Pembela Israel, lebih baik mati daripada membiarkan orang Arab Asing merusak akidah dan bangsa kami,” kata Teghyu Yurpnomo, Petua Pemuda Yahudi Israel.

Di Bukittinggi, ada Peraturan Daerah tentang Pemberantasan Maksiat. Aturan ini diharapkan dapat menjadi pintu untuk menjaga iman dan takwa warga. Nir Barkat mengaku bahwa peraturan ini jenius. Sejak 2008, Pemda sudah melarang perayaan Valentine yang dianggap dekat dengan maksiat.

“Perda yang jenius!” Kata Nir Barkat. Untuk itu, pihaknya menyatakan menunggu masukan warga Israel lainnya terkait perda-perda yang dapat menjaga kemurnian ajaran Judaisme.

“Kami berterima kasih atas masukan masyarakat, dan unsur terkait lainnya, atas permasalahan yang ditimbulkan oleh perempatan. Ke depan Pemkot Yerusalem akan mengoptimalkan pengawasan dari berbagai event yang akan dilaksanakan di kota umat Yahudi ini.”

Avatar
Arman Dhanihttp://www.kandhani.net
Penulis. Menggemari sepatu, buku, dan piringan hitam.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Sastra, Dildo dan Evolusi Manusia

Paling tidak, berdasarkan catatan tertulis, kita tau bahwa sastra, sejak 4000 tahun lalu telah ada dalam sejarah umat manusia. Hari ini, catatan yang ditulis...

Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia

Di dalam buku Huntington yang 600-an halaman yang berjudul Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia mengatakan bahwasanya masa depan politik dunia akan...

Di Bawah Erdogan Turki Lebih Tidak Demokratis dari Indonesia

Turki di bawah kepemimpinan Erdogan sering dibanding-bandingkan dengan Indonesia di bawah Jokowi. Perbandingan dan penghadap-penghadapan antara Erdogan dan Jokowi yang sering dilakukan oleh kelompok...

Refleksi Bulan Bahasa: Apa Kabar Perpres 63/2019?

Oktober adalah bulan yang sangat bersejarah dalam kehidupan bangsa Indonesia. Pada bulan inilah, 92 tahun silam terjadi peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak lahirnya...

Berlindung di Balik Topeng Kaca, Public Figure juga Manusia

Ketika Candil lewat Grup Band Seurieus, salah satu Band Rock Kenamaan tahun 2000-an awal ini menyuarakan pendapatnya lewat lagu Rocker juga Manusia, saya seratus...

ARTIKEL TERPOPULER

Tamansiswa, Ki Hadjar Dewantara, dan Sistem Pendidikan Kolonial

Setiap 2 Mei kita dihadapkan pada kesibukan rutin memperingati Hari Pendidikan Nasional. 2 Mei itu merupakan tanggal kelahiran tokoh pendidikan nasional, Ki Hadjar Dewantara,...

Pemuda Pancasila Selalu Ada Karena Banyak yang Memeliharanya

Mengapa organisasi ini masih boleh terus memakai nama Pancasila? Inikah tingkah laku yang dicerminkan oleh nama yang diusungnya itu? Itulah pertanyaan saya ketika membaca...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Di Bawah Erdogan Turki Lebih Tidak Demokratis dari Indonesia

Turki di bawah kepemimpinan Erdogan sering dibanding-bandingkan dengan Indonesia di bawah Jokowi. Perbandingan dan penghadap-penghadapan antara Erdogan dan Jokowi yang sering dilakukan oleh kelompok...

Cara Mahasiswa Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Teknologi selalu mengalami perubahan-perubahan seakan tidak pernah ada ujungnya. Seperti halnya saat ini teknologi sudah sangat berkembang dengan pesat terutama dalam bidang teknologi informasi...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.