Kamis, Oktober 22, 2020

Dituduh Pakai Stuntman, Ini Klarifikasi Jokowi

Imam Besar Church of Satan Tegur Amien Rais

Minggu, 15 April 2018, Imam Besar Church of Satan Anton LaVey mengirimkan surat terbuka kepada politikus Indonesia Amien Rais. Surat itu berisi kecaman serta...

Setya Novanto Protes Perlakuan Polisi Pada Demonstran May Day

MANDHANINEWS: Mantan anggota DPR dan politisi Golkar. Setya Novanto melayangkan protes keras pada polisi. Hal ini karena perlakuan tidak menyenangkan yang dilakukan aparat hukum...

Klarifikasi Partai Setan Soal Aksi Teror Peserta #2019GantiPresiden di Car Free Day

Salam setan. Sehubungan dengan maraknya berita tentang penyerangan ibu dan anak di acara Car Free Day Jakarta, di mana ibu itu diserang dan dirundung...

Wawancara Eksklusif Teroris Anggota ISIS

Pagi tadi, seorang anggota ISIS menepati janjinya. Ia datang ke kamar kos saya dengan hanya membawa pisau—ini lebih baik ketimbang perjanjian sebelumnya. Kami duduk...
Avatar
Arman Dhanihttp://www.kandhani.net
Penulis. Menggemari sepatu, buku, dan piringan hitam.

MANDHANINEWS menemui Presiden Jokowi usai acara Asian Games. Kami bertanya apakah benar beliau memakai stuntman atau pemeran pengganti untuk aksi motor di pembukaan Asian Games kemarin. Di hadapan jajaran kabinet dan paspampres, Presiden tidak menampik tuduhan itu. “Tentu saya bisa jelaskan. Tapi tak perlu dan tak baik di mata rakyat. Apalagi saat ini kita tengah menghadapi masalah keamanan, politik dan ekonomi,” kata Jokowi.

Sabit Teguh Cyberpunk, reporter MANDHANINEWS, juga mengonfirmasi dugaan eksploitasi anak-anak dalam video pembukaan Asian Games. Terutama anak Pramuka. Tuduhan ini sebelumnya disampaikan oleh elit Partai Dagelan (PD). Dugaan tersebut makin santer terdengar karena banyak orang yang curiga Anak Pramuka itu adalah Russel; tokoh dalam film UP yang sampai saat ini belum lulus SD juga, karena kesibukannya menjadi aktor dalam film-film Pixar.

Jokowi sekali lagi tidak membantah maupun membenarkan tuduhan tersebut.

“Saya perhatikan, banyak politikus yang lampaui batas sehingga ciderai keadilan dan akal sehat. Mungkin rakyat tak berdaya, tapi apa tidak takut kepada Tuhan—Allah SWT?” kata Jokowi tenang.

Menurut Presiden Jokowi, daripada meributkan anak pramuka menyebarang, lebih baik fokus pada anak-anak bercadar hitam yang hendak berangkat jihad sembari membawa AK-47. Jokowi sedang merujuk pada aksi anak TK di Probolinggo yang pawai menenteng senjata.

Jokowi merasa terlalu banyak hal yang memecah-belah bangsa. Untuk itu, ia merasa perlu menyerukan perdamaian. Jangan hanya ribut copras-capres, Asian Games, Via Vallen atau Nella Kharisma.

“Justru kita harus bersatu-padu. Juga makin rukun. Jangan malah cekcok dan beri contoh yang tak baik kepada rakyat. Malu kita,” lanjut Jokowi.

Kepada Sabit Teguh Cyberpunk Jokowi mengaku tidak keberatan dikritik. Asal kritik itu membangun. “Kritik itu laksana obat. Jika dosis dan cara meminumnya tepat, badan menjadi sehat. Mengkritik pemimpin haruslah beretika dan patut,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan oposisi untuk terus menjaga sikap, jangan mengancam NKRI dengan perpecahan.

Soal cincin emas yang dipakai di jari manisnya, Jokowi mengaku itu adalah cincin kawin asli dan bukan endorse dari Olshop. Dirinya membantah tudingan bahwa adegan itu ditujukan untuk menyindir orang-orang jomblo, apalagi Prabowo Subianto.

“Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah dan penyebar “hoax” berkuasa dan merajalela. Kapan rakyat dan yang lemah menang?” ungkap Jokowi, menyesalkan.

Lalu soal motor yang tidak ada plat nomornya, Jokowi mengaku motor itu baru dikredit. Keluar dari dealer motor langsung dipakai, belum sempat bikin plat. Lagi pula motor itu juga pinjaman, bukan milik pribadi. Sayangnya, reporter kami belum bisa menemui anggota Paspampres pemilik asli motor tersebut.

Di tempat berbeda, reporter kami Desmond Shihab menemui Hitler N, politisi PD. Hitler membantah tuduhan netizen bahwa koruptor yang ditahan di penjara adalah stuntman. “Bohong itu. Mereka kader kami,” kata Hitler.

Hitler melakukan klarifikasi karena merasa partainya diserang dengan tuduhan memakai pemeran pengganti untuk jadi narapidana kasus korupsi. “Angelina, Nazarudin, Anas, semua itu kader asli kami. Dipenjara semua. Enggak ada yang pakai pemeran pengganti,” kata Hitler tegas.

Ia mengaku akan menuntut siapa pun yang menuduh bahwa narapidana kasus korupsi yang ada di penjara saat ini adalah stuntman. “Jangan sampai kami bikin aksi 212 juta kader ya,” ancamnya.

Dulu, beberapa politisi PD menjadi bintang iklan “Katakan Tidak Pada(hal) Korupsi”. Kini, sebagian besar dari mereka telah masuk penjara. Capaian ini belum pernah diperoleh partai lain di Indonesia. Hitler menganggap capaian PD tersebut tidak bisa dibandingkan dengan Presiden Jokowi.

“Pak Jokowi untuk naik motor saja harus pakai stuntman. Lah, kami ini korupsi enggak ada pakai orang lain,” demikian Hitler.

Avatar
Arman Dhanihttp://www.kandhani.net
Penulis. Menggemari sepatu, buku, dan piringan hitam.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Vaksin Demi Kesehatan Rakyat

Pemerintah berjuang penuh demi kesehatan rakyat. Keseriusan untuk menemukan vaksin Covid-19 adalah langkah yang sangat tepat. Karena vaksin merupakan solusi yang menjadi harapan rakyat...

Wabah, Membela Eksistensi Tuhan di Hadapan Ateisme (Habis)

Covid-19 Sebagai Fakta Kehidupan  Terlepas dari apakah Covid-19 adalah akibat dari ulah manusia, dan karena itu sebagai bagian dari kehendak bebas manusia, penderitaan kita hari ini pada...

Membereskan Pembukuan Tanpa Menguras Kantong

Pernahkah Anda mengalami sulitnya membereskan pembukuan dengan cepat dan mendapatkan laporan keuangan berhari-hari? Seringkali pebisnis hanya fokus cara meningkatkan omset bisnisnya saja, namun tidak menyadari cara...

Mengenal Sosok Tjokroaminoto

Tjokroaminoto merupakan orang yang pertama kali meneriakkan Indonesia merdeka, hal ini membuatnya sosok yang ditakuti oleh pemerintah Hindia-Belanda. De Ongekroonde Van Java atau Raja...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

ARTIKEL TERPOPULER

Tanggapan Orang Biasa terhadap Demo Mahasiswa dan Rakyat 2019

Sudah dua hari televisi dihiasi headline berita demonstrasi mahasiswa, hal yang seolah mengulang berita di TV-TV pada tahun 1998. Saya teringat kala itu hanya...

Cara Mahasiswa Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Teknologi selalu mengalami perubahan-perubahan seakan tidak pernah ada ujungnya. Seperti halnya saat ini teknologi sudah sangat berkembang dengan pesat terutama dalam bidang teknologi informasi...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Hitam Putih Gemerlap Media Sosial

“Komunikasi adalah inti dari masyarakat kita. Itulah yang menjadikan kita manusia.” Setidaknya begitulah yang dikatakan Jan Koum, pendiri aplikasi Whatsapp yang kini telah mencapai...

Jangan Bully Ustazah Nani Handayani

Ya, jangan lagi mem-bully Ustazah Nani Handayani “hanya” karena dia salah menulis ayat Al-Qur’an dan tak fasih membacakannya (dalam pengajian “Syiar Kemuliaan” di MetroTV...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.