Banner Uhamka
Senin, September 21, 2020
Banner Uhamka

Sepp Blatter Jagokan Edy Rahmayadi Jadi Presiden FIFA

Lia Eden Bantah Klaim Amien Rais tentang Tuhan Malu

Amien Rais, politisi senior Partai Amanat Nasional, menyebut Tuhan akan malu jika tidak mengabulkan doa umat mengganti presiden. Pernyataannya ini merupakan yang kesekian dari...

Tommy Soeharto dan Partai Berkarya Dukung Jokowi 7 Periode

Meski belum jelas apakah Jusuf Kalla (JK) dan Partai Perindo akan memenangkan gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) soal masa jabatan wakil presiden, Hutomo Mandala...

Terbukti Lakukan Eksploitasi Anak, Pemerintah Dukung KPAI Bubarkan PB Djarum

Akhirnya pemerintah republik menyepakati usulan KPAI untuk membubarkan eksploitasi terselubung PB Djarum. Berdasar pengakuan tetangga dari Kementerian Kesehatan, Ibuk Romlah Sukasah, katanya kabar burung Kementerian...

Imam Besar Church of Satan Tegur Amien Rais

Minggu, 15 April 2018, Imam Besar Church of Satan Anton LaVey mengirimkan surat terbuka kepada politikus Indonesia Amien Rais. Surat itu berisi kecaman serta...
Teguh Jambu
Wartawan Kemarin Sore.

Tiada angin tiada hujan, tiba-tiba, mendadak-dak-dak-dak, tahu-tahu makbedunduk mantan Presiden FIFA Sepp Blatter melakukan lawatan ke Jakarta. Para awak media yang mendapat bocoran kabar kedatangannya, termasuk Teguh Jambu dari Mandhaninews, segera mencegatnya di Bandara Soekarno-Hatta. Total ada 11 jurnalis, persis tim sepakbola, yang menunggunya di pintu kedatangan pada Sabtu, 29 September 2018, pukul 11 malam.

Teguh Jambu sudah lama ingin bertemu Sepp Blatter. Ia penasaran bagaimana bentuk hidung mantan orang paling berkuasa di federasi sepakbola dunia itu. Pasalnya, dari yang pernah Teguh terima di grup-grup WhatsApp keluarga dan teman TK dan teman SD dan SMP dan teman kampus dan teman kantor dan teman wartawan lapangan dan warga RT dan warga RW hingga warga Kampung, gambar-gambar Sepp Blatter menunjukkan bentuk hidung yang berbeda-beda: Ada yang bulat merah seperti hidung badut, ada memanjang seperti hidung Pinokio.

“Kita kan jadi penasaran,” kata Teguh.

Begitu Sepp Blatter menampakkan batang hidungnya, 10 wartawan segera merubunginya kecuali Teguh Jambu. “Bentuk hidungnya ternyata biasa saja, enggak bulat, enggak memanjang,” kata Teguh kepada editor Mandhaninews via sambungan telepon, “kayak jambu air dibelah, tapi jambu air yang putih ya.”

Tanpa banyak cingcong, Desmond Shihab, mantan wartawan Mandhaninews yang sekarang bekerja untuk acara televisi Telinga Nana, seperti biasa, langsung menodong Sepp Blatter dengan pertanyaan tajam, “Apa maksud dan tujuan Anda kok tahu-tahu kemari?”

Dengan senyum khasnya, Sepp Blatter menjawab tenang. “Tadi sore, pacar saya yang cantik Linda Barras menunjukkan berita tentang sahabat saya terkasih Edy Rahmayadi. Saya membaca di berita itu, banyak netizen Indonesia merisak sahabat saya terkasih Edy Rahmayadi. Saya hampir menitikkan air mata membaca hujatan-hujatan yang kejam kepada sahabat saya terkasih Edy Rahmayadi. Saya bisa membayangkan perasaannya dan saya merasa tidak cukup hanya meneleponnya, saat itu juga saya memutuskan untuk terbang ke Jakarta menemui sahabat saya terkasih Edy Rahmayadi.”

Sepp diam sebentar, menarik napas agak dalam, terlihat agak ngos-ngosan sehabis mengucapkan kalimat-kalimat panjang. “Saya datang untuk memberi dukungan moral kepada sahabat saya terkasih Edy Rahmayadi,” katanya. “Saya datang untuk memberi dukungan moral.”

“Bagaimana tanggapan Anda soal kematian suporter di Liga 1 Indonesia?” tanya Felix Tibi Futsal dari kantor berita Antirta.

“Yang berlalu biarlah berlalu. Kita harus menatap ke depan. Saya percaya, hakulyakin, sahabat saya terkasih Edy Rahmayadi bisa membereskan persoalan ini sehingga di masa mendatang tragedi seperti ini tidak akan terulang lagi. Saya percaya sepenuhnya kemampuan sahabat saya terkasih Edy Rahmayadi,” jawab Sepp.

“Bahkan saya percaya Sahabat saya terkasih Edy Rahmayadi bisa memimpin FIFA lebih baik daripada Gianni Ifantino, Presiden FIFA sekarang.”

“Anda yakin? Apa alasan Anda?” sambar Desmond Shihab.

Sepp Blatter tertawa kecil, mengambil kaca mata hitam dari saku kemeja lalu mengenakannya.

“Sahabat saya terkasih Edy Rahmayadi jauh lebih kreatif daripada Gianni yang miskin imajinasi. Sahabat saya terkasih Edy Rahmayadi jauh lebih cerdas daripada Gianni yang bloon. Sahabat saya Edy Rahmayadi jauh lebih tegas daripada Gianni yang klemar-klemer. Saya kira itu alasan yang cukup untuk percaya bahwa sahabat saya tekasih Edy Rahmayadi adalah Presiden FIFA berikutnya.”

“Tapi saya dengar dari orang dekatnya Pak Edy juga berambisi menjadi Presiden Indonesia,” Felix Tibi Futsal menanggapi.

“Ah, saya pikir itu bukan masalah. Kalau itu benar, saya justru akan semakin angkat topi kepada sahabat saya terkasih Edy Rahmayadi; itu berarti sahabat saya terkasih Edy Rahmayadi punya mimpi besar, itu berarti sahabat saya terkasih Edy Rahmayadi punya ambisi besar untuk membuat Indonesia dan sepakbola dunia jadi lebih baik.”

Ketika Desmond Shihab hendak muka mulut, Sepp memberi isyarat dengan menaruh jari telunjuknya di muka Desmond.

“Sebentar, bocah manis, saya teruskan dulu, ya,” kata Sepp.

“Sahabat saya terkasih Edy Rahmayadi sekarang kan Ketua PSSI sekaligus Gubernur Sumatera Utara? Kalau sahabat saya terkasih bisa memimpin federasi sepakbola negaranya sambil memimpin sebuah provinsi, kenapa tidak menjadi Presiden Indonesia sekaligus Presiden FIFA?”

Teguh Jambu
Wartawan Kemarin Sore.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Religion in Academic Study; An Introduction

"Religion" in relation to ritual practice became an item in an inventory of cultural topics that could be presented either ethnographically in terms of...

Optimisme di Tengah Ketidakbersatuan ASEAN

Optimisme ASEAN yang memasuki usia 53 tahun pada 8 Agustus lalu harus dihadapkan pada kenyataan pahit dan diliputi keprihatinan. Negara-negara anggota ASEAN dipaksa atau...

Investasi dalam Bidang SDA dan Agenda Neoliberal

Hari telah menuju sore, dengan wajah yang elok Presiden Joko Widodo membacakan naskah pidatonya saat dilantik untuk kedua kalinya pada tahun 2019 lalu. Sepenggal...

PKI, Jokowi, dan Tertusuknya Syekh Jaber

Syekh Ali Jaber ditusuk AA, Ahad malam (13/9/2000) di Lampung. Siapa AA? Narasi di medsos pun gonjang-ganjing. Konon, AA adalah kader PKI. Partai yang berusaha...

Konflik Yaman dan Kesepakatan Damai Israel-UEA

Kesepakatan damai Israel-UEA (Uni Emirat Arab), disusul Bahrain dan kemungkinan negara Arab lainnya, menandai babak baru geopolitik Timur Tengah. Sejauh ini, pihak yang paling...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.