Selasa, Maret 2, 2021

Uang Hasil Saham Bir Itu Haram, Pajak Hiburan dan Bunga Bank Tidak

Imam Besar Church of Satan Tegur Amien Rais

Minggu, 15 April 2018, Imam Besar Church of Satan Anton LaVey mengirimkan surat terbuka kepada politikus Indonesia Amien Rais. Surat itu berisi kecaman serta...

Secarik Pledoi untuk Akhi Gilang Kazuya Shimura

Tolonglah, jika Anda beriman dan beragama yang benar (yaitu Islam), tolong baca naskah pembelaan untuk Akhi Gilang Kazuya Shimura ini sampai selesai. Jika sudah,...

Tommy Soeharto dan Titiek Soeharto Dukung Jokowi 7 Periode

Setelah Jusuf Kalla (JK) dan Partai Perindo mengajukan gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) soal masa jabatan wakil presiden, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto,...

Menjadi Manusia yang Berempati Terhadap Kelas Pekerja

Tetangga saya di rumah bilang, jadi petani itu lebih mudah daripada jadi penulis. Selama lebih dari 40 tahun dia menjadi petani, bangun pagi, menggarap...
Avatar
Arman Dhanihttp://www.kandhani.net
Penulis. Menggemari sepatu, buku, dan piringan hitam.

Kepada para cebonger yang kejang-kejang karena keputusan Anies dan Sandi soal penjualan saham di perusahaan bir,

Ya, saya paham Anda semua ini kan cuma bisa berkiblat pada penista agama si Ahok. Mana ngerti dengan kesantunan dan keimanan Pak Anies Baswedan dan Sandi Uno. Penjualan saham bir oleh Pemda DKI itu adalah usaha memenuhi janji. Janganlah disamakan dengan Jokowi-Ahok yang janji enggak gusur eh tahu-tahunya gusur.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa salah satu penghasilan pemda Jakarta adalah uang haram dari perusahaan bir. Nauzubillah tsumma nauzubillah, sudah memabukkan bikin dosa lagi. Maka sudah benar saat Pak Anies memutuskan menjual saham di perusahaan haram itu. Bukan apa-apa, masak membangun kota pakai uang haram?

Komitmen pasangan Anies-Sandi dalam menjaga kota Jakarta untuk tetap di jalan dakwah harusnya kita dukung. Misalnya melarang sahur on the road, sudah benar ini. Berbeda dari larangan penista agama yang kafir, dulu kan bertujuan untuk menghadang dakwah, kalo sekarang untuk menjaga keamanan umat.

Mau tahu berapa pendapatan asli daerah Jakarta? Pendapatan pajak Rp 38,12 triliun, restribusi daerah Rp 690 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah Rp 533 miliar, dan pendapatan asli daerah lainnya Rp 5,21 triliun. Berapa dari sekian triliun itu yang disumbang dari barang haram kayak alkohol?

Pada 2012, menurut data Badan Penanaman Modal dan Promosi (BPMP) Provinsi DKI Jakarta, PT Bank DKI menduduki posisi pertama pembayar PAD terbesar di 2012 dengan perolehan sebesar RP 150 miliar.

Deviden yang disetorkan PT Bank DKI, perbankan milik Pemerintah Jakarta, tahun ini meningkat 50 persen dari perolehan deviden pada tahun sebelumnya sebesar Rp 100 miliar. Karena peningkatan kinerja itu, perusahaan berniat untuk melepas sebagian sahamnya ke publik melalui mekanisme pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO).

Coba, lihat hukum jual-beli saham dan deviden hasil riba, halal apa haram? Ini kan yang jadi pertanyaan cebong?

Dulu saya pernah bilang bisnis hiburan malam di Jakarta itu penyumbang pajak yang besar. Tempat hiburan malam seperti diskotik, tempat karaoke, dan klub malam yang jualan alkohol ada banyak. Pada 2017, pemda Jakarta mendapat pemasukan dari bisnis ini sekitar 155 miliar.

Kalau dipakai buat modal penyaluran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tingkat SMA se-Jakarta yang besarnya 200 miliar kurang sedikit, duit haram yang ini sudah bisa menutup tiga perempatnya. Tapi ini kan haram, tidak berkah, kurang baik.

Apa itu saja sumber pemasukan haram? Ya enggak. Ingat, di Jakarta itu masih banyak restoran yang jualan makanan haram seperti babi, kena pajak juga, uang hasil pajak menjual makanan seperti babi hukumnya apa? Kalau Ahok yang memimpin, jelas haram, tapi kalo Pak Anies-Sandi ya jadi halal. Kenapa? Kan untuk umat.

Belum lagi simpanan dana APBD yang ada di Bank, itu kan berbunga. Hukum bunga itu riba dan segala yang riba itu haram. Tapi itu kan dulu pas gubenurnya kafir, sekarang gubenurnya seagama jadi beda hukumnya.

Sini, saya jelaskan. Bunga Bank itu kan bukan karena kita yang pengin, tapi karena pemerintah yang menyimpan. Masak kita mau simpan duit miliaran di bawah bantal? Ya mau tak mau harus di bank. Soal bank ternyata memberi bunga, ya, itu dosanya si bank, bukan dosa kita.

Nah, soal pajak hiburan malam. Wong orang kafir saja boleh dipajaki, masa hiburan malam tidak? Beda dengan perusahaan bir yang jelas-jelas haram, karena kita ambil untung dari sana. Cebong dan liberal yang enggak pernah ikut aksi damai mana mengerti hal-hal begini.

Semoga tulisan ini bisa membantu Anda paham. Salam damai Kapak Naga Geni 212. #WaniSableng.

Avatar
Arman Dhanihttp://www.kandhani.net
Penulis. Menggemari sepatu, buku, dan piringan hitam.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Gangguan Jiwa Skizofrenia

Kesehatan jiwa adalah kondisi dimana individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan social sehingga individu tersebut menyadari kemampuan diri sendiri. Dapat mengatasi tekanan,...

Mencermati Inflasi Menjelang Ramadhan

Beberapa pekan lagi, Bulan Ramadhan akan tiba. Bulan yang ditunggu-tunggu sebagian umat muslim ini adalah bulan yang istimewa karena masyarakat muslim berusaha berlomba-lomba dalam...

Kasus Khashoggi Makin Mendunia

Hari ini, 1 Maret 2021, Biden mau umumkan resmi di Washington keterlibatan MBS dalam pembunuhan Kashoggi. Menarik. KAS pasti meradang. Ini konflik pertama, yg sulit...

Jujur Itu Hebat, Artidjo Personifikasi dari Semua Itu

Satu demi satu orang tumbang dibekap covid, penyakit lain atau karena usia. Pagi ini saya kembali dikejutkan oleh berpulangnya Artidjo Alkostar, kawan lama yang...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

ARTIKEL TERPOPULER

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.