Rabu, Desember 2, 2020

Allah SWT via Roy Kiyoshi: Saya Desak Ali Mochtar Ngabalin Berpihak ke Jokowi

Wawancara Eksklusif Teroris Anggota ISIS

Pagi tadi, seorang anggota ISIS menepati janjinya. Ia datang ke kamar kos saya dengan hanya membawa pisau—ini lebih baik ketimbang perjanjian sebelumnya. Kami duduk...

Tiru Bukittinggi, Walikota Yerusalem Larang Perempatan Karena Mirip Salib

Nir Barkat, Walikota Yerusalem menggemparkan publik kota itu setelah melarang adanya perempatan atau simpang empat di kotanya. Hal ini ia ambil setelah menelaah dan...

Menjadi Manusia yang Berempati Terhadap Kelas Pekerja

Tetangga saya di rumah bilang, jadi petani itu lebih mudah daripada jadi penulis. Selama lebih dari 40 tahun dia menjadi petani, bangun pagi, menggarap...

Generasi Milenial Perlu Belajar dari Bu Mega, Jangan Demo Aja

"Anak muda kita jangan dimanja, dibilang generasi kita adalah generasi milenial. Saya mau tanya hari ini apa sumbangsihnya generasi milenial yang sudah tahu teknologi...

Roy Kiyoshi tiba-tiba ambruk. Para penonton di studio yang menonton langsung acara Kurma bengong. Tatapan mereka kemudian beralih ke arah para kru televisi yang bertugas, seolah bertanya, “Ada apa gerangan?”

Ini di luar skenario. Seharusnya tidak ada adegan Roy jatuh. Para kru pun terpana, saling lihat satu sama lain, beberapa bahu terangkat, Robby Purba mulai toleh kanan toleh kiri, untung tak tertangkap kamera. Kamera para kru terus menyorot Roy Kiyoshi, dari atas, dari samping kiri samping kanan. Roy telungkup, seperti orang setengah sujud, sujud tapi miring dan pantatnya jatuh menimpa pergelangan kaki.

Mandhani, produser acara Kurma, acara spesial bulan Ramadan, tergopoh-gopoh mendekati lokasi Roy. Ia bermaksud mencoba berkomunikasi dengan Roy dengan kode-kode, tapi percuma, mata Roy terpejam dan posisinya mencium lantai studio.

Jutaan pasang mata Indonesia menyaksikan adegan tersebut di kotak televisi di rumah masing-masing, di warung-warung, di bar, di pos jaga, pos ronda, halte busway, bahkan di toilet eksklusif.

15 menit berlalu, adegan itu tak berganti. Roy Kiyoshi masih telungkup tak berkutik. Sementara Mandhani selaku produser belum berani ambil tindakan, tidak juga memotongnya dengan pariwara. “Bagaimana jika ada sesuatu yang penting untuk bangsa ini terjadi? Sesuatu yang penting untuk peradaban, untuk kita semua,” pikir Mandhani.

Ia memberi aba-aba kepada para kru untuk meneruskan pekerjaan masing-masing, kepada para penonton dan Robby Purba agar tetap tenang.

30 menit berlalu, para penonton mulai membicarakan adegan ganjil itu di media sosial. Dengan cepat ia menjadi trending topic. Dan semakin banyak orang menyalakan televisi. Meme-meme bertebaran, spekulasi bermunculan, teori-teori konspirasi tak terbendung.

Sepertiga malam, para penonton masih penasaran apa yang sesungguhnya terjadi dan menunggu dengan setia di hadapan kotak televisi. Anak-anak ikut nimbrung. Bahkan beberapa punggawa istana negara pun melototi televisi, abai akan tugas menjelang sahur. Sampai Presiden Jokowi bangun untuk santap sahur seperti biasa dan mendapati meja makan kosong.

Di Studio 212 ARTV, Mandhani mulai mengantuk. Tangannya mulai mengusap-usap mata dan wajahnya yang kuyu. Sebagian besar penonton masih setia menunggu, mereka hanya pindah dari tempat duduknya untuk ke kamar kecil atau makan dengan gerakan sangat hati-hati dan suara seminimal mungkin.

Mandhani tergeletak tidur. Roy Kyoshi masih telungkup.

Mandhani tergeletak tidur. Roy Kyoshi masih telungkup. Robby Purba mengorok di kursinya.

Mandhani tergeletak tidur. Roy Kyoshi masih telungkup. Robby Purba mengorok di kursinya. Jokowi ikut nonton Kurma bersama para ajudan dan staf istana.

Mandhani tergeletak tidur. Roy Kyoshi masih telungkup. Robby Purba mengorok di kursinya. Jokowi ikut nonton Kurma bersama para ajudan dan staf istana. Televisi menampilkan pose Roy Kyoshi dan suara orok Robby Purba plus Mandhani.

Mandhani tergelak tidur, terbangun mendengar suara Roy Kyoshi menjerit. Buru-buru ia mengelap ilernya. Dengkur Robby Purba tenggelam ditelan jeritan Roy, dan Robby bangun dengan perasaan terancam.

“Robby, Robby,” kata Roy, “Saya merasakan energi yang sangat luar biasa hingga saya pingsang. Saya mencium seluruh bebauan di jagat raya sampai saya semaput.”

Robby segera bangkit mendekat. “Masalah apa yang kita bahas, Roy?”

“Saya menerima pesan dari Allah SWT. Allah SWT tak suka didesak-desak. Allah SWT berfirman, ‘Ali Mochtar Ngabalin mendesak saya berpihak ke Prabowo, saya desak Ali Mochtar Ngabalin berpihak ke Jokowi.’”

Mandhani bangkit, menghadap para penonton, menggerakkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan seperti Vicky Burqa sebelum hijrah. Mukanya, muka Mandhani, bukan Vikcy Burqa, memenuhi layar televisi seluruh Indonesia.

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Mengapa RUU Minol Harus Disahkan

Pada zaman yang serba modern seperti sekarang ini apa saja dapat dilakukan dan didapatkan dengan mudah karena teknologi sudah semakin canggih. Dahulu untuk mendapatkan...

Pay It Forward Merespon Dampak Pandemi Covid-19

Sinopsis Film Pay It Forward Pay It Forward merupakan sebuah film asal Amerika Serikat yang sarat pesan moral. Film ini dirilis pada tahun 2000, yang...

Senyum Ekonomi di Tengah Pandemi

Pandemi tak selamanya menyuguhkan berita sedih. Setidaknya, itulah yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Berita apa itu? Sri Mulyani, menyatakan, kondisi ekonomi Indonesia tidak terlalu...

Dubes Wahid dan Jejak Praktek Oksidentalisme Diplomat Indonesia

Pada 5 Oktober 2000 di Canberra dalam forum Australian Political Science Association, pakar teori HI terkemuka Inggris, Prof. Steve Smith berpidato dengan judul, “The...

Gejala ‌Depresi‌ ‌Selama‌ ‌Pandemi‌ ‌Hingga‌ ‌Risiko‌ Bunuh Diri

Kesehatan mental seringkali diabaikan dan tidak menjadi prioritas utama seseorang dalam memperhatikan hal yang di rasakannya. sementara, pada kenyataannya kesehatan mental sangat mempengaruhi banyak...

ARTIKEL TERPOPULER

Luasnya Kekuasaan Eksekutif Menurut Undang-Undang

Proses demokrasi di Indonesia telah memasuki tahap perkembangan yang sangat penting. Perkembangan itu ditandai dengan berbagai perubahan dan pembentukan institusi atau lembaga baru dalam...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.