Minggu, Februari 28, 2021

Vladimir Putin: Prabowo Subianto Fadli Zon Bukan Pegawai Rusia

Young Lex Gantikan Ratna Sarumpaet di Tim Kampanye Prabowo-Sandi Uno

“Pak Djoko Santoso sampai susah tidur tiga hari tiga malam,” kata Dahnil Anzar Simanjuntak, Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandiaga, “Beliau istikharah berulang-ulang, berulang-ulang, untuk menemukan...

Tertawalah Selagi Bisa!

Tertawa dan menangis terkadang dipertentangkan. Padahal dua hal tersebut baik untuk kesehatan mental. Orang waras pasti melakukan itu. Dalam kondisi tertentu, penyebab tawa dan tangis...

Sikapi Polemik, MUI Akan Keluarkan Fatwa Terkait Mi Instan Paling Enak

Ma'ruf Ridhoi, ketua Majelis Umatmi Indonesia, mengaku prihatin atas polemik mie instan paling enak yang saat ini sedang terjadi. Seperti diketahui, polemik mi instan...

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Gerah mendapatkan tautan di semua platform media sosial dari netizen Indonesia mengenai Prabowo Subianto dan Fadli Zon, pemerintah Rusia akhirnya merasa perlu menanggapi secara resmi. Tak tanggung-tanggung, Presiden Vladimir Putin sendiri yang menyampaikan pernyataan tersebut di Lapangan Merah disaksikan jutaan pendukungnya tepat di hari ulang tahun ke-200 Karl Marx.

“Saya merasa terhina, negara sebesar Rusia dikait-kaitkan dengan dua sosok culun dari negara dunia ketiga: Prabowo Subianto dan Fadli Zon,” kata Putin tanpa pembukaan bertele-tele, meski agak terbata-bata mengeja nama dua politisi Partai Gerindra tersebut.

“Melalui mimbar ini saya ingin menegaskan: Prabowo Subianto dan Fadli Zon bukan pegawai kami, bukan pula agen kami, dan kami tidak pernah punya kontak dengan keduanya.”

Putin kemudian menjelaskan kepada rakyatnya tentang pernyataan Fadli Zon, “di negeri nun jauh, seorang politisi menginginkan sosok seperti saya untuk meminpin negaranya.” Lapangan Merah seketika bergemuruh. Mereka yang hadir memekikkan nama Putin.

“Tentu saja itu mimpi di siang bolong. Sampai lebaran tapir buntung pun, hanya ada satu Putin,” lanjutnya dengan suara meninggi. “Hanya ada satu Putin!”

Lapangan Merah menyambut pernyataan itu dengan lagu-lagu kebesaran seperti para pendukung klub sepakbola. Putin diam senjenak dan mengangguk-angguk, memberi kesempatan rakyatnya menyanyikan namanya.

Setelah 30 menit, Putin mengangkat kedua tangannya tanda cukup. Ia meneruskan cerita tentang seorang capres yang meniru gayanya, bertelanjang dada.

“Aduh, cemen banget,” kata Putin. “Saya bertelanjang dada di tengah salju, mengendarai seekor beruang besar. Kalau hanya untuk dibopong-bopong, situ oke?”

Lapangan Merah kembali dipenuhi sorak sorai dan pekikan. Botol-botol vodka mulai diacung-acungkan. Putin kembali manggut-manggut, ia memahami aspirasi warganya.

“Baiklah, rakyatku, lebih baik kita pesta saja malam ini,” sambut Putin. “Sebagai penutup, sekali lagi saya ingin tegaskan kepada dunia: kami tidak punya hubungan dengan Prabowo Subianto dan Fadli Zon. Dan kami tidak sudi dihubung-hubungkan lagi.”

Namun, menurut sumber dalam Kremlin, banyak petinggi Rusia yang mengusulkan kepada Putin untuk merekrut Fadli Zon. Putin menolak usul itu karena ia telah menaikkan standarnya sejak Donald Trump terpilih jadi pegawai teladan Kremlin. Bagi Putin, siapa pun pegawai atau agen di luar negeri, ia haruslah punya karier minimal seperti Trump: memulainya dengan menjadi host acara televisi (The Aprentice).

Fadli Zon, menurut sumber Kremlin tersebut, memang piawai berbahasa Rusia (ini nilai lebih) dan sudah menjadi persona televisi yang cukup mengagumkan di Indonesia, tapi, masalahnya, Fadli belum punya acara televisi sendiri.

“Setelah menimbang-nimbang secara saksama, Pak Putin lebih tertarik merekrut Najwa Shihab, Karni Ilyas, dan Sule,” ungkap si sumber.

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Generasi Muda di Antara Agama dan Budaya

Oleh: Bernadien Pramudita Tantya K, SMA Santa Ursula Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Indonesia adalah negara yang kaya akan bahasa, budaya,...

Antara Kecerdasan Buatan, Politik, dan Teknokrasi

Di masa lalu, politik dan teologi memiliki keterkaitan erat. Para pemimpin politik sering mengklaim bahwa politik juga merupakan bentuk lain dari ketaatan kepada Tuhan;...

Perempuan dalam Isi Kepala Mo Yan

Tubuh perempuan adalah pemanis bagi dunia fiksi. Kadang diperlakukan bermoral, kadang sebaliknya, tanpa moral. Naluri bebas dari perempuan yang manusiawi, memendam dengki dan membunuh...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Berpegangan Tangan dengan Leluhur

Oleh: Arlita Dea Indrianty, SMAN 36 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Bicara tentang Indonesia tidak akan membawa seseorang pada titik...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Perempuan dalam Isi Kepala Mo Yan

Tubuh perempuan adalah pemanis bagi dunia fiksi. Kadang diperlakukan bermoral, kadang sebaliknya, tanpa moral. Naluri bebas dari perempuan yang manusiawi, memendam dengki dan membunuh...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Antara Kecerdasan Buatan, Politik, dan Teknokrasi

Di masa lalu, politik dan teologi memiliki keterkaitan erat. Para pemimpin politik sering mengklaim bahwa politik juga merupakan bentuk lain dari ketaatan kepada Tuhan;...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.