Banner Uhamka
Selasa, September 29, 2020
Banner Uhamka

Vladimir Putin: Prabowo Subianto Fadli Zon Bukan Pegawai Rusia

Allah SWT via Roy Kiyoshi: Saya Desak Ali Mochtar Ngabalin Berpihak ke Jokowi

Roy Kiyoshi tiba-tiba ambruk. Para penonton di studio yang menonton langsung acara Kurma bengong. Tatapan mereka kemudian beralih ke arah para kru televisi yang...

Park Chung-hee: Pemuda Idola Korea Sepanjang Zaman

Wawancara ini ditranskrip setelah saya berhasil melarikan diri dari ruangan gelap, di mana saya dipaksa makan samyang enam kali sehari, dan harus mendengarkan Park...

Via Vallen Salah, Perempuan yang Sumber Fitnah Selalu Salah

Aku ingin bercerita tentang pelecehan seksual yang pernah kualami. Tapi bakal membosankan sekali. Sebab ya begitu-begitu saja, ceritanya seperti yang lain, seperti Via Vallen:...

Setelah Kudeta Film Dilan 1991, Mahasiswa Makassar Akan Sweeping Buku La Galigo. Ada Apa?

Makassar, MANDHANINEWS — Setelah Mahasiswa Makassar melakukan penolakan dan kericuhan terkait film Dilan 1991, para mahasiswa ini akan melakukan kudeta terhadap film tersebut di...

Gerah mendapatkan tautan di semua platform media sosial dari netizen Indonesia mengenai Prabowo Subianto dan Fadli Zon, pemerintah Rusia akhirnya merasa perlu menanggapi secara resmi. Tak tanggung-tanggung, Presiden Vladimir Putin sendiri yang menyampaikan pernyataan tersebut di Lapangan Merah disaksikan jutaan pendukungnya tepat di hari ulang tahun ke-200 Karl Marx.

“Saya merasa terhina, negara sebesar Rusia dikait-kaitkan dengan dua sosok culun dari negara dunia ketiga: Prabowo Subianto dan Fadli Zon,” kata Putin tanpa pembukaan bertele-tele, meski agak terbata-bata mengeja nama dua politisi Partai Gerindra tersebut.

“Melalui mimbar ini saya ingin menegaskan: Prabowo Subianto dan Fadli Zon bukan pegawai kami, bukan pula agen kami, dan kami tidak pernah punya kontak dengan keduanya.”

Putin kemudian menjelaskan kepada rakyatnya tentang pernyataan Fadli Zon, “di negeri nun jauh, seorang politisi menginginkan sosok seperti saya untuk meminpin negaranya.” Lapangan Merah seketika bergemuruh. Mereka yang hadir memekikkan nama Putin.

“Tentu saja itu mimpi di siang bolong. Sampai lebaran tapir buntung pun, hanya ada satu Putin,” lanjutnya dengan suara meninggi. “Hanya ada satu Putin!”

Lapangan Merah menyambut pernyataan itu dengan lagu-lagu kebesaran seperti para pendukung klub sepakbola. Putin diam senjenak dan mengangguk-angguk, memberi kesempatan rakyatnya menyanyikan namanya.

Setelah 30 menit, Putin mengangkat kedua tangannya tanda cukup. Ia meneruskan cerita tentang seorang capres yang meniru gayanya, bertelanjang dada.

“Aduh, cemen banget,” kata Putin. “Saya bertelanjang dada di tengah salju, mengendarai seekor beruang besar. Kalau hanya untuk dibopong-bopong, situ oke?”

Lapangan Merah kembali dipenuhi sorak sorai dan pekikan. Botol-botol vodka mulai diacung-acungkan. Putin kembali manggut-manggut, ia memahami aspirasi warganya.

“Baiklah, rakyatku, lebih baik kita pesta saja malam ini,” sambut Putin. “Sebagai penutup, sekali lagi saya ingin tegaskan kepada dunia: kami tidak punya hubungan dengan Prabowo Subianto dan Fadli Zon. Dan kami tidak sudi dihubung-hubungkan lagi.”

Namun, menurut sumber dalam Kremlin, banyak petinggi Rusia yang mengusulkan kepada Putin untuk merekrut Fadli Zon. Putin menolak usul itu karena ia telah menaikkan standarnya sejak Donald Trump terpilih jadi pegawai teladan Kremlin. Bagi Putin, siapa pun pegawai atau agen di luar negeri, ia haruslah punya karier minimal seperti Trump: memulainya dengan menjadi host acara televisi (The Aprentice).

Fadli Zon, menurut sumber Kremlin tersebut, memang piawai berbahasa Rusia (ini nilai lebih) dan sudah menjadi persona televisi yang cukup mengagumkan di Indonesia, tapi, masalahnya, Fadli belum punya acara televisi sendiri.

“Setelah menimbang-nimbang secara saksama, Pak Putin lebih tertarik merekrut Najwa Shihab, Karni Ilyas, dan Sule,” ungkap si sumber.

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Pengkhianatan Cinta

''Pernahkah Anda melihat orang yang berbuat jahat terhadap orang yang amat dicintainya?'' seseorang bertanya pada Abu Dzar al-Ghiffari, sahabat Rasulullah SAW. ''Pernah, bahkan sering,''...

Minang, Tan Malaka dan Dialektikanya

Minang kembali diperbincangkan di panggung politik nasional. Kali ini bukan karena tokoh dan pemikirannya, melainkan karena ucapan “Semoga Sumatera Barat mendukung Pancasila.” Tulisan ini tidak...

Optimasi Peran Wakil Rakyat di Tengah Pandemi

Mengutip pendapat Cicero dalam Phoebe E. Arde-Acquah (2015), terdapat sebuah adagium hukum yang menyatakan bahwa keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi. Secara konstitusional, adagium hukum...

Miskonsepsi Seks dengan Persetujuan

Pada 13 September 2020 lalu, terunggah sebuah kiriman di Instagram yang berjudul “Kupas Tuntas Pakta Integritas UI dan Pendidikan Sex dengan Persetujuan” yang di...

Jika Cantik Hanya Mengikuti Standar Industri

Belakangan ini perbincangan mengenai bagaimana diri kita maupun bagaimana industri mendefinisikan standart kecantikan kembali ramai diperdebatkan. Mulai dari gerakan perempuan dukung perempuan yang dianggap...

ARTIKEL TERPOPULER

Pengakuan Pak Harto: Malam Jahanam itu Bernama Kudeta

RAUT wajah Presiden Sukarno tampak menahan kesal teramat sangat. Sambil duduk, ia dihadapkan pada selembar kertas yang harus ditandatangani. Di sisi kanan Bung Besar,...

Pengantar Ilmu Komunikasi

Selain menjadi makhluk individual, manusia pun sebagai makhluk sosial yang senatiasa ingin berinteraksi dengan manusia lainnya. Disisi lain, manusia yang berinteraksi tidak hanya ingin...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Menyerupai Suatu Kaum: Hadits, Konteks Budaya, dan Tahun Baru 2018

Hanya dengan satu hadits ini, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Daud dan Ahmad), banyak ustaz yang lantang...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.