Sabtu, Oktober 31, 2020

Klarifikasi Partai Setan Soal Aksi Teror Peserta #2019GantiPresiden di Car Free Day

Setelah Kudeta Film Dilan 1991, Mahasiswa Makassar Akan Sweeping Buku La Galigo. Ada Apa?

Makassar, MANDHANINEWS — Setelah Mahasiswa Makassar melakukan penolakan dan kericuhan terkait film Dilan 1991, para mahasiswa ini akan melakukan kudeta terhadap film tersebut di...

Menjadi Manusia yang Berempati Terhadap Kelas Pekerja

Tetangga saya di rumah bilang, jadi petani itu lebih mudah daripada jadi penulis. Selama lebih dari 40 tahun dia menjadi petani, bangun pagi, menggarap...

Allahu Akbar! Inilah Hasil Pertemuan Amien Rais dan Mahathir Mohamad

Akhirnya Ketua Dewan Penasehat Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menyatakan diri siap menjadi calon presiden pada 2019. Salah satu yang membuat dirinya mantap...

Daripada Mikirin Covid-19, Lebih Asyik Bermain Majas 

Sebenarnya saya paling tidak suka dengan pelajaran Bahasa Indonesia. Sebab, waktu SD pernah ditampar sama si guru. Sempat trauma coy. Sudahlah, yang lalu biar...
Avatar
Arman Dhanihttp://www.kandhani.net
Penulis. Menggemari sepatu, buku, dan piringan hitam.

Salam setan. Sehubungan dengan maraknya berita tentang penyerangan ibu dan anak di acara Car Free Day Jakarta, di mana ibu itu diserang dan dirundung oleh beberapa orang yang memakai kaus #2019GantiPresiden, beredar kabar bahwa orang-orang itu berasal dari Partai Setan.

Demi Setan, kami tegaskan bahwasanya semua berita serta isu-isu tersebut tidak benar dan kami dapat membuktikan bahwa kader Partai Setan bukanlah orang yang gemar mengganggu, apalagi merundung.

Sudah menjadi pedoman partai bahwa kami menolak membawa ajaran setan dalam praktik politik. Kami juga menolak menyakiti orang-orang yang berbeda pendapat, mazhab, atau keyakinan dengan pengikut setan.

Kami percaya bahwa setiap kader Setan telah diajari nilai-nilai serta norma, bahwa lebih baik jadi pengikut setan daripada membawa-bawa Tuhan dalam keburukan individu. Setiap kader Partai Setan telah dibekali Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Persetanan (P4), di mana pasal tiga ayat satunya berbunyi:

“Tiap kader Partai Setan haruslah mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan Belphegor, Bhapomet, dan Bhelzebub.”

Kami menolak politik praktis dan tidak sudi membawa ajaran Tuhan ke dalam tempat ibadah kami. Sesuai panduan imam besar Gereja Setan, “Jauh-jauhilah para agamawan yang membawa nama Tuhan untuk kepentingan pribadi, karena sesungguhnya setan selalu bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan sendiri.”

Saat ini seluruh kader dan Ketua Umum Partai Setan sedang sibuk bekerja. Karena kami percaya hanya dengan kerja, kerja, kerja, pemerataan ekonomi dan supremasi sipil bisa terlaksana. Meski kami tidak percaya pada hak asasi manusia, ekonomi berkelanjutan, dan pembangunan berbasis lingkungan, Partai Setan percaya lebih baik bangun jalan daripada menegakkan kasus HAM.

Kami akan segera menindaklanjuti persoalan ini ke jalur hukum, agar pihak-pihak yang menyebarkan isu-isu miring tentang Partai Setan segera ketahuan dan ditindak. Kami mohon kerjasama dan pengertian Anda.

Atas perhatian Anda kami ucapkan terima kasih.

Avatar
Arman Dhanihttp://www.kandhani.net
Penulis. Menggemari sepatu, buku, dan piringan hitam.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menjaga Kesehatan Tubuh dari Covid-19

Menjaga kesehatan menjadi hal yang penting dilakukan semua kalangan. Apalagi dengan kondisi alam yang semakin merabahnya virus covid 19. Terkadang hal sederhana yang rutin...

Kesehatan Mental dan Buruh

Kerja adalah cerminan kesehatan jiwa. Semakin baik tempat kerja, semakin kecil kemungkinan kita mengalami masalah kejiwaan. Adam Smith dalam bukunya Wealth of Nation secara...

Charlie Hebdo, Emmanuel Macron, dan Kartun Nabi Muhammad

Majalah satir Charlie Hebdo (CH) yang berkantor di Paris kembali membuat panas dunia. CH merilis kartun Nabi Muhammad untuk edisi awal September 2020. Padahal...

Imajinasi Homo Sapiens Modern dalam Menguasai Dunia

  Foto diatas ini mewakili spesies lainnya yang bernasib sama, tentu bukan hanya Komodo, masih ada dan masih banyak lagi hewan yang bernasib sama sebut...

TBC Mencari Perhatian di Tengah Pandemi

Pada awal Maret, Indonesia melaporkan kasus Coronavirus Disease-2019 yang dikenal sebagai COVID-19, terkonfirmasi muncul setelah kejadian luar biasa di Wuhan, Cina. Penyakit ini disebabkan...

ARTIKEL TERPOPULER

Sandiwara Dibalik Pernikahan Raja Majapahit Bali

Belakangan di Bali ramai pemberitaan mengenai acara pertunangan Raja Majapahit Bali bernama lengkap Abhiseka Ratu Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Pandangan 2 Mazhab Hukum Terhadap Putusan MA Soal Eks Napi Koruptor

Pertengahan tahun 2018 ini publik dikagetkan dengan hadirnya PKPU No. 20/2018 yang dalam Pasal 4 ayat (3) menyatakan bahwa Pengajuan daftar bakal calon anggota...

KDRT Saat Pandemi

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) atau yang lebih dikenal dengan nama COVID-19 adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini...

Charlie Hebdo, Emmanuel Macron, dan Kartun Nabi Muhammad

Majalah satir Charlie Hebdo (CH) yang berkantor di Paris kembali membuat panas dunia. CH merilis kartun Nabi Muhammad untuk edisi awal September 2020. Padahal...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.