Kamis, Maret 4, 2021

Pangeran Saudi Tak Sudi Temui Amien Rais, Prabowo, dan Rizieq Shihab

Awkarin Ditetapkan Jadi Juru Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf

Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, yang dipimpin Erick Thohir, tak mau kalah dari Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi yang baru saja menunjuk Young Lex, seorang rapper...

Setya Novanto Protes Perlakuan Polisi Pada Demonstran May Day

MANDHANINEWS: Mantan anggota DPR dan politisi Golkar. Setya Novanto melayangkan protes keras pada polisi. Hal ini karena perlakuan tidak menyenangkan yang dilakukan aparat hukum...

Generasi Milenial Perlu Belajar dari Bu Mega, Jangan Demo Aja

"Anak muda kita jangan dimanja, dibilang generasi kita adalah generasi milenial. Saya mau tanya hari ini apa sumbangsihnya generasi milenial yang sudah tahu teknologi...

Amien Rais Ingin Menjadi Pelatih Timnas Allah

"Kalaupun bisa, mereka tidak akan berani melakukannya," jawab Amien Rais saat ditanya mengenai rencananya melatih Timnas. "Allah pernah mengusir Adam dan Hawa dari surga,...

Di tengah kabar kudeta dan pembunuhan terhadap dirinya yang dilansir beberapa media internasional, termasuk media-media Iran yang notabene musuh besar Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman akhirnya menggelar konferensi pers di kediaman akhir pekannya di Riyadh.

Ana bi khair, alhamdulillah,” kata Putera Mahkota Saudi tersebut, disertai senyum khasnya. “Dan saya siap untuk terus memimpin reformasi Saudi sebagai negara modern yang terbuka dan demokratis.”

Pangeran Muhammad lalu menyatakan bahwa berita-berita terakhir tentang dirinya adalah sesuatu yang lucu.

“Saya memantau perkembangan tersebut sambil party di istana ini. Saya geli sendiri,” ujarnya, menoleh ke belakang.

Para pembantu setia yang berdiri di belakanganya memamerkan gigi. Salah satu dari mereka, penasihat utama Muhammad Al-Syaikh, seorang ahli ekonomi dan hukum lulusan Harvard yang pernah bekerja untuk Bank Dunia, menyodorkan selembar kertas kepada Sang Pangeran.

“Oh, berita kudeta itu belum seberapa,” lanjut Pangeran Muhammad, menerima uluran kertas dari Al-Syaikh, “surat inilah yang betul-betul menghibur saya, surat dari Muhrajin asal Indonesia.”

Pengeran kemudian membacakan isinya. Para pembantu setia tak lagi hanya memamerkan gigi, suara cekikikan mereka mulai terdengar. Para wartawan yang hadir pun tertawa, termasuk wartawan Al-Jazeera yang bahkan sampai terpingkal-pingkal.

Surat itu ditandatangani tiga orang yang disebut “para badut” (Al-muhrajin) oleh Sang Pangeran: Amien Rais, Farabuwu Subiyantu (Prabowo Subianto), dan Rizieq Shihab. Ketiganya meminta waktu untuk bertandang ke kantor Pangeran Muhammad, mumpung mereka sedang di Mekkah, karena ketiganya ingin mendirikan Kerajaan Indonesia yang berbaiat kepada Kerajaan Saudi. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, ketiganya mengajukan permintaan dolar yang bisa disisihkan Pangeran Muhammad seperempat saja dari keuangan Aramco.

Sang Pangeran tampak gembira sekali usai membacakan surat tersebut. Senyumnya lebar merekah.

“Saya dengar dari Muhammad Al-Syaikh, di Indonesia memang ada semacam tradisi dari organisasi-organisasi muslim untuk meminta uang kepada perusahan-perusahaan menjelang Idulfitri. Ternyata memang banyak sekali muhrajin di Indonesia,” kata Muhammad bin Salman.

“Tapi tiga muhrajin ini lumayan canggih, mereka tidak hanya minta uang untuk lebaran, mereka mengajukan proposal bikin Kerajaan Saudi cabang Indonesia.”

Hadirin tertawa, kecuali wartawan Mandhaninews asal Indonesia yang angkat tangan. Pangeran Muhammad mempersilakannya bicara.

“Jadi Anda mau menemui tiga politisi kami itu atau tidak?”

“Oh, mereka politisi ….” jawab Sang Pangeran. “Tidak sudi.”

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Demitologisasi SO 1 Maret

Menarik bahwa ada kesaksian dari Prof. George Kahin tentang SO 1 Maret 1949. Menurutnya, SO 1 Maret bukanlah serangan balasan pertama dan terbesar dari...

Polwan Yuni Purwanti yang Terjebak Mafia Narkoba

Publik terkejut. Jagad maya pun ribut. Ini gegara Kapolsek Astana Anyar, Kota Bandung, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi terciduk tim reserse antinarkoba Polda Jabar....

Stop Provokasi, Pelegalan Miras? Mbahmu!

Lampiran Perpres yang memuat izin investasi miras di daerah tertentu, baru saja dicabut oleh Presiden. Ini disebabkan karena banyak pihak merasa keberatan. Daripada ribut...

Beragama di Era Google, Mencermati Kontradiksi dan Ironi

Review Buku Denny JA, 11 Fakta Era Google: Bergesernya Pemahaman Agama, dari Kebenaran Mutlak Menuju Kekayaan Kultural Milik Bersama, 2021 Fenomena, gejala, dan ekspresi...

Artijo dan Nurhadi di Mahkamah Agung

In Memoriam Artijo Alkostar Di Mahkamah Agung (MA) ada dua tokoh terkenal. Artijo Alkostar, Hakim Agung di Kamar Pidana dan Nurhadi, Sekjen MA. Dua tokoh MA...

ARTIKEL TERPOPULER

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.