Banner Uhamka
Kamis, Oktober 1, 2020
Banner Uhamka

Ikuti Jack Ma Masuk Partai, Nadiem Makarim Resmi Bergabung ke PDIP

Klarifikasi Partai Setan Soal Aksi Teror Peserta #2019GantiPresiden di Car Free Day

Salam setan. Sehubungan dengan maraknya berita tentang penyerangan ibu dan anak di acara Car Free Day Jakarta, di mana ibu itu diserang dan dirundung...

Allahu Akbar! Inilah Hasil Pertemuan Amien Rais dan Mahathir Mohamad

Akhirnya Ketua Dewan Penasehat Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menyatakan diri siap menjadi calon presiden pada 2019. Salah satu yang membuat dirinya mantap...

Young Lex Gantikan Ratna Sarumpaet di Tim Kampanye Prabowo-Sandi Uno

“Pak Djoko Santoso sampai susah tidur tiga hari tiga malam,” kata Dahnil Anzar Simanjuntak, Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandiaga, “Beliau istikharah berulang-ulang, berulang-ulang, untuk menemukan...

Akademi Ilmu Berkuasa

Tiba-tiba saya teringat "Akademi Ilmu Berkuasa", kolom yang dimuat di edisi perdana majalah "Astaga" (1975), majalah humor terbaik Indonesia yang hanya terbit setahunan (sampai...
Teguh Jambu
Wartawan Kemarin Sore.

Beberapa teknopreneur terkemuka Indonesia, yang memiliki perusahaan bernilai jutaan dolar, resmi bergabung dengan PDIP dan menduduki jabatan penting dalam partai. Mereka antara lain Nadiem Makarim pendiri GO-JEK, Achmad Zaky pendiri Bukalapak, dan Wiliam Tanuwijaya pendiri Tokopedia.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum Megawati Sukarnoputri, Minggu 21 Juli 2019, di Kantor DPP PDI Perjuangan. “Sudah waktunya kita memberikan arah yang jelas untuk pembangunan bangsa,” kata Megawati dalam pidatonya.

“Bangsa ini tidak boleh ketinggalan dari bangsa-bangsa lain di dunia. Kita harus kompetitif di era digital seperti sekarang. PDIP akan memastikan bahwa anak bangsa kita akan menjadi pemain-pemain penting dalam percaturan global.”

Perekrutan para teknopreneur muda tersebut, menurut Megawati, adalah langkah penting untuk membawa “perspektif penguatan pembangunan teknologi” ke dalam tubuh partai. Megawati berharap, para teknopreneur muda dapat memberi sumbangsih penting bagi bagi perumusan arah baru partai yang lebih kompatibel dengan tantangan zaman, terutama tantangan-tantangan industri digital.

“Wong cilik jelas-jelas tidak bisa lepas dari dunia digital ini. Wong cilik tidak bisa terhindar lagi dari segala sesuatu yang berbau online. Tidak boleh tidak, PDIP harus mulai memikirkan arah baru partai,” lanjut Mega. “Pada gilirannya, saya berharap Nadiem Makarim dan kawan-kawan yang akan menakhodai partai wong cilik ini.”

Presiden Jokowi, yang hadir dalam acara itu, memberikan penghargaan kepada para teknopreneur muda yang menurutnya telah memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Jokowi pun mengaku senang sekali karena mereka akhirnya mau bergabung di bawah payung partai yang sama dengannya.

“Mas Nadiem Makarim, yang masih sangat muda, baru berusia 35 tahun, telah menjadi salah satu pahlawan penting bangsa ini di era sekarang,” kata Jokowi. “Di bawah kepemimpinan Nadiem, GO-JEK berhasil menggerakkan roda perekonomian negara. Saat ini GO-JEK telah memiliki lebih dari 1 juta mitra pengendara, dan lebih dari 30 juta pengguna—yang artinya, hampir seperempat orang dewasa di Indonesia adalah pengguna GO-JEK.”

Jokowi mengaku tidak sabar melihat karya apa yang akan ditorehkan Nadiem dan kawan-kawan di dalam partai. Dan Jokowi percaya, mereka bukan hanya akan meninggalkan “legasi” di tubuh partai, tetapi juga bagi bangsa ini secara keseluruhan.

Seorang petinggi partai lain, yang duduk tidak jauh dari posisi Mandhaninews, terlihat sangat tidak tenang. Tak lama kemudian, beliau beranjak dari tempat duduknya menuju ke toilet. Beliau ternyata tidak berniat baik buang air kecil maupun air besar, melainkan merokok. Itu terbukti dari tingkah laku beliau yang bukannya belok kiri ke toilet malah belok kanan ke arah pekarangan belakang, beliau pun merogoh saku celana dan mengeluarkan seperangkat alat merokok alias sebungkus garpit dan sebatang TOKAI. Kita mengeluarkan perlengkapan serupa dan mengikuti langkah beliaunya.

“Sebats nih, Pak,” kata saya ketika sampai di TKP.

Beliau hanya mengangguk.

“Pusing di dalam, Pak?” kata saya mencoba memancing-mancing.

Beliau sepertinya tidak terlalu tertarik menanggapi saya. Beliau terus saja asyik sendiri dengan asap rokoknya.

Ya sudah, kami diam-diaman saja.

Selesai merokok, beliau melempar puntung rokok dengan agak kasar ke tanah lalu menginjak-injaknya. “Brengsek nih PDIP!” katanya.

Saya diam saja, pura-pura tidak ada di sana, padahal saya ingin bertanya, “Berengsek kenapa sih, Pak?”

Beliau mendekati saya, muka beliau hanya berjarak kira-kira satu centimeter dari muka saya. “Coba Anda banyangkan, CEO GO-JEK, Bukalapak, Tokopedia, semua bergabung ke PDIP!” ujar beliaunya.

“Itu kurang lebih sama saja dengan Pak Harto menguasai ABRI waktu Orde Baru. Ke depan, hampir bisa dipastikan partai-partai lain akan keok! Mati demokrasi kita.”

Beliau kemudian mengingatkan saya untuk tidak menulis namanya. Boleh menuliskan apa yang beliau katakan, tapi tidak namanya. Saya mengangguk.

Seusai acara, saya ikut rombongan wartawan yang mewawancarai Nadiem Makarim. Dalam kesempatan tersebut, Nadiem menggunakan semua yang serbamerah dari ujung kaki hingga ke ujung leher. Sepatunya merah, kaus kakinya merah, ikat pinggangnya merah, kemejanya merah, dan jasnya juga merah. Hanya logo GO-JEK yang tidak merah yang tertempel di dada kiri jas Nadiem.

Wartawan mengerubungi Nadiem bertanya alasan mengapa akhirnya dia bersedia bergabung ke PDIP.

“Ya … saya kan mengidolakan Jack Ma. Jack Ma telah bergabung dengan Partai Komunis China, partai yang berkuasa di China, saya bergabung dengan partai yang juga berkuasa: PDIP.”

Teguh Jambu
Wartawan Kemarin Sore.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

PKI, HMI, dan NU

Saya pernah membuka kliping koran Kedaulatan Rakyat (KR) tahun 1965-an, dari Januari sampai 30 September di Perpus DIY, Malioboro, tahun 2018. Waktu itu saya...

Dua Perwira di Bawah Pohon Pisang (Kenangan Kekejaman PKI di Yogya)

Yogya menangis. Langit di atas Kentungan muram. Nyanyian burung kutilang di sepanjang selokan Mataram terdengar sedih. What's wrong? Ono opo kui? Rakyat Ngayogyakarta risau, karena sudah...

Pilkada dan Pergulatan Idealisme

Invasi Covid-19 memang tak henti-hentinya memborbardir aspek kehidupan manusia secara komprehensif. Belum usai kegamangan pemerintah terkait preferensi mitigasi utama yang harus didahulukan antara keselamatan...

Menimbang Demokrasi di Tengah Pandemi

Dibukanya pendaftaran peserta pilkada dari tanggal 4 – 6 September lalu diwarnai oleh pelbagai pelanggaran yang dilakukan oleh bakal calon peserta pilkada. Pelanggaran yang...

The Social Dilemma, Algoritma Media Sosial Manipulasi Pengguna

Di masa pandemi virus corona, kita sangat bergantung pada perangkat-perangkat lunak agar kita tetap bisa berhubungan dengan teman, keluarga dan rekan kerja yang tidak...

ARTIKEL TERPOPULER

Pengakuan Pak Harto: Malam Jahanam itu Bernama Kudeta

RAUT wajah Presiden Sukarno tampak menahan kesal teramat sangat. Sambil duduk, ia dihadapkan pada selembar kertas yang harus ditandatangani. Di sisi kanan Bung Besar,...

Narasi – Narasi Seputar G-30S 1965

Hingga hari ini, masih banyak masyarakat awam yang percaya bahwa dalang utama dibalik peristiwa G30S adalah PKI. Kepercayaan tersebut tidak bisa dilepaskan dari kampanye...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Pengantar Ilmu Komunikasi

Selain menjadi makhluk individual, manusia pun sebagai makhluk sosial yang senatiasa ingin berinteraksi dengan manusia lainnya. Disisi lain, manusia yang berinteraksi tidak hanya ingin...

PKI, HMI, dan NU

Saya pernah membuka kliping koran Kedaulatan Rakyat (KR) tahun 1965-an, dari Januari sampai 30 September di Perpus DIY, Malioboro, tahun 2018. Waktu itu saya...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.