Banner Uhamka
Kamis, Oktober 1, 2020
Banner Uhamka

Hanung Bramantyo: Jokowi Akan Perankan Darsam di Film Bumi Manusia

Tiru Bukittinggi, Walikota Yerusalem Larang Perempatan Karena Mirip Salib

Nir Barkat, Walikota Yerusalem menggemparkan publik kota itu setelah melarang adanya perempatan atau simpang empat di kotanya. Hal ini ia ambil setelah menelaah dan...

Awkarin Ditetapkan Jadi Juru Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf

Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, yang dipimpin Erick Thohir, tak mau kalah dari Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi yang baru saja menunjuk Young Lex, seorang rapper...

Tertawalah Selagi Bisa!

Tertawa dan menangis terkadang dipertentangkan. Padahal dua hal tersebut baik untuk kesehatan mental. Orang waras pasti melakukan itu. Dalam kondisi tertentu, penyebab tawa dan tangis...

Sepp Blatter Jagokan Edy Rahmayadi Jadi Presiden FIFA

Tiada angin tiada hujan, tiba-tiba, mendadak-dak-dak-dak, tahu-tahu makbedunduk mantan Presiden FIFA Sepp Blatter melakukan lawatan ke Jakarta. Para awak media yang mendapat bocoran kabar...

“Hepi banget saya,” kata sutradara Hanung Bramantyo, “Pak Jokowi mengajukan diri untuk berperan sebagai Darsam di film Bumi Manusia yang akan saya garap.”

Hanung merasa Presiden Jokowi betul-betul pemimpin sejati yang bisa “meringankan beban rakyatnya”. Dengan begini, Hanung tak perlu lagi repot-repot bikin kesting segala macam. Hanung mengaku, salah satu kesulitan terbesarnya untuk memfilmkan karya besar sastrawan Pramoedya Ananta Toer itu adalah memilih pemeran yang tepat untuk Darsam—karakter kuat yang setia mendampingi dan membereskan urusan-urusan jalanan Nyai Ontosoroh, salah satu tokoh utama yang akan diperankan oleh Sha Ine Febriyanti.

Bagi Hanung, memilih aktor untuk karakter Minke dan Annelies jauh lebih mudah ketimbang Darsam.

“Dalam pertemuan singkat di Pojok Barat Istana Merdeka tadi, Pak Jokowi menyatakan komitmennya untuk menepati semua jadwal syuting,” kata Hanung. “Beliau bahkan sudah memeragakan di depan saya bicara dengan logat Madura yang sangar. Pokoknya Darsam banget.”

Hanung Bramantyo juga mengungkapkan bahwa Jokowi akan segera menjalani “program penggemukan badan yang ketat”, dipandu oleh staf kebugaran di Istana.

“Ya, tadi Pak Jokowi bilang, selain buat peran Darsam, beliau juga ingin terlihat lebih kekar menjelang Pilpres 2019,” ujar Hanung.

Kepada Mandhaninews, seorang sumber dalam Istana membenarkan pernyataan Hanung Bramantyo tersebut.

“Tunggu saja pengumuman resminya,” kata Si Sumber. “Tadi Pak Jokowi ada agenda lain, jadi tidak bisa langsung mengumumkan bersama Mas Hanung Bramantyo.”

Menurut Si Sumber, Presiden Jokowi enggak puas hanya menjadi Youtuber sekelas Young Lex, dan sudah lama beliau punya keinginan untuk menjadi bintang film. Setahun lalu, beberapa staf ditunjuk khusus untuk melakukan riset tentang perfilman Indonesia, juga Hollywood dan Bollywood, serta menjajaki kemungkinan di film mana saja Jokowi bisa ambil bagian.

“Ada beberapa film yang diajukan komite tersebut. Pak Jokowi akhirnya memilih Bumi Manusia. Judul film Bollywood yang akan dibintangi juga sudah dikantongi. Hollywood yang masih belum,” lanjut Si Sumber.

Mengapa Jokowi ingin main film?

“Ya, kan Pak Jokowi sudah pasti terpilih di 2019 nih. Pak Jokowi enggak mau kalah dong dengan Pak SBY. Begitu-begitu, jiwa seni Pak Jokowi juga tinggi,” jawab Si Sumber.

“Kalau Pak SBY bisa menelurkan empat album musik, Pak Jokowi pengin setidaknya membintangi empat film.”

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

PKI, HMI, dan NU

Saya pernah membuka kliping koran Kedaulatan Rakyat (KR) tahun 1965-an, dari Januari sampai 30 September di Perpus DIY, Malioboro, tahun 2018. Waktu itu saya...

Dua Perwira di Bawah Pohon Pisang (Kenangan Kekejaman PKI di Yogya)

Yogya menangis. Langit di atas Kentungan muram. Nyanyian burung kutilang di sepanjang selokan Mataram terdengar sedih. What's wrong? Ono opo kui? Rakyat Ngayogyakarta risau, karena sudah...

Pilkada dan Pergulatan Idealisme

Invasi Covid-19 memang tak henti-hentinya memborbardir aspek kehidupan manusia secara komprehensif. Belum usai kegamangan pemerintah terkait preferensi mitigasi utama yang harus didahulukan antara keselamatan...

Menimbang Demokrasi di Tengah Pandemi

Dibukanya pendaftaran peserta pilkada dari tanggal 4 – 6 September lalu diwarnai oleh pelbagai pelanggaran yang dilakukan oleh bakal calon peserta pilkada. Pelanggaran yang...

The Social Dilemma, Algoritma Media Sosial Manipulasi Pengguna

Di masa pandemi virus corona, kita sangat bergantung pada perangkat-perangkat lunak agar kita tetap bisa berhubungan dengan teman, keluarga dan rekan kerja yang tidak...

ARTIKEL TERPOPULER

Narasi – Narasi Seputar G-30S 1965

Hingga hari ini, masih banyak masyarakat awam yang percaya bahwa dalang utama dibalik peristiwa G30S adalah PKI. Kepercayaan tersebut tidak bisa dilepaskan dari kampanye...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Pengakuan Pak Harto: Malam Jahanam itu Bernama Kudeta

RAUT wajah Presiden Sukarno tampak menahan kesal teramat sangat. Sambil duduk, ia dihadapkan pada selembar kertas yang harus ditandatangani. Di sisi kanan Bung Besar,...

Pengantar Ilmu Komunikasi

Selain menjadi makhluk individual, manusia pun sebagai makhluk sosial yang senatiasa ingin berinteraksi dengan manusia lainnya. Disisi lain, manusia yang berinteraksi tidak hanya ingin...

PKI, HMI, dan NU

Saya pernah membuka kliping koran Kedaulatan Rakyat (KR) tahun 1965-an, dari Januari sampai 30 September di Perpus DIY, Malioboro, tahun 2018. Waktu itu saya...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.