Banner Uhamka
Sabtu, September 26, 2020
Banner Uhamka

Body Shamming Kelas Dunia

Menjadi Manusia yang Berempati Terhadap Kelas Pekerja

Tetangga saya di rumah bilang, jadi petani itu lebih mudah daripada jadi penulis. Selama lebih dari 40 tahun dia menjadi petani, bangun pagi, menggarap...

Setelah Kudeta Film Dilan 1991, Mahasiswa Makassar Akan Sweeping Buku La Galigo. Ada Apa?

Makassar, MANDHANINEWS — Setelah Mahasiswa Makassar melakukan penolakan dan kericuhan terkait film Dilan 1991, para mahasiswa ini akan melakukan kudeta terhadap film tersebut di...

Tommy Soeharto dan Partai Berkarya Dukung Jokowi 7 Periode

Meski belum jelas apakah Jusuf Kalla (JK) dan Partai Perindo akan memenangkan gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) soal masa jabatan wakil presiden, Hutomo Mandala...

Tiru Bukittinggi, Walikota Yerusalem Larang Perempatan Karena Mirip Salib

Nir Barkat, Walikota Yerusalem menggemparkan publik kota itu setelah melarang adanya perempatan atau simpang empat di kotanya. Hal ini ia ambil setelah menelaah dan...
Avatar
Lusiana Rumintang
Mahasiswi Program Doktor Antropologi FISIP UI Angkatan 2019

Kim Jong Un dikabarkan sakit keras dan akhirnya meninggal dunia. Sebenarnya, tidak ada yang tahu dengan pasti apa sakit yang diderita oleh Kim Jong Un. Media hanya bisa menerka-nerka saja. Tidak ada satu pun yang benar-benar mengetahui riwayat kesehatan Supreme Leader.

Yang tahu hanyalah dokter pribadi Tuan Kim saja. Saya pikir Tuan Kim menjaga identitas dokter pribadinya seperti ia menjaga nama baiknya sendiri. Jadi benarkah Kim Jong Un meninggal dunia?

Tunggu dulu, pertanyaan yang harus dijawab lebih dulu adalah apakah kabar ia sakit betul-betul sahih? Apakah seorang Kim Jong Un bisa sakit? Media (termasuk media dalam negeri Korea Utara) hanya bisa menebak-nebak penyakit yang mungkin diderita Kim. Ia diberitakan sakit jantung dan dugaan itu didasarkan pada postur tubuh beliau.

Tidak ada satu pun pihak yang memprotes bahwa berita semacam itu adalah body-shamming kelas kelas dunia. Tidak ada aktivis sosial yang mengecam pemberitaan itu. Memang benar ada standar ganda di dunia social justice.

Buktinya, tidak ada yang mempermasalahkan komentar-komentar jahat tentang bobot badan Kim Jong Un. Padahal, The Onion mengklaim bahwa Tuan Kim adalah dambaan hati setiap perempuan. Tentu saja warga Korea Utara tidak punya alasan untuk menyanggah kenyataan itu.

Saya ulang sekali lagi, benarkah Kim Jong Un meninggal dunia? Tidak ada alasan untuk meyakini bahwa beliau telah wafat. Buktinya, tanggal 1 April 2020, Kim Jong Un terlihat dan diliput media saat meninjau pabrik pupuk di negaranya. Akan tetapi, media tetap saja berusaha menyakiti perasaan sexiest man alive (masih versi The Onion) di tahun 2012 itu.

Media internasional memberitakan bahwa yang muncul pada tanggal 1 April 2020 itu bukanlah Kim Jong Un, melainkan orang lain yang bertindak sebagai body double beliau.

Sungguh kejam. Entah apa kesalahan yang diperbuat Kim Jong Un pada dunia ini. Kim Jong Un tidak mungkin meninggal dunia. Meski ia meninggal pun, yang mati hanya fisiknya saja.

Oleh karena itu, ia sudah menyiapkan tubuh fana lain untuk ia gunakan. Imortalitas itu harga mati untuk Supreme Leader. Tubuh yang ia siapkan pun yang semirip mungkin dengan edisi orisinalnya. Eh, masih dikritik juga karena ada perbedaan cara jalan, susunan gigi, bentuk telinga, dan keberadaan tahi lalat.

Kim Jong Un hanya berusaha melakukan yang terbaik untuk rakyat Korea Utara dan dunia. Ia tidak ingin mengecewakan siapa-siapa. Namun demikian, dunia ini tetap melakukan body shamming padanya.

Avatar
Lusiana Rumintang
Mahasiswi Program Doktor Antropologi FISIP UI Angkatan 2019
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Disleksia Informasi di Tengah Pandemi

Perkembangan teknologi yang sudah tak terbendung bukan hal yang tabu bagi semua orang saat ini. Penerimaan informasi dari segala sumber mudah didapatkan melalui berbagai...

Opsi Menunda atau Melanjutkan Pilkada

Perhelatan akbar pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 akan bergulir. Pilkada yang sejak era reformasi pasca amandemen UUD 1945 telah memberi ruang...

Peran Civil Society dalam Perang Melawan Wabah

Perkembangan wabah korona semakin mengkhawatirkan. Epidemiologi Pandu Riono menyebut puncak kasus Covid-19 di Indonesia baru mencapai puncak pada awal semester pertama hingga pertengahan tahun...

Erick Ingin Kerja, Mereka Malah Menganggu!

Akhir-akhir ini, ada gerombolan oknum-oknum yang ingin memaksakan kehendak untuk mengisi kursi-kursi komisaris. Ketika keinginan itu tak tercapai, mereka secara sistematis dan masif melakukan...

Menjarah Mahkota Kemuliaan MK

Revisi Undang-Undang Mahkamah Konstitusi yang disahkan pada 1 September lalu menjadi hadiah sekaligus menjadi dilema bagi kesembilan hakim konstitusi di usianya yang ketujuh belas...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.