OUR NETWORK

Amien Rais Ingin Menjadi Pelatih Timnas Allah

“Enggak digaji juga enggak apa-apa. Semua demi rakyat dan atas mandat Allah.”

“Kalaupun bisa, mereka tidak akan berani melakukannya,” jawab Amien Rais saat ditanya mengenai rencananya melatih Timnas. “Allah pernah mengusir Adam dan Hawa dari surga, Allah juga pernah menenggelamkan kaum yang menolak ajaran Nuh, dan menghabisi kota Sodom dan Gomorah. Mana ada yang berani melawan Tim Allah? Indonesia pasti juara dunia!”

Keinginan melatih timnas ini lahir dari kekecewaan Amien Rais terhadap kebijakan teranyar Jokowi soal 1 RT 1 RB. Menurut Amien Rais, ketimbang membaca rakyat lebih butuh kemenangan tim sepak bola Indonesia di Piala Dunia.

“Pak Jokowi ini apa enggak pernah merasakan nonton bola bareng di kampung? Mereka bergembira! Padahal (tim yang sedang bertanding) itu tim aseng. Sangat disayangkan semangat dan passion rakyat Indonesia terhadap sepakbola dihabiskan untuk membela tim aseng.”

Amien Rais berharap selain bisa menjadi presiden, pada 2019 nanti, dia juga bisa melatih timnas sepak bola, “Enggak digaji juga enggak apa-apa, Mas, Mbak,” katanya. “Semua demi rakyat dan atas mandat Allah.”

Amien kemudian menjelaskan bahwa timnas di bawah asuhannya akan memakai beberapa formasi. Untuk bermain cepat dan mengandalkan serangan balik, ia akan menggunakan empat bek, satu gelandang, dan satu penyerang. “Buat mengalahkan orang kafir, jumlah pasukan bukan soal,” kata Amien. Menurutnya, skema ini, dipadukan dengan gaya pump ball into box, akan sangat efektif untuk merobek pertahanan lawan.

“Kita akan biarkan lawan menyerang duluan, saat mereka takabur, merasa kemenangan adalah hal pasti, kita tendang bola dari bek, wuuusy, langsung ke striker tunggal,” terangnya.

Formasi kedua adalah tiga bek, satu gelandang, dan tiga penyerang. Formasi ini akan dipakai saat gol sudah tercipta dan akan bermain posesif dan high pressing. “Pokoknya bola adalah milik Allah! Lawan tidak boleh merebut, kalau mereka rebut kita ambil lagi, ambil lagi, ambil lagi, oper, oper, oper, tendang ke gawang. Kita jaga bola seperti kita menjaga istri kita di rumah agar tidak melihat laki-laki lain. Posesif dan beracun. dan di lapangan tengah, kita siapkan gelandang serang yang lincah dan beriman seperti Muhammad Benar (red: Mo Salah) atau Lutfi al-Masih (red: Lionel Messi). Atau bahkan lebih jago dari keduanya.”

Amien Rais diam sebentar, seperti sedang berusaha menangkap kepingan ingatan di udara, lalu melanjutkan. “Dan formasi terakhir, formasi paling matang baik secara konsep maupun secara iman: dua bek, satu gelandang, dan dua penyerang.”

Menurutnya, formasi pamungkas ini hanya diterapkan di momen-momen krusial, dalam kondisi seterpuruk apa pun, formasi ini akan sangat ampuh dan sanggup memutar-balik keadaan. Dengan dua bek tengah yang selalu waspada dan berzikir, keduanya akan selalu memenangkan perebutan bola, baik di darat maupun udara. Setelah merebut bola dari kaki lawan, kedua bek ini, baik secara individu maupun bersama-sama, akan mengalirkan bola ke gelandang serang serbaguna. “Gelandang serang ini harus sanggup mengolah bola seindah ia melantunkan ayat-ayat Alquran, seseorang yang selain seniman lapangan juga seniman tilawah, seseorang yang akan mengatur tempo permainan sebelum bola diumpan ke depan, ke penyerang yang haus gol. Orang-orang kafir menyebut penyerang seperti itu dengan istilah fox in the box, kita menyebutnya: Serigala Gurun Pasir.”

“Serigala Arab (Canis lupus arabs) itu soliter, lone wolf that never walk with his clan, saya akan siapkan dua penyerang seperti itu. Dua calon penyerang Tim Allah ini akan saya pisahkan dari peradaban, keduanya harus sanggup hidup dalam kondisi paling ektrem, paling keji, dan hanya bisa makan jika dia berburu. Dimulai dari berburu kadal, untuk melatih kejelian melihat peluang, dan diakhiri dengan latihan menangkap kambing ibex untuk menguatkan kaki-kaki dan meningkatkan akselarasi. Latihan eksklusif itu dimulai sejak sangat dini. Ini yang luput dari Jokowi dan pemerintah: kita harus melatih mereka sejak usia lima tahun. Dan akan diakhiri saat keduanya siap masuk Timnas U-19. Lolos dari sorotan pers seperti anda, musuh-musuh tidak akan menduga kita punya pemain seperti itu. Semua orang suka kejutan.”

Lalu seperti apa kiper Timnas Allah? Amien Rais menjawab: “Jangan terlalu naif dong. Siapa butuh kiper jika kita punya Allah? Allah pernah menjaga Nabi Muhammad SAW dengan jaring laba-laba, Allah juga akan melindungi gawang kita dengan yang seperti itu, sesuatu yang tidak pernah anda bayangkan.”

Sebelum meninggalkan ruangan, Amien Rais menekankan sekali lagi tentang betapa tidak pentingnya dan tidak masuk akalnya ide Jokowi soal 1 Rukun Tetangga 1 Rumah Baca. Amien menilai tindakan seperti itu hanya akan melahirkan generasi liberal dan cerewet. Rakyat Indonesia, menurut Amien, berdasarkan riset dari media sosial, belum dan tidak akan pernah siap untuk yang seperti itu.

“Rakyat butuh kegembiraan. Lihat itu saat mereka menonton Piala Dunia, lihat saat Timnas berhasil menang, lihat betapa kecewa mereka saat timnas kalah, dan lihat bagaimana penggemar sepakbola saling baku hantam, itu karena mereka butuh kemenangan dan kecewa dengan rezim ini,” kata Amien.

“Kita butuh panglima perang yang gagah seperti Daud dan secerdik Khidir, kita butuh pelatih timnas yang seperti itu. Bukan malah rakyat disuruh baca. Duh, katrok sekali, kan sudah ada Google dan YouTube?”

Penulis novel "24 Jam Bersama Gaspar"

TINGGALKAN KOMENTAR

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…