Kamis, Maret 4, 2021

Imam Besar Church of Satan Tegur Amien Rais

Daripada Mikirin Covid-19, Lebih Asyik Bermain Majas 

Sebenarnya saya paling tidak suka dengan pelajaran Bahasa Indonesia. Sebab, waktu SD pernah ditampar sama si guru. Sempat trauma coy. Sudahlah, yang lalu biar...

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Amien Rais Ingin Menjadi Pelatih Timnas Allah

"Kalaupun bisa, mereka tidak akan berani melakukannya," jawab Amien Rais saat ditanya mengenai rencananya melatih Timnas. "Allah pernah mengusir Adam dan Hawa dari surga,...

Ikuti Jack Ma Masuk Partai, Nadiem Makarim Resmi Bergabung ke PDIP

Beberapa teknopreneur terkemuka Indonesia, yang memiliki perusahaan bernilai jutaan dolar, resmi bergabung dengan PDIP dan menduduki jabatan penting dalam partai. Mereka antara lain Nadiem...
Avatar
Arman Dhanihttp://www.kandhani.net
Penulis. Menggemari sepatu, buku, dan piringan hitam.

Minggu, 15 April 2018, Imam Besar Church of Satan Anton LaVey mengirimkan surat terbuka kepada politikus Indonesia Amien Rais. Surat itu berisi kecaman serta peringatan terkait pernyataan Amien tentang Partai Setan dan Partai Allah.

“Saya mewakili Gereja Setan keberatan atas pernyataan Tuan Amien Rais. Karena sejatinya kami menjauhi segala hal yang berbau politik,” katanya.

Ia menyebut bahwa selama ini Gereja Setan berkomitmen mengajak manusia dalam upaya munkar dan sesat. Jalan hidup untuk menjalankan larangan dan mejauhi perintah-Nya. “Tapi, ya begitu … sebejat-bejatnya kami dalam mengikuti sunah Setan, enggak akan bawa-bawa beliau dalam politik,” lanjutnya.

“Kami tidak serendah itu; membawa keyakinan dan iman dalam urusan manusia.”

Meski mengaku mejalankan larangan Tuhan, para pengikut Gereja Setan meyakini bahwa menyebar kebencian atas nama Setan itu adalah hal yang hina. “Karena kami ini tahu, mana yang godaan Setan mana dan mana yang memang watak asli manusia,” ungkap Pak Anton.

“Setan itu kan membisiki manusia untuk berbuat dosa. Dosa-dosa yang enak. He-he-he. Tapi kalau bawa-bawa agama untuk urusan politik, wah, kami yang menyembah Setan ini enggak berani.”

Gereja Setan percaya bahwa doktrin tertinggi manusia adalah untuk menjadi baik dan bebas. Mereka menolak intervensi Tuhan, ini mengapa politik dianggap sebagai sesuatu yang tabu. “Kami melihat bagaimana politik ini lebih berbahaya daripada agama. Coba lihat pelaku persekusi dan penyebar kebencian, itu kan karena politik dan mereka biasanya bawa-bawa Tuhan. Dih, amit-amit jabang Donald Trump,” katanya.

“Demi Setan, kami ini enggak rela Setan dibawa-bawa dalam urusan politik.”

Pak Anton menyebut banyak orang atas nama politik maupun agama bisa merampas hak-hak orang lain untuk berekspresi, terutama mereka yang berasal dari kelompok minoritas dan terpinggirkan. “Saya harap ke depannya Tuan Amien Rais tidak lagi bawa-bawa Setan dalam kampanye politik. Anda boleh bawa-bawa Tuhan, tapi jangan bawa-bawa Setan,” kata Pak Anton.

“Setan enggak pernah minta anak orang disembelih atas nama iman.”

Narahubung: Anton LaVey, High Priest Church of Satan (+1 66626662666 )

Avatar
Arman Dhanihttp://www.kandhani.net
Penulis. Menggemari sepatu, buku, dan piringan hitam.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Demitologisasi SO 1 Maret

Menarik bahwa ada kesaksian dari Prof. George Kahin tentang SO 1 Maret 1949. Menurutnya, SO 1 Maret bukanlah serangan balasan pertama dan terbesar dari...

Polwan Yuni Purwanti yang Terjebak Mafia Narkoba

Publik terkejut. Jagad maya pun ribut. Ini gegara Kapolsek Astana Anyar, Kota Bandung, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi terciduk tim reserse antinarkoba Polda Jabar....

Stop Provokasi, Pelegalan Miras? Mbahmu!

Lampiran Perpres yang memuat izin investasi miras di daerah tertentu, baru saja dicabut oleh Presiden. Ini disebabkan karena banyak pihak merasa keberatan. Daripada ribut...

Beragama di Era Google, Mencermati Kontradiksi dan Ironi

Review Buku Denny JA, 11 Fakta Era Google: Bergesernya Pemahaman Agama, dari Kebenaran Mutlak Menuju Kekayaan Kultural Milik Bersama, 2021 Fenomena, gejala, dan ekspresi...

Artijo dan Nurhadi di Mahkamah Agung

In Memoriam Artijo Alkostar Di Mahkamah Agung (MA) ada dua tokoh terkenal. Artijo Alkostar, Hakim Agung di Kamar Pidana dan Nurhadi, Sekjen MA. Dua tokoh MA...

ARTIKEL TERPOPULER

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.