Senin, Oktober 26, 2020

Akademi Ilmu Berkuasa

UU Cipta Kerja, Wujud Keluhuran Para Anggota DPR

Keputusan DPR untuk mengesahkan Omnibus Law Cipta Kerja, membuktikan bahwa lembaga legislatif itu adalah lembaga tinggi negara yang paling menjunjung tinggi nilai luhur ke-Indonesia-an...

Paleo-Proksemik Soya

“Ruang” adalah salah satu konsep utama dalam antropologi. Relasi antara “budaya” dan “ruang” nampaknya bisa digambarkan sebagai variabel sentral yang mempengaruhi perilaku manusia dan...

Terbukti Lakukan Eksploitasi Anak, Pemerintah Dukung KPAI Bubarkan PB Djarum

Akhirnya pemerintah republik menyepakati usulan KPAI untuk membubarkan eksploitasi terselubung PB Djarum. Berdasar pengakuan tetangga dari Kementerian Kesehatan, Ibuk Romlah Sukasah, katanya kabar burung Kementerian...

Menurut Survei Internal, Pak Amien Layak Jadi Pahlawan Bersama Polpot

Setelah mengumumkan kemenangan berdasarkan survei internal, kini kubu 02 mengumumkan bahwa Amien Rais dinyatakan layak untuk diberi gelar pahlawan. Pernyataan ini disampaikan menyusul sikap...
Hamid Basyaib
Aktivis dan mantan wartawan; menerbitkan sejumlah buku tentang Islam, masalah-masalah sosial, dan politik internasional.

Tiba-tiba saya teringat “Akademi Ilmu Berkuasa”, kolom yang dimuat di edisi perdana majalah “Astaga” (1975), majalah humor terbaik Indonesia yang hanya terbit setahunan (sampai 1976).

Rasanya kolom itu merupakan saduran Ashadi Siregar, yang sebelumnya (1972) dimuat di majalah “Sendi” Yogyakarta yang dikelola Ashadi.

Akademi Ilmu Berkuasa adalah sekolah baru yang sangat menarik. Seorang wartawan tertarik meliputnya. Ia mengunjungi kampus sekolah itu dan mewawancarai direkturnya.

Pak Direktur menerangkan macam-macam mata kuliah yang diajarkan di AIB. Lalu, jika mahasiswa lulus dari situ, akan kerja di manakah mereka?

“Berbagai macam jabatan pemerintahan bisa diisi oleh alumni AIB”, kata Pak Direktur.

“Jabatan apa saja?”

“Alumni kami bisa jadi camat, bupati, gubernur atau menteri. Bahkan bisa jadi presiden.”

Si wartawan pulang, menuliskan hasil kunjungan itu dan tulisan segera dimuat di korannya.

Beberapa hari kemudian ia mendengar direktur Akademi Ilmu Berkuasa ditangkap.

Kesalahannya: menyebut presiden di urutan ke-5.

Hamid Basyaib
Aktivis dan mantan wartawan; menerbitkan sejumlah buku tentang Islam, masalah-masalah sosial, dan politik internasional.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Membendung Hegemoni China di Asia Tenggara

Lima hari sudah Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi berkunjung ke empat negara di Asia Tenggara (15-18 Oktober 2020). Dalam kunjungan ke Kamboja,...

Reformasi Kewenangan Legislasi DPD

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sebagai anak kandung reformasi telah berusia 16 tahun. Lembaga negara buah amandemen ketiga UUD 1945 mengalami banyak goncangan. Isu pembubaran...

Mencari Petunjuk Kekebalan Covid-19

Orang yang telah pulih dari Covid-19 mungkin khawatir tentang efek kesehatan yang masih ada, tetapi beberapa mungkin juga fokus pada apa yang mereka lihat...

Sastra, Dildo dan Evolusi Manusia

Paling tidak, berdasarkan catatan tertulis, kita tau bahwa sastra, sejak 4000 tahun lalu telah ada dalam sejarah umat manusia. Hari ini, catatan yang ditulis...

Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia

Di dalam buku Huntington yang 600-an halaman yang berjudul Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia mengatakan bahwasanya masa depan politik dunia akan...

ARTIKEL TERPOPULER

Pemuda Pancasila Selalu Ada Karena Banyak yang Memeliharanya

Mengapa organisasi ini masih boleh terus memakai nama Pancasila? Inikah tingkah laku yang dicerminkan oleh nama yang diusungnya itu? Itulah pertanyaan saya ketika membaca...

Tamansiswa, Ki Hadjar Dewantara, dan Sistem Pendidikan Kolonial

Setiap 2 Mei kita dihadapkan pada kesibukan rutin memperingati Hari Pendidikan Nasional. 2 Mei itu merupakan tanggal kelahiran tokoh pendidikan nasional, Ki Hadjar Dewantara,...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

“Islam Kaffah” yang Bagaimana?

Sebuah buletin baru “Buletin Dakwah Kaffah” terbit pada 18 Dzulqa’dah 1438 H/11 Agustus 2017. Judul “Islam Kaffah” mengingatkan kita kembali slogan Hizbut Tahrir Indonesia...

Di Bawah Erdogan Turki Lebih Tidak Demokratis dari Indonesia

Turki di bawah kepemimpinan Erdogan sering dibanding-bandingkan dengan Indonesia di bawah Jokowi. Perbandingan dan penghadap-penghadapan antara Erdogan dan Jokowi yang sering dilakukan oleh kelompok...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.