Sabtu, Februari 27, 2021

Review Buku, The Power Of Heart

Don Quixote, Buku, Imajinasi, dan Cinta

Siapa tidak mengenal Don Quixote de La Mancha, tokoh ciptaan Miguel de Cervantes sastrawan Spanyol dalam novelnya yang terkenal: Petualangan Don Quixote. Figur lugu...

Buku Perlawanan Mahathir

Membaca tulisan di Kompas.com (02/03/2020), berjudul “Politik Kelabu Malaysia dan Kisah Operasi Senyap Jusuf Kalla”, seolah menyingkap tabir asap yang selama ini telah tersembunyi...

Bedah Buku Karya Kepala Sekolah dan Guru Purwakarta

Bedah Buku karya Kepala Sekolah dan Guru yang masih  merupakan rangkaian kegiatan Festival Literasi Purwakarta bertema "Kecerdasan Berbahasa Dalam Sejuta Pena " yang sebelumnya...

Perubahan Sosial Era Revolusi Industri 4.0

Review Buku: Haryatmoko, Jalan Baru Kepemimpinan dan Pendidikan Jawaban Atas Tantangan Disrupsi-Inovatif, 2020. Perkembangan teknologi digital menjadi salah satu penanda revolusi industri 4.0. Di...
Nabila Ramadhani
Nama : Nabila Irdani Reihan R. Agama : Islam Jenis kelamin : Laki-laki Kewarganegaraan : Indonesia No.telpon : 081217218199 Status : Mahasiswa

Hati Kuat, Jiwa Kuat

  • Judul Buku: “The Power Of Heart” Kiat-kiat Mengoptimalkan Hati Agar Menjadi Pribadi Luar Biasa Penulis: Sujana WS. Editor: Luthfi Yansyah Layout: Ernawati Artistik: Omen Nemo Tanggal Terbit: Cetakan Pertama, November 2014 / Muharram 1436 H Jenis Cover: Soft Cover Penerbit: Zikrul Hakim (Anggota IKAPI)

Untuk kedua kalinya Sujana WS. mengajak pembaca menyelami kedalaman proses beragama. Awalnya, ia mengajak kita (Si pembaca) untuk mengislami diri dalam bukunya yaitu Mengislamkan Orang Islam. Kini ia mengajak kita melangkah lebih jauh lagi tentang memahami kedalaman diri sendiri, agar semakin dekat kepada Sang Pencipta (Allah SWT). Untuk itu, penulis mengajak kita fokus mengenal hati dan pikiran kita.

Karena dari sinilah langkah-langkah kehidupan kita berawal. Mulai dari niat, bersikap, sampai melakukan amal perbuatan. Jika awalnya sudah keliru atau salah, tentu hasilnya sulit untuk benar. Karena itu Rasulullah pun mengajari, “Innamal a’maalu binniyyaat, sesungguhnya kualitas amal itu bergantung pada niatnya.”

Jika niatnya sudah buruk atau jelek, perbuatan baik pun menjadi bernilai buruk. Sebaliknya, jika niatnya terpuji perbuatan yang dianggap tercela pun bisa bernilai baik. Atau setidak-tidaknya memperoleh permaafan dari manusia tersebut, dan insya Allah memperoleh ampunan dosa dari Allah Swt.

Dalam buku ini “The Power Of Heart” penulis menawarkan beberapa tips untuk menjaga dan merawat hati, agar kualitasnya tidak semakin memburuk. Karena, di hati itulah banyak penyakit bersarang. Hati yang banyak penyakitnya bakal menimbulkan ‘penyakit kehidupan’ bagi kita sendiri dan orang lain.

Sedangkan hati yang bersih, bakal memberikan manfaat yang besar untuk pemilik dan orang sekitarnya. Rasulullah Saw. juga mengatakan, bahwa kualitas hati itu naik turun, sehingga keimanan juga bisa naik turun, seperti roda berputar kadang diatas kadang pula dibawah. Karena itu, harus hati-hati dalam merawat dan menjaga kualitas hati.

Jika ingin memiliki kualitas keimanan yang baik, kuncinya sederhana saja, yaitu membersihkan hati dari berbagai ‘kotoran’. QS. 91: 9, “Qad aflaha man zakkaaha, sungguh beruntung orang-orang yeng mensucikan hatinya.” Maka, hati akan berfungsi menjadi sebuah radar kehidupan yang sangat bermanfaat. Yang membimbing dia menuju kesuksesan dunia dan akhirat. Sebaliknya, akan rugilah orang yang mengotori hatinya, “Wa qad khaaba man dassaaha –QS. 91: 10-, yang akan menggiringnya menuju jurang kehancuran hidupnya sendiri. Penulis mengajak kita semua untuk kembali kepada petunjuk Al-Qur’an.

Karena itu, buku ini berisi rentetan ayat-ayat kitab yang mulia itu. Ia hanya menyampaikan, dan ayat-ayat Allah itu bakal ‘berbicara sendiri’ kepada kita yang membacanya. Persis seperti yang dikatakan oleh Ali bin Abi Thalib, istanthiq Al-Qur’an, biarkan Al-Qur’an berbicara sendiri kepadamu atau biarkan ia menguraikan maksudnya.

Maka buku yang baik adalah buku yang sebanyak-banyaknya mengutip firman Allah. Karena, itu berarti penulisnya tidak sedang menggurui anda, melainkan mengajak anda untuk bersama-sama berguru kepada-Nya. Ternyata dalam setiap diri manusia terdapat alat sensor yang sangat canggih yang bernama hati.

Hati bisa merasakan, melihat, mendengar, mencium, dan banyak lagi kecanggihan lainnya. Dengan kualifikasinya yang sangat canggih, hati memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan arah kehidupan manusia di dunia, yang juga akan memberikan pengaruh pada kehidupannya di akhirat kelak. Maka tidak heran jika hati dijadikan sebagai zona perterumpuan oleh mafia yang tidak suka terhadap kebaikan, yaitu syaiton (setan) dan hawa nafsu.

Setan dan hawa nafsu akan selalu berserikat untuk bertempur habis-habisan guna menguasai hati manusia. Target utamanya adalah agar hati manusia menjadi buta, gelap gulita tak ada cahaya dan harapan. Jika mereka bisa menguasainya, maka hidup manusia akan tersesat, dan kelak di akhirat akan menjadi lebih sesat lagi.

Pertempuran tersebut tidak akan pernah berhenti selama manusia masih hidup di dunia. Dan mereka tidak akan pernah menyerah sampai manusia menemui ajalnya. Tugas manusia adalah berusaha bagaimana bisa melindungi dan menjaga hatinya dari serangan musuh bebuyutannya tersebut. Berusaha sungguh-sungguh agar hatinya tetap bersih sehingga bisa berfungsi secara optimal.

Buku yang ada di tangan anda ini merupakan buku kedua hasil karya penulis yang selalu merasakan begitu dahsyatnya pertempuran untuk mendapatkan jalan kebaikan. Dalam buku ini disajikan bagaimana kita harus selalu berusaha secara maksimal untuk mengoptimalkan seluruh fasilitas yang Allah berikan untuk hambanya. Dan yang lebih utamanya adalah bagaimana agar kita bisa menguasai hati agar dapat berfungsi secara optimal sesuai dengan fitrahnya.

Mudah-mudahan melalui buku ini Allah Swt memberikan bimbingan-Nya kepada kita semua, agar kita bisa menguasai hati kita, kita bisa mengibadahkan hati kita. Karena dengan hati yang beribadahlah kita akan merasakan kenikmatan dalam setiap langkah kehidupan keseharian kita. Hati yang beribadah adalah dambaan kita semua sebagai umat Muslim.

Insya Allah jika kita sudah bisa mengibadahkan hati kita, maka seluruh tubuh kita secara otomatis akan turut hanyut bergetar untuk selalu mengagung-agungkan Allah ‘Azza wa jalla sebagai Pencipta alam semesta. Mulut kita akan beribadah, mata kita akan beribadah, telinga kita akan beribadah, otak kita akan beribadah, tangan kita akan beribadah, kaki kita akan beribadah, jantung kita akan beribadah, seluruh tarikan napas kita juga akan beribadah.

Tidak ada satu pun bagian dari tubuh kita yang tidak turut beribadah untuk mengagungkan-Nya. Nikmat sekali rasanya jika kita sudah bisa mengibadakan hati kita. Namun sayang kebanyakan dari kita masih belum bisa melakukannya. Kita melakukan ibadah shalat, namun hati kita tidak shalat.

Kita melakukan ibadah puasa. Kita melakukan zakat atau sedekah, namun hati kita tidak berzakat atau bersedekah. Dan banyak lagi ibadah yang kita lakukan secara lahir, namun tidak diikuti dengan hati yang ikhlas, tunduk dan patuh semata-mata karena beribadah kepada Allah Swt.

Buku “The Power Of Heart” yang diterjemahkan ke bahasa indonesia yaitu “Kekuatan Hati” memuat beberapa aspek kehidupan terkait hati manusia, bagian-bagian sub bab ada 9 bab yaitu Orientasi hidup manusia, barisan penggoda manusia termasuk imannya, nafsu dan bisikan setan, berserikatnya antara nafsu dan setan, menyikapi perserikatan nafsu dan setan, mempersiapkan pertahanan yang kokoh, membangun pertahanan, kuasailah hatimu!, dan yang terakhir jadikan hati lebih dominan.

Sebagai manusia, kita pasti sudah memahami bahwa kita hidup atau menginjakkan kaki di dunia ini tidaklah sendiri. Dalam keseharian, manusia di dunia ini tidaklah sendiri, ada makhluk lain yaitu setan. Selama ini kita orang awam menganggap bahwa yang namanya jin, syaiton (setan), hantu, dan iblis itu sama saja. Ustadz M Najmi Fathoni berkata yaitu “Iblis itu nenek moyangnya jin, manusia nenek moyangnya Adam, sedangkan setan itu adalah sifat, sifat yang ada di dua dimensi yakni dimensi jin dan dimensi manusia.

Kalau pernah menggoda sesama manusia untuk tidak berbuat baik seperti melakukan perbuatan tercela, maka dia pernah menjadi setan, atau malah kita sendiri juga pernah menjadi setan,” tambahnya. Hati ibarat kaca, kalau sudah pecah susah tuk dirangkai ditata kembali. Hati itu lembut, tapi hati juga bisa keras seperti sekeras baja melalui proses pendewasaan diri.

Tidak ada manusia yang sempurna hatinya kawan,.. Oleh itu maafkan bila bersalah, ingat kebaikannya lupakan keburukannya, walau berat bermujahadahlah. Sujana WS., lahir pada tanggal 03 Oktober tahun 1959 di sebuah desa kecil di daerah Kabupaten Kuningan Jawa Barat.

Dalam hal pelajaran agama, orang tuanya hanya menyampaikan pesan yang sangat sederhana jangan sampai berhenti dari selalu memohon perlindungan dan petunjuk kepada Allah Swt. Beliau sering menasehati kepada anak-anaknya, bahwa dalam meniti karir dalam kehidupan ini ada tiga faktor yang cukup berperan yaitu uang, koneksi, dan Allah.

Dengan uang atau koneksi, orang bisa memperoleh pekerjaan dan posisi yang diinginkan. Namun faktor Allah bisa mengalahkan kedua faktor lainnya. Jadi beliau selalu menasehati bahwa kita tidak perlu khawatir gara-gara kita tidak punya uang untuk menyogok, atau tidak punya koneksi untuk diminta bantuan, karena kita masih punya Allah Yang Maha Segalanya.

Penulis sendiri menyelesaikan pendidikan terakhirnya dari Akademi Gizi Jakarta, dengan menyandang gelar sebagai Ahli Gizi. Penulis yang selama masa kuliahnya memperoleh beasiswa dari Bank Dunia, merasa sangat bersyukur karena tidak begitu sulit dalam memperoleh pekerjaan. Selepas kuliah, penulis langsung bekerja di suatu proyek milik Bank Dunia, dan setelah proyek selesai, dalam waktu yang tidak begitu lama, penulis diterima bekerja di salah satu PMA yang merupakan perusahaan consumer good terbesar di dunia.

Di perusahaan itulah penulis menghabiskan waktunya untuk bekerja selama kurang lebih 21 tahun. Posisi terakhirnya sebagai Assistant Vice President, posisi yang tidak semua orang bisa dengan mudah memperolehnya. Hati yang bersih adalah hati yang akan membawa kebahagiaan, kesuksesan di dunia dan di akhirat. Karena hati merupakan sentral jiwa manusia, yang jika hatinya baik maka Insya Allah akan baik pula sluruh tubuhnya, dan jika hatinya buruk, maka akan buruk pula seluruh tubuhnya.

Buku “The Power Of Heart” menceritakan tentang kiat-kiat untuk mengoptimalkan hati agar bisa menjadi pribadi yang tangguh, atau bisa dikatakan sebagai buku ajaran untuk menjadi pribadi yang luar biasa. Sujana WS. bisa membawakan karya ini dengan bahasanya mudah dicerna, terdapat potongan ayat suci Al-Qur’an.

Meskipun judulnya seolah-olah memberi kesan bahwa buku ini bisa dimengerti, tapi sebenarnya tidak semudah itu. Buku ini merupakan buku filosofi yang perlu dibaca oleh orang yang berpikiran terbuka, santai, hatinya tenteram dan perlu analisa lebih lanjut tentang apa yang dibaca.

Nabila Ramadhani
Nama : Nabila Irdani Reihan R. Agama : Islam Jenis kelamin : Laki-laki Kewarganegaraan : Indonesia No.telpon : 081217218199 Status : Mahasiswa
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Berpegangan Tangan dengan Leluhur

Oleh: Arlita Dea Indrianty, SMAN 36 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Bicara tentang Indonesia tidak akan membawa seseorang pada titik...

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

Buntara Kalis

Oleh: Queen Vega Latiefah, SMAN 76 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Seperti cahaya rembulan di malam hari, seperti itu bayangan orang orang...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Menilik Pencekalan Panglima Gatot

Insiden diplomatik antara Amerika Serikat dan Indonesia terjadi hari Sabtu lalu, (21/10/2017) di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Kejadiannya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dicekal untuk...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.