Minggu, Februari 28, 2021

Don Quixote, Buku, Imajinasi, dan Cinta

Buku Mencari Negarawan, 85 Tahun Buya Ahmad Syafii Maarif

Negarawan Sejati Itu Bernama Ahmad Syafii Maarif Review Buku: David Krisna Alka dan Asmul Khairi (eds.), Mencari Negarawan: 85 Tahun Buya Ahmad Syafii Maarif,...

Review Buku, The Power Of Heart

Hati Kuat, Jiwa Kuat Judul Buku: “The Power Of Heart” Kiat-kiat Mengoptimalkan Hati Agar Menjadi Pribadi Luar Biasa Penulis: Sujana WS. Editor: Luthfi Yansyah...

Buku Perlawanan Mahathir

Membaca tulisan di Kompas.com (02/03/2020), berjudul “Politik Kelabu Malaysia dan Kisah Operasi Senyap Jusuf Kalla”, seolah menyingkap tabir asap yang selama ini telah tersembunyi...

Buku Menjerat Gus Dur, Perlawanan Merawat Ingatan

Buku Menjerat Gus Dur, penelitian dokumen sejarah oleh Virdika Rizky Utama yang sontak meramaikan publik. Pasalnya, selain buku itu ditulis oleh anak muda yang kira-kira...
Bahrul Amsal
Blogger. Pegiat Literasi di Paradigma Institute Makassar

Siapa tidak mengenal Don Quixote de La Mancha, tokoh ciptaan Miguel de Cervantes sastrawan Spanyol dalam novelnya yang terkenal: Petualangan Don Quixote. Figur lugu nan kocak yang mengemban misi pembebasan orang-orang tertindas karena berkhayal dirinya seorang ksatria.

Dengan baju zirah perang abad pertengahan, ia berkelana menggunakan kuda kurus yang ia beri nama Rozinante. Bersama pembantunya yang berhasil ia yakinkan, mengikuti kemana kudanya melangkah, mereka mengembara layaknya ksatria dari satu titik entah ke titik entah lainnya.

Don Quixote awalnya bernama Alonzo Quinjano. Ia berkhayal sebagai seorang ksatria karena gila membaca dan terbius cerita petualangan ksatria pengembara. Berkat bacaannya itu ia seketika mengubah identitasnya dari seorang peladang menjadi seorang ksatria. Dimulai dari situlah Don Quixote hidup dalam imajinasi hasil bacaannya, dan memulai petualangan liarnya.

Di dunia nyata, hubungan imajinasi dengan buku-buku seperti Don Quixote juga dialami Mark David Chapman dan John Warnock Hinkley, Jr. Bahkan lebih berbahaya lagi. Berkat buku karangan J.D Salinger, The Cather in the Rye, terobsesi tokoh utama, keduanya melakukan pembunuhan.

19 April 1995 Gedung Federal Oklahoma Amerika Serikat hancur akibat ledakan truk berisi bom amoniak. Gedung itu diledakkan penganut nazisme di Amerika Serikat. Uniknya, peledakkan itu berdasarkan jalan cerita buku The Turner Diaries karya William L. Pierce. Dalam kasus ini, ternyata “bacaan wajib” pengikut nazisme itu  menjadi panduan teknis aksi peledakkan yang dimaksud.

Hubungan buku dengan imajinasi yang mengubah perilaku pembacanya juga terjadi di Jepang. Buku Issac Assimov trilogi Foundation menginspirasi sejumah orang membentuk Sekte Kiamat. Pengikut sekte ini melihat dunia nyata seperti Galaktic Empire, dunia dalam buku itu yang karut marut dipimpin pemerintahan busuk. Karena mandeg, korup, dan represif, para pemerintah di dunia ini mesti dienyahkan. Dengan buku ini sekte kiamat menggunakan aksi terorisme dan teror bom sebagai strategi “dakwahnya”.

Itu sisi negatif bagaimana buku menginspirasi dan mengisi alam imajinasi pembacanya. Buku memiliki dampak besar bagi hidup manusia. Ia jendela dunia yang memperpanjang indera dan benak manusia. Berkat buku si pembaca memiliki daya jangkau demikian luas. Keterbatasan indera teratasi daya jelajah pikiran seiring membaca teks. Teks menjadi konteks dalam benak –menjelma imajinasi. Tubuh pembaca semula disekat batas-batas fisik, bertransformasi melalui imajinasi yang bebas bergerak berkat hasil bacaannya.

Bagus Takwin, seorang psikolog, mendakukan dalam bukunya Psikologi Naratif Membaca Manusia Sebagai Kisah, buku adalah medium manusia untuk memenuhi beragam kebutuhan. Buku, melalui bahasa, mampu memperkaya cakrawala pembacanya. Dia menjadi sumber pengetahuan yang mengajak pembaca memasuki dunia ilmu yang tak terpemanai.

Bagus Takwin juga menambahkan kelebihan buku adalah potensinya menjalin keintiman dengan pembacanya. Dikatakan membaca buku merupakan kegiatan personal yang aktif karena pembaca secara mental mengizinkan dirinya memasuki dunia bacaan. Keintiman pembaca terhadap buku juga melibatkan tubuh dan juga perasaan. Inilah yang membuat setiap pembaca buku menemukan kepuasaan di tingkat kognitif, motorik, dan afeksi sekaligus.

Dalam cerita dan kasus di atas adalah contoh bagaimana keintiman atas buku-buku melahirkan imajinasi yang mengubah perilaku melalui tubuh dan perasaan. Terlepas dari sisi negatifnya, buku dalam peristiwa di atas menjadi “otak” perubahan yang membangkitkan inspirasi, imajinasi, dan tindakan.

Kiwari, setelah dibabarkan melalui beragam riset, Indonesia seolah-olah berlari mengejar ketertinggalan tingkat literasinya dari bangsa lain. Di SulSel sendiri sampai di pelosok, ibarat cendawan di musim hujan, bermunculan komunitas, perpustakaan desa, kelompok diskusi, lapakan buku, arisan buku, dan toko buku demi ikut menggalakkan gerakan literasi. Semua itu menandai terjadi keintiman terhadap buku-buku.

Tapi, sejauh ini jarang terdengar bermunculan Don Quixote-Don Quixote baru, yang terbius bacaan berimajinasi sebagai ksatria literasi. Bahkan, tidak juga muncul sekte-sekte baru demi menyebarkan agama literasi dengan teror buku. Atau orang seperti Mark David Chapman yang marah dan membunuh orang karena malas membaca buku. Semua itu mungkin belum cinta buku. Bukankah keintiman membutuhkan cinta?

Bahrul Amsal
Blogger. Pegiat Literasi di Paradigma Institute Makassar
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Generasi Muda di Antara Agama dan Budaya

Oleh: Bernadien Pramudita Tantya K, SMA Santa Ursula Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Indonesia adalah negara yang kaya akan bahasa, budaya,...

Antara Kecerdasan Buatan, Politik, dan Teknokrasi

Di masa lalu, politik dan teologi memiliki keterkaitan erat. Para pemimpin politik sering mengklaim bahwa politik juga merupakan bentuk lain dari ketaatan kepada Tuhan;...

Perempuan dalam Isi Kepala Mo Yan

Tubuh perempuan adalah pemanis bagi dunia fiksi. Kadang diperlakukan bermoral, kadang sebaliknya, tanpa moral. Naluri bebas dari perempuan yang manusiawi, memendam dengki dan membunuh...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Berpegangan Tangan dengan Leluhur

Oleh: Arlita Dea Indrianty, SMAN 36 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Bicara tentang Indonesia tidak akan membawa seseorang pada titik...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Perempuan dalam Isi Kepala Mo Yan

Tubuh perempuan adalah pemanis bagi dunia fiksi. Kadang diperlakukan bermoral, kadang sebaliknya, tanpa moral. Naluri bebas dari perempuan yang manusiawi, memendam dengki dan membunuh...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.