Politik “Usil” Kang Emil dan Bang Yusril

132

 

Walikota Bandung Ridwan Kamil (kiri) bersama Ketua Dewan Pembina Yayasan Taman Lalu-lintas Yul Yunazwin Nazaruddin (kanan), pada peresmian proyek Revitalisasi Taman Lalu-lintas, di Bandung, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Audy Alwi/16

Setelah kongkow bareng Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Ganjar Pranowo di Balai Kota Jakarta, Jumat pekan lalu, Kang Emil “usil” mengatakan kemungkinan akan maju bertarung dalam pemilihan kepala daerah gubernur DKI Jakarta pada 2017 nanti. Bahkan Wali Kota Bandung bernama lengkap Ridwan Kamil itu tegas akan mengumumkan soal jadi atau tidaknya dia maju menuju kursi nomor 1 di DKI itu pada Senin ini.

Setelah itu, politik Jakarta ibarat proyek kereta cepat Bandung-Jakarta yang sudah kelar saja.  Betapa tidak, Minggu kemarin (28/2), di tengah warga Jakarta yang kedinginan diguyur hujan dan tak sedikit yang kebanjiran, Kang Emil melakukan safari politik untuk meminta masukan ke beberapa tokoh. Ia juga berkunjung menemui mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault, entah apa maksudnya.

Terang saja, dengan langkah politik Kang Emil yang brilian itu, “kereta cepat” media politiknya melesat menyebar ke jagat media sosial. Dalam suasana hujan deras dan merata di Jakarta, Kang Emil kembali menjadi topik yang banyak diperbincangkan. Apalagi sehari sebelumnya, dia sudah meminta pendapat khalayak di status halaman Facebook Ridwan Kamil. Tanpa penulis edit, begini kalimatnya:

Setelah 2 bulan intensif memenuhi undangan sana sini dan mendengarkan aspirasi dari tokoh2 lokal/nasional dan kelompok sana sini, sekarang saya dengan hormat meminta pendapat 1,6 juta warga Fanpage FB ini. Pertanyaannya: Perlukah saya pergi ke Jakarta untuk ikut pilkada gubernur DKI 2017 ? mhn alasannya. hatur nuhun.

Hamputen Kang Emil, alhasil ternyata banyak yang merespons tidak setuju bila Kang Emil maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017 nanti. Ya, Kang Emil lebih baik mengurus Bandung saja dulu membuktikan kesuksesan besarnya sampai tuntas di kota Paris Van Java, lalu setelah itu pada Pemilu 2019 bertarung menuju kursi RI 1.

Di samping itu, selain akan melawan Ahok yang sudah tersohor di Jakarta ini, Kang Emil juga akan menghadapi pesohor lain di Republik ini, yakni Bang Yusril. Tak ada yang meragukan pengalaman politik Yusril Ihza Mahendra. Pengalaman Bang Yusril di dunia politik dan pemerintahan begitu berjubel.

Rekam jejak Bang Yusril dalam politik elite di Republik ini, mau memakai kaca mata politik apa pun, Kang Emil tentu jauh di bawah Bang Yusril. Kalau Kang Emil jadi juga berhadapan dengan Bang Yusril, meminjam istilah para aktivis pergerakan zaman dulu, seperti yunior melawan senior.

Pertanyaannya, apakah pantas Yusril Ihza Mahendra berhadapan dengan Basuki Tjahaja Purnama dan Ridwan Kamil bersaing memperebutkan kursi gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017 nanti? Akhirnya, Senin (29/2), setelah Jakarta didera hujan deras, Kang Emil mengumumkan urung maju dalam Pilkada DKI 2017 nanti. Nah, bagaimana dengan Bang Yusril?

Kita tunggu saja ke mana arah politik pemilihan gubernur DKI Jakarta ini akan berlabuh. Meminjam kata-kata keren anak-anak Ibu Kota Jakarta, only god knows. Kalau kata anak-anak kota yang biasa, itu artinya entah. Entahnya mereka bisa jadi karena tak peduli soal siapa yang bakal jadi gubernur Jakarta nanti.

Bagi mereka, yang penting si gubernur bisa bikin warga sehat, sejahtera, dan Jakarta gak macet-macet banget dan banjirnya ketulungan (baca: tidak terus-menerus). Pendeknya, kalau macet dan banjir sedikit, itu bisa dimaklumi.  Namanya juga Ibu Kota. Entahlah…

Komentar anda