Sabtu, Oktober 31, 2020

Wewe Gombel Era Sekarang

HMI Connnection Dalang Jatuhnya Gus Dur?

Presiden RI yang ke-4 KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, merupakan presiden yang memiliki kisah hidup yang luar biasa. Beliau sosok yang sangat universal...

Airlangga Hartarto: The Goal Scorer from the Golkar Party

Entering the political year in 2018 and facing 2019, the Golkar Party faces formidable challenge amidst a vortex of corruption cases faced by some...

Masalah Properti Milenial dan Land Value Tax

Tanah merupakan aset berharga yang mampu memberikan imbal hasil tinggi bagi pemiliknya. Imbal hasil tersebut didapatkan dari meningkatnya harga jual tanah setiap tahunnya. Imbas dari...

Keyakinan yang Goyah

Tulisan ini mohon dibaca dengan keyakinan tinggi dan kemantapan jiwa. Mengapa? Karena dengan adanya sedikit keraguan, maka akan timbul bara api yang memunculkan tindak...
Suranto Andreas
Mahasiswa S1 Program Studi Ekonomi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Sejarah menyebutkan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah dunia. Revolusi generasi pertama telah membuat peralihan tenaga manusia dan hewan yang tergantikan dengan penggunaan mesin yang berbasis manufaktur. Peralihan inilah yang kemudian dikenal dengan sebutan Revolusi Industri.

Dewasa ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sudah pada fase revolusi digital, atau orang lebih mengenalnya dengan sebutan industri 4.0. Salah satu karakteristik unik dari industri 4.0 adalah pengaplikasian kecerdasan buatan atau artificial intelligence (Tjandrawinata, 2016).

Tujuan dari pengaplikasian ini adalah adanya pengguanaan robot untuk menggantikan tenaga manusia, sehingga lebih murah, efektif dan efisien. Teknologi yang maju ini memungkinkan terjadinya otomatisasi hampir di semua bidang.

Menggabungkan dunia fisik, digital dan biologi secara fundamental akan mengubah pola hidup dan interaksi manusia (Tjandrawinata, 2016).  Dampak dari industri 4.0 ini tentunya menggubah cara beraktifitas manusiadari pengalaman hidupnya yang lalu.

Wewe Modern

Kemajuan teknologi tentunya mengubah perilaku manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya. Adanya perubahan terhadap nilai-nilai luhur yang ada di tengah masyarahat. Terutama Indonesia dengan adat ketimuran dan budayanya. Dalam tradisi Jawa, seorang anak akan selalu dibatasi ruang lingkup dan geraknya oleh orang tua atau kerabatnya untuk bermain sampai petang hari.

Tujuannya, anak lebih taat terhadap perintah orang tua dan lekas pulang, nantinya orang tua tidak harus mencari anak mereka kemana-mana. Dalam mitos Jawa alasan untuk anak-anak tidak keluyuran keluar rumah saat petang hari adalah  cerita digondol (diculik) Wewe Gombel.

Menurut Edhie Prayitno Ige dalam www.liputan6.com bahwa Wewe Gombel ini adalah hantu yang berasal dari Bukit Gombel, Semarang, sedangkan di daerah lain dikenal dengan nama Kolong Wewe. Wewe Gombel sendiri adalah istilah dalam tradisi Jawa yang berarti roh jahat atau hantu yang suka menculik anak lalu menyembunyikannya. Dan hantu ini akan menculik anak kecil apabila orang tuanya menelantarakan dan mengabaikan anak mereka.

Bertolak dari mitos Jawa tersebut, penggunaan teknologi saat ini demikian pesat. Penggunaan teknologi ini juga tercermin dari pertumbuhan pengguna internet di Indonesia. Menurut survei Asosiasi Penyelenggaraan Jasa Internet Indonesia (APJII) 2017, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 143,26 juta. Sedangkan, menurut survei yang sama sebesar 54,13 persen pemanfaatan internet dikhususkan dengan perilaku bermain game.

Dahulu anak-anak disibukkan dengan bermain di luar rumah. Namun pada era saat ini dimana penggunaan teknologi semakin pesat. Anak-anak semakin malas untuk bermain di luar rumah.

Perilaku ini karena smartphone menyumbang sebesar 44,16 persen sebagai perangkat yang dipakai untuk mengakses internet (survei APJII 2017). Melihat dari data tersebut, terdapat kecenderungan intens untuk bermain game menggunakan smartphone. Anak-anak mempunyai kecederungan lebih untuk menikmati bermain game menggunakan smartphone.

Kecenderungan lebih ini melupakan aktivitas keseharian mereka sehari-hari. Mulai dari mandi, makan sampai dengan ibadah. Keterlibatan orang tua dalam pemantauan anak-anak dalam menggunakan smartphone ternyata kurang.

Sebesar 60,97 persen orang tua tidak melakukan pengawasan terhadap penggunaan internet anak (Pamungkas, 2014). Inilah yang mengakibatkan anak-anak menghabiskan waktu bermain mereka untuk menjelajahi internet melalui smartphone.  Karena kecenderungan yang berlebihan inilah anak-anak “digondol” oleh sebuah kemajuan teknologi berwujud e-Wewe Gombel. Wewe Gombel dalam wujud digital.

Dampak Perilaku terhadap Bumi

Ironisnya lagi, semenjak anak-anak digondol oleh Wewe digital ini. Anak-anak saat ini juga dihidangkan pada sebuah teknologi yang mengubah perilaku mereka dalam merawat bumi. Oleh sebuah permainan game menggunakan smartphone, mereka diajari untuk menanam dan merawat bumi secara digital.

Praktik nyata untuk mencintai bumi lewat menanam di kebun dan sawah tergantikan dengan sebuah kamuflase menanam di kebun digital. Keadaan inilah yang membuat anak-anak sudah memasuki fase disembunyikan Wewe Gombel. Mereka tersembuyi dari dunia nyata untuk mencintai dan merawat bumi.

Pada saat-saat inilah peran orang tua dibutuhkan. Orang tua juga harus memiliki pengetahuan untuk mengontrol dan mengawasi aktivitas anak mereka dalam menggunakan internet dan smartphone. Melakukan aktivitas bersama dengan berdiskusi dan praktik langsung bersama-sama sebagai bentuk dukungan kepada anak untuk menghindari dampak negatif dari internet.

Dalam wujud mencintai bumi, anak-anak perlu diajarkan cara berkebun sejak dini. Tujuannya mengenalkan mereka ke sistem pangan lokal berkelanjutan. Melalui lingkungan yang disentuh oleh semangat mereka ini, diharapkan banyaknya anak-anak yang digondol oleh Wewe Gombel semakin berkurang dan mengubah perilaku mereka dalam menggunakan  smartphone lebih bijaksana lagi.

Suranto, Mahasiswa S1 Program Studi Ekonomi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Suranto Andreas
Mahasiswa S1 Program Studi Ekonomi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menjaga Kesehatan Tubuh dari Covid-19

Menjaga kesehatan menjadi hal yang penting dilakukan semua kalangan. Apalagi dengan kondisi alam yang semakin merabahnya virus covid 19. Terkadang hal sederhana yang rutin...

Kesehatan Mental dan Buruh

Kerja adalah cerminan kesehatan jiwa. Semakin baik tempat kerja, semakin kecil kemungkinan kita mengalami masalah kejiwaan. Adam Smith dalam bukunya Wealth of Nation secara...

Charlie Hebdo, Emmanuel Macron, dan Kartun Nabi Muhammad

Majalah satir Charlie Hebdo (CH) yang berkantor di Paris kembali membuat panas dunia. CH merilis kartun Nabi Muhammad untuk edisi awal September 2020. Padahal...

Imajinasi Homo Sapiens Modern dalam Menguasai Dunia

  Foto diatas ini mewakili spesies lainnya yang bernasib sama, tentu bukan hanya Komodo, masih ada dan masih banyak lagi hewan yang bernasib sama sebut...

TBC Mencari Perhatian di Tengah Pandemi

Pada awal Maret, Indonesia melaporkan kasus Coronavirus Disease-2019 yang dikenal sebagai COVID-19, terkonfirmasi muncul setelah kejadian luar biasa di Wuhan, Cina. Penyakit ini disebabkan...

ARTIKEL TERPOPULER

Sandiwara Dibalik Pernikahan Raja Majapahit Bali

Belakangan di Bali ramai pemberitaan mengenai acara pertunangan Raja Majapahit Bali bernama lengkap Abhiseka Ratu Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Pandangan 2 Mazhab Hukum Terhadap Putusan MA Soal Eks Napi Koruptor

Pertengahan tahun 2018 ini publik dikagetkan dengan hadirnya PKPU No. 20/2018 yang dalam Pasal 4 ayat (3) menyatakan bahwa Pengajuan daftar bakal calon anggota...

KDRT Saat Pandemi

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) atau yang lebih dikenal dengan nama COVID-19 adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini...

Charlie Hebdo, Emmanuel Macron, dan Kartun Nabi Muhammad

Majalah satir Charlie Hebdo (CH) yang berkantor di Paris kembali membuat panas dunia. CH merilis kartun Nabi Muhammad untuk edisi awal September 2020. Padahal...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.