in

Wayang, Cermin Keluhuran dan Kehebataan Seni Nusantara


Ada yang mengatakan kalau kesenian wayang itu kesenian Jadul, tertinggal, gak kekinian. Siapa bilang? Justru, wayang itu merupakan kesenian yang bersinergi disetiap jamannya.

Bagi saya, justru wayang itu merupakan salah satu mahakarya puncak keseniaan manusia yang tinggi dan adiluhung.

Jangan dulu berbicara tingginya nilai-nilai budi pekerti yang disajikan dalam setiap pertunjukan. Tetapi tingginya karya seni yang di sajikan setiap bentuk wayang sudah menggambarkan betapa dahsyatnya karya seni tersebut.


Setiap bentuk wayang lengkap dengan karakter dan kelakuaanya. Kalau karakternya tidak baik, maka konsekwensinya yang di dapat juga tidak baik.

Analoginya kalau menurut orang hebat, ‘Apa yang Kamu tabur, itu yang kamu dapat.’ Wayang yang merupakan warisan para wali sudah menggambarkannya.

Hal itu mengingatkan agar manusia senantiasa berbuat baik pada sesama, maupun kepada makhluk ciptaan Tuhan lainnya. Bagi saya, cerita wayang itu menghadirkan sebab-akibat.

Maka untuk itu pentingnya memahami cerita pewayangan selalu mengajarkan budi pekerti yang luhur, saling mencintai dan menghormati.

Maka dari itu saya katakan lagi, Kerajinan wayang merupakan karya seni rupa terapan nusantara karena memiliki nilai guna dan nilai estetika.

Lihat bagimana Gagahnya Bima lengkap dengan kuku Pancanaka dan kalungnya. Begitupun cantiknya Dewi Sinta dengan karakter kelembutannya seorang wanita.

Pahatannya, ukirannya, bentuknya sangat menakjubkan. Hanya orang-orang hebat yang bisa membuat wayang begitu indahnya.

Baca Juga :   Kelas Menengah Muslim dalam Pusaran Sentimen Identitas

Pertunjukan wayang sendiri merupakan sebuah Orkestra besar. Karena mempadukan berbagai macam seni. Mulai dari seni rupa, seni tari, seni musik, dan berbagai macam seni lainnya.

Jelas sekali kenapa Purwakarta memiliki Galeri Wayang. Galeri tersebut selain mengenalkan kepada setiap generasi tentang wayang yang syarat makna dan syarat estetika.

Jangan sampai terjadi kembali kejadian ketika diambil dan diaku oleh negara lain kita sibuk protes. Padahal kita sendiri lupa merawat dan menjaganya.

Sebagai seorang seniman Kang Dedi Mulyadi itu mengajak, bagaimana merawat, bagaimana menjaga kesenian yang adiluhung tersebut.

Jangan mengaku manusia modern kalau belum mengenal wayang. Karena wayang sudah sangat jelas lebih baik dibandingkan dengan superhero manapun.

‘Berhenti dulu dalam modernitas kalau tradisi belum dikembangkan dan belum dipahami’


Written by Aming_Soedrajat

Pegiat Media Sosial

Tinggalkan Balasan

Loading…

TINGGALKAN KOMENTAR