Selasa, April 13, 2021

Wacana sebagai Represifitas Tersembunyi

Idul Qurban dan Kemerdekaan

Agustus kali ini demikian unik lantaran memperingati dua momentum sejarah sekaligus. Hari raya Idul Qurban dan kemerdekaan Indonesia. Dua peristiwa ini memiliki arti mendalam...

Dinamika Politik Aceh

Aceh merupakan provinsi di Indonesia yang memiliki sistem kepartaian berbeda dengan daerah lain. Pemilihan umum legislatif di Aceh pada tingkat provinsi maupun kota dan/atau...

Perbedaan yang Tidak Harus Dikungkung

Apa yang tercantum di dalam Al-Qur'an sangat jelas dan tegas bahwa perbedaan itu datang dari Allah SWT. Yang menentang perbedaan berarti menentang Allah SWT....

Mengapa Kita menjadi buas…?

akhir-akhir ini media sosial gonjang-ganjing, arena jenaka, bahagia suka cita berubah menjadi lahan pertempuran sengit antara kaum Bani Serbet dan Pentul Korek Api. suhunya...
Al Fatah Hidayat
Penulis lepas

Dewasa ini, lumrah dipahami bahwa represifitas diartikan sebagai tindakan kekerasan yang berorientasi pada tindakan fisik. Represifitas juga acap kali dikaitkan sebagai konflik antara aparatus dengan rakyat. Setiap hari selalu kita jumpai isu-isu represifitas aparat diberbagai kolom media seperti bentrok saat demonstrasi, penggusuran dan berbagai macam topik lainnya.

Namun, Michel Foucault seorang filsuf asal Perancis mengatakan bahwa repre nisifitas tidak hanya di artikan pada tindakan aparat yang berhubungan dengan kontak fisik. Melainkan juga wacana pengetahuan sebagai sebuah bentuk intervensi kekuasaan.

Kebenaran Sebagai Inti Wacana

Beberapa waktu lalu kita dikejutkan dengan kebijakan pemerintah tentang pelarangan ormas yang bernuansa radikal. Dalam sudut pandang Semiotika, kita melihat bahwa ada simbol-simbol yang di hadirkan oleh negara untuk menciptakan sebuah kebenaran. Karenanya kebijakan ini dapat diterima di dalam masyarakat.

Bila melihat Kebenaran sebagai wacana represif, kita dapat juga melihat saat Amerika Serikat melakukan mobilisasi militer di wilayah Iraq. Pada awalnya negeri Iraq damai dan makmur, namun menjadi porak poranda setelah terjadinya mobilisasi militer. Tindakan Amerika ini di anggap lumrah oleh negara-negara lain karena isu nuklir dan terorisme di Iraq yang di jadikan alasan tindakan tersebut. Wacana yang di buat oleh Amerika menjadi sebuah cara dalam meredam perlawanan terhadap kebijakan mereka.

Wacana adalah senjata yang dapat menghentikan langkah, merusak mentalitas dan meredam perlawanan. Kebenaran menjadi hal yang harus di penuhi agar wacana dapat diterima dan tidak dibantah.

Konstruksi Kebenaran

Ada dua perdebatan mengenai kebenaran yang tidak pernah selesai hingga sekarang, yakni kebenaran absolut dan tidak absolut. Namun terlepas dari absolut dan tidak absolut kebenaran, kita akan melihat sumber dari kebenaran itu sendiri. Ada tiga pendapat mengenai sumber dari kebenaran yakni:

  1. Kebenaran berasal dari manusia (mazhab Rasionalisme)
  2. Kebenaran berasal dari keadaan ril materi (Mazhab Materialisme)
  3. Kebenaran berasal dari roh absolut (Mazhab Idealisme).

Secara umum kebenaran didasarkan pada fakta-fakta yang dapat diterima oleh rasio. Negara dalam wujud kekuasaan memang tidak dapat menghadirkan kebenaran secara instan. Namun dapat merekayasa fakta-fakta yang akan mengarahkan pada kebenaran yang dikehendaki.

Manipulasi-manipulasi ini telah dikenal sepanjang sejarah peradaban manusia. Hitler seorang tyran dan tokoh totaliter facisme di Jerman mengatakan bahwa “sejarah itu untuk pemenang”. Dalam berbagai konflik, sejarah yang tercipta selalu memunculkan pemenang sebagai tokoh pahlawan dan orang-orang terpilih. Sedang mereka yang kalah dan melawan adalah penjahat yang hina dan buruk.

Al Fatah Hidayat
Penulis lepas
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Kebebasan Berpendapat Masih Rancu

Kebebasan berpendapat merupakan sebuah bentuk kebebasan yang mutlak bagi setiap manusia. Tapi belakangan ini kebebasan itu sering menjadi penyebab perpecahan. Bagaimana bisa kebebasan yang...

Laporan Keuangan? Basi?

Berbicara soal laporan keuangan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang ekonomi, apalagi yang bergelut dalam dunia akuntansi. Secara singkat, laporan keuangan adalah...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Mengenang Hans Küng (1928-2021), Tokoh Dialog Antar Agama

Bagi para pegiat dialog antar agama, sosok dan pemikiran Hans Küng tak asing lagi. Namanya kerap disebut seiring dengan pemikirannya tentang upaya mewujudkan perdamaian...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.