Senin, April 12, 2021

Vickynisasi Sandiaga Uno & Kemasyuran Binarti…

‘Merevolusi’ Revolusi Hijau

Apa yang kalian pikirkan jika mendengar kata sawah? Hijau, becek, padi, petani, atau panen. Ya, betul sekali, sawah memang tidak jauh dari itu semua....

Nuansa Kapitalisme Pada Jurnal Internasional Bereputasi

Bagi kalangan akademisi, menghasilkan karya ilmiah merupakan hal yang biasa dan suatu keharusan. Karya ilmiah adalah produk pemikiran dari ilmuan yang menekuni bidang tertentu...

Candu Dana Desa

“Remember, aid cannot achieve the end of poverty. Only homegrown development base on the dynamism of individuals and firms in free markets can do...

Kawal Potensi Korupsi Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 mengakibatkan keterpurukan yang masif dari berbagai sektor, terutama terhadap pertumbuhan ekonomi indonesia. Tidak hanya mengakibatkan defisit anggaran, melainkan juga berdampak pada sektor...
anwarsaragih
Penulis dan Peminum Kopi. Editor MedanToday.com

4 tahun lalu, di sekitar bulan september 2013 nama Vicky Prasetyo mulai terkenal di seluruh jagad raya di dunia internet. Masyurnya nama Vicky pertama kali  tersaji lewat kalimat “kontroversi hati” yang menggelegar menujuk hati dan mengocok perut semua lapisan masyarakat.

Mulai dari politisi, mahasiswa, kaum alayers hingga pejalan kaki Jakarta, kelompok masyarakat pejalan kaki yang di sebut-sebut Sandiaga Uno yang paling bertanggung jawab kemacetan Tanah Abang.

Menembus batas-batas logika dan struktur bahasa Indonesia yang sesuai EYD, Vicky berhasil menjadi kuda hitam trendsetter penggunaan sebuah istilah dalam berbahasa Indonesia.

Tanpa debat, sebutan “Vickynisasi” langsung dianugerahkan netizen padanya. Merujuk pada penggunaan istilah yang anti-mainstream yang kerap dilontarkan dengan lantang oleh Vicky Prasetyo.

Meski begitu, tetap saja kemasyuran Vicky tidak mampu membuatnya menajadi sosok sulit dideskripsikan layaknya sosok MUKIDI yang heboh di media sosial dalam 2 tahun terakhir.

Vicky dan Mukidi memiliki persamaan, mereka sama-sama masyur di internet, perbedaaanya Mukidi lebih misterius dibanding Vicky.

Kini,  netizen bersiap menyambut fenomena masyur baru yang mampu mendeskripsikan sosok Vicky dan Mukidi dalam satu batang tubuh. Meski dengan perwujudan yang berbeda.

Vickynisasi yang dianggap merusak struktur bahasa kini telah merasuk ke dalam bahasa yang digunakan Sandi Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih periode 2017-2022.

Lewat sosok BINARTI, Sandi Uno seakan menjelaskan ada sosok lain yang lebih misterius dibandingkan MUKIDI yang selama ini banyak di cari orang.

Lebih lagi, Sandi Uno menjelaskan sosok BINARTI dalam struktur bahasa yang tidak kalah kacau dari Vicky Prasetyo dalam sebuah video wawancaranya dengan wartawan. Tak ayal, bahasa Sandi ini disebut-sebut netizen sebagai Vickynisasi.

Oke, saya akan tuliskan isi transkip video soal AKSESIBILITAS BALUTAN BINARTI ala Sandi Uno. Untuk mencerahkan, siapa sebenarnya BINARTI.

“Kita harus mengembalikan AKSESBELITAS eee

walaupun dalam eeee Sebuah BALUTAN yang eee

Betul-betul TertibNah ini yang lagi dikaji eee

Supaya kita tidak perlu OVER SPEKULASI

Kita tunggu dosignnya sekarang eee

Disinernya sekarang dan BINARTI bahwa eee

Koordinasi Bina Marga lagi mencoba

Menata eee mempresentasekan kepada kita

bentuk desaign yang bisa eemenghadirkan eee

KEBERADILAN yang buat eee pengemudi kendaraan”

Sebenarnya, berulang kali saya coba memahami ucapan Sandi soal BINARTI. Namun, saya tidak memahami konteks BINARTI yang dimaksud.

Belum lagi, Sandi memadukan wawancaranya dengan beberapa bahasa yang merusak penggunaan bahasa Indoenesia EYD dan secara diksi bahasa sulit dipahami dan dimengerti.

Misalnya, AKSESBELITAS, OVER SPEKULASI, BINARTI dan KEBERADILAN adalah kata-kata yang membuat semua netizen gagal paham apa yang dimaksud oleh Sandi.

Vickynisasi ala Sandi telah membuat sosok Vicky Prasetyo bersiap menghadapi arus persaingan global bahasa tanpa struktur. Lebih lagi, Sandi membuat sosok MUKIDI yang selama ini misterius diganti oleh sosok BIANARTI.

Atau jangan-jangan, apa Sandi ingin mengawinkan MUKIDI dan BINARTI ?. Tapi yang pasti, Sandinisasi telah membuat nama BINARTI menjadi Masyur.

Pertanyaan pemungkas yang masih mengganjal di hati, Kira-kira siapa BINARTI, Pak Sandi ?

 

Artikel ini pernah tayang di www.medantoday.com http://medantoday.com/vickynisasi-sandiaga-uno-kemasyuran-binarti/

anwarsaragih
Penulis dan Peminum Kopi. Editor MedanToday.com
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Kebebasan Berpendapat Masih Rancu

Kebebasan berpendapat merupakan sebuah bentuk kebebasan yang mutlak bagi setiap manusia. Tapi belakangan ini kebebasan itu sering menjadi penyebab perpecahan. Bagaimana bisa kebebasan yang...

Laporan Keuangan? Basi?

Berbicara soal laporan keuangan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang ekonomi, apalagi yang bergelut dalam dunia akuntansi. Secara singkat, laporan keuangan adalah...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Mengenang Hans Küng (1928-2021), Tokoh Dialog Antar Agama

Bagi para pegiat dialog antar agama, sosok dan pemikiran Hans Küng tak asing lagi. Namanya kerap disebut seiring dengan pemikirannya tentang upaya mewujudkan perdamaian...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.