Minggu, April 11, 2021

Valentine Day dan Sejarah Kelamnya

Kado Manis Awal Tahun, Kapitalisasi Hak Atas Tanah di Kampong Riwang

Tadinya aku pengin bilang, aku butuh rumah Tapi lantas kuganti dengan kalimat : setiap orang butuh tanah Ingat : setiap orang! - Wiji Thukul pada Tentang Sebuah...

Modernitas, Meaningless dan Keterasingan Manusia Modern

Modernitas ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi, masyarakat yang rasional dan perubahan yang dinamis, selain itu modernitas juga ditandai oleh globalisasi dimana semuanya serba terkoneksi....

Kaleidoskop-kaleidoskopan Sapiens Zaman Now

Pada akhirnya, kaleidoskop yang bukan alat optik hanyalah gosip produk Homo Fabulans. Dalam rangka tahun baru, tulisan ini mencoba melakukan tilasan refleksi menggunakan kaca...

Jika Terbukti #2019GantiPresiden Makar, Tangkap Pelakunya!

Jika terbukti benar, meyakinkan dan sah secara hukum bahwa gerakan deklarasi #2019GantiPresiden merupakan tindakan makar yang sengaja direncanakan secara sistematis oleh segerombolan oknum tertentu,...
Puji Khuwata
Puji Khuwata Mahasiswa Universitas Aisyiyah Yogyakarta Jurusan Administrasi Publik, senang menekuni dunia Government, kebijakan Publik dan Politik. Selain sebagai mahasiswa juga aktif di Persyarikatan Muhammadiyah.

Hari Valentine yang jatuh pada 14 Februari atau yang secara global dikenal sebagai Valentine’s Day selalu menjadi topik hangat untuk diperbincangkan baik dari sudut positif yang mendukung untuk merayakan atau negatif bagi yang menolaknya.

Menjadi hal yang lumrah di masyarakat dengan mayoritas keagamaan yang kuat, khususnya umat islam yang menolak hal tersebut karena berpotensi menghadirkan maksiat, mungkar, mudharat, dan juga perilaku mubazir. Namun, tetap saja menjadi perdebatan di kalangan orang-orang yang lahir dari pendekatan universalitas dan humanis, karena menganggap hari Valentine adalah sesuatu yang positif, bertujuan untuk menggelorakan kasih dan sayang.

Tahun lalu menurut Lembaga Perlindungan Anak (LPA) menyatakan bahwa terjadi peningkatan penjualan alat kontrasepsi menjelang hari Valentine, hal ini mengindikasikan terjadinya hubungan intim di hari tersebut. Selain itu, peningkatan daya jual yang drastis terhadap komoditas cokelat, bunga dan Lingerie. Lantas, masih banyak yang memperdebatkan mengenai hal ini, untuk mengakulturasikan kebiasaan tersebut, ada apa di balik Valentine’s Day yang seringkali dianggap sebagai hari pengekspresian cinta dan kasih? Bagaimana dengan identiknya Valentine’s Day dengan perzinahan dan budaya Hedonisme?

Sejarah Kelam Valentine Day

Dalam sejarah ketika kekaisaran Roma masih menganut polytheism, terdapat sebuah tradisi pagan kuno, yaitu Lupercalia sebua festival kesuburan yang dilakukan dari 13 hingga puncaknya pada 15 Februari.

Menurut sejarawan, Noel Lenski dari University of Colorado, festival tersebut dilakukan oleh pria dengan mengorbankan anjing dan kambing, lalu memukulkan ekor binatang kurban tersebut kepada wanita. Mereka semua telanjang dan kebanyakan mabuk, termasuk juga mengundi lotre untuk memenangkan seorang wanita sebagai teman kencan selama setahun penuh.

Dalam artikel yang ditulis oleh Arnie Seipel di National Public Radio tentang The Dark Story of Valentine, menyampaikan bahwa tradisi hari Valentine merupakan hibrida dari tradisi pagan kuno dengan peringatan kematian Santo Valentino karena dieksekusi oleh kaisar Claudius II sebagai bentuk pembangkangan terhadap kerajaan, ketika larangan menika pada usia muda dilakukan.

Sementara Santo Valentino tetap menikahkan pasangan muda-mudi secara diam-diam, hingga ia dihukum mati bertepatan dengan tanggal 14 Februari, abad ketiga masehi. Habits budaya tersebut, dilakukan sebagai upaya kristenisasi oleh Paus Gelasius I terhadap rakyat Kekaisaran Roma agar mereka memeluk agama Kristen Katolik.

Kini, tradisi perayaan hari Valentine telah menjamur di banyak negara, bahkan negara dengan mayoritas Muslim sekalipun mengalami pergolakan yang luar biasa ketika pemuda-pemudinya banyak terpengaruh oleh kebiasaan yag jelas berasal dari agama lain.

Meskipun tradisinya berasal dari Kristen Katolik, tetapi terdapat juga aliran dalam kristen yang menolak hari Valentine, salah satunya adalah The Restored Church yang menganggap perayaan Valentine’s Day sebagai bagian dari pengaruh setan ke manusia untuk menjebaknya ke dalam Carnal Desire atau hasrat perzinahan, mereka juga menganjurkan kepada penganut kristen untuk tidak merayakan Valentine’s Day.

Puji Khuwata
Puji Khuwata Mahasiswa Universitas Aisyiyah Yogyakarta Jurusan Administrasi Publik, senang menekuni dunia Government, kebijakan Publik dan Politik. Selain sebagai mahasiswa juga aktif di Persyarikatan Muhammadiyah.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Laporan Keuangan? Basi?

Berbicara soal laporan keuangan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang ekonomi, apalagi yang bergelut dalam dunia akuntansi. Secara singkat, laporan keuangan adalah...

Mengenang Hans Küng (1928-2021), Tokoh Dialog Antar Agama

Bagi para pegiat dialog antar agama, sosok dan pemikiran Hans Küng tak asing lagi. Namanya kerap disebut seiring dengan pemikirannya tentang upaya mewujudkan perdamaian...

Stop Propaganda Anti Syiah, Bersatulah Sunni dan Syiah

Apabila kita search dengan kata kunci Syiah, entah itu di youtube, google, instagram, dan lain sebagainya. Kita pasti akan menemui berbagai gambar atau video...

Kudeta Militer Myanmar, Asumsi Media Tentang Posisi Indonesia

Pada awal tahun 2021 dunia internasional dikejutkan dengan peristiwa yang terjadi di salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yakni Myanmar. Negara yang dulunya...

Barter Fatwa, Bolehkah?

Saya tersentak atas pemberitaan media yang mensinyalemen adanya barter fatwa. Barter fatwa yang dimaksud adalah menukar fatwa halal dengan jabatan komisaris sebuah BUMN. Majalah Tempo...

ARTIKEL TERPOPULER

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Remaja dan Zona Nyaman

Remaja pada umumnya selain terlihat fisiknya yang berubah, tetapi juga mengubah perlahan tentang pola pikirnya. Pola pikir ini berhubungan dengan sebuah tahanan sesorang remaja...

Presiden Joe Biden: Gesture pada Islam dan Dunia Muslim

Joe Biden telah empat bulan lalu dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat ke 46 pada 20 Januari 2021. Joe Biden bersama pasangan wakil presiden Kamala...

Pengantar Ilmu Komunikasi

Selain menjadi makhluk individual, manusia pun sebagai makhluk sosial yang senatiasa ingin berinteraksi dengan manusia lainnya. Disisi lain, manusia yang berinteraksi tidak hanya ingin...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.