Selasa, Maret 9, 2021

Registrasi Kartu Perdana, Repot atau Relevan?

Mas Menteri, Jangan Ada Dusta di Antara Kita!

Nadiem Makarim bukan profesor, tapi inovasinya di bidang pendidikan membuatnya lebih menghebohkan dari profesor. Jika ide-ide Mendikbud terdahulu, hanya dibicarakan di kalangan elit, maka...

Surat Terbuka Untuk Sandiaga Uno: Pengibaran Bendera NU Raport Kecil Untukmu

Halo Pak Sandi, perkenalkan nama saya Asyari, lahir di Pamekasan dan menikah dengan gadis cantik, baik hati alias sholehah Jember. Bapak Sandiaga Uno yang...

Menerka Dampak Perlambatan Ekonomi AS-Tiongkok pada Indonesia

Dirilis 8 Januari lalu, World Bank lewat laporan Global Economic Prospects dengan judul “Darkening Skies” menyampaikan penguatan prediksi akan terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi global pada angka...

Pemuda Mabuk Rebusan Pembalut Wanita: Salah Guru atau Orang Tua

Fenomena irasional kembali menimpa dunia pemuda kita, setelah kondisi sosial lain yang berkaitan tentang kepemudaahn dan kehidupan pemuda yang belum usai. Kita dihadapkan kembali...
Fatony Darmawan
Rakyat biasa yang hobi menulis,seorang pelajar dan seorang penikmat opini publik.

Awal tahun, masyarakat sudah dibuat grusah-grusuh dengan kebijakan Menteri Kominfo melalui Permen Kominfo Nomor 14 Tahun 2017 Tentang Perubahan atas Peraturan Menkominfo Nomor 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.

Seluruh warga negara Indonesia diwajibkan untuk meregistrasi ulang baik kartu perdana lawas maupun yang baru akan dibeli dengan tenggang waktu antara 31 Oktober 2017 sampai 28 Februari 2018. Konsekuensinya, saat sampai batas waktu belum juga diregistrasi akan diberlakukan pemblokiran SIM card.

Dengan adanya tenggang waktu yang ditetapkan justru menimbulkan disparitas persepsi di tengah masyarakat. Tak khayal bagi mereka-mereka sebagai konsumen Android yang tergolong baru akan melahirkan keluh kesah terhadap kebijakan tersebut.

Kebetulan saat ini sedang dalam masa transisi menuju masyarakat yang lebih melek teknologi. Android menjadi garda terdepan untuk menerobos menuju kebebasan tak terbatas yaitu dunia maya.

Kinerja android sangat didukung oleh kuota internet.Masyarakat kadung dalam kebiasaan beli kartu untuk sekali pakai. Mau tidak mau masyarakat harus siap diintervensi oleh provider-provider ternama.

Saban hari mereka sambatan(mengeluh), kuota semakin mahal registrasi juga semakin sulit.Pernyataan senada juga datang dari kalangan orangtua yang mayoritas masih berpegang teguh dengan handphone jadulnya. Mereka lebih geger keweden kalau-kalau kartunya mati dan nomor sanak-sedulur hilang, semakin repot!

Di Kota Sukabumi, Jawa Barat, (26/03/2018) ratusan pelanggan nomor prabayar telepon seluler tampak memadati gerai milik Indosat Ooredoo. Mereka memiliki tujuan yaitu mengurus SIM card yang diblokir karena belum meregistrasi ulang hingga tenggat yang ditetapkan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo).

Dikutip dari koran Republika(27/03/2018), salah satu warga, Sri Wahyuni (43 Tahun), mengklaim bahwa dirinya sudah melakukan registrasi ulang tetapi selalu gagal. Menurutnya, ia sudah melakukan tahapan registrasi yang sesuai dengan petunjuk seperti memasukkan nomor induk kependudukan dan nomor kartu keluarga.

Akan tetapi tidak ada respon pemberitahuan apakah registrasi tersebut berhasil atau tidak sampai tiba-tiba nomornya diblokir sejak senin pagi. Hal ini cukup membuat Sri Wahyuni mengangkat kening.

Di Sumatera Barat tepatnya di Padang, karut-marut registrasi tidak terlalu nampak. Masyarakat yang misuh-misuh dengan mengakar tunggang di Gerai Indosat Ooredoo Padang tidak terlalu ramai. Salah satu petugas costumers service di sana mengatakan, jumlah pelanggan yang mengurus registrasi ulang kartu prabayar rata-rata hanya 30 orang per hari. Kebanyakan dari mereka mendatangi gerai di pagi hari. Hal tersebut juga diimbangi oleh pelayanan yang cepat sepanjang pengunjung membawa dokumen lengkap.

Dalam koran Republika terbitan 27/03/2018, salah seorang pelanggan,Wahyuni (51 Tahun) mengaku baru sempat melakukan registrasi sekarang. Ia menjujuk gerai Indosat Ooredoo setelah mengetahui nomor prabayar miliknya diblokir. Beruntung pihak Ooredoo memberikan pelayanan cepat untuk mengaktifkan kembali kartu prabayar miliknya.

Kasus-kasus yang terjadi diatas mengindikasikan bahwa masyarakat belum siap untuk ditodong kebijakan semacam ini. Mereka adalah segelintir individu yang mengingikan apa-apa serba praktis. Manakala justru kebijakan ini dipandang sebelah mata. Pemerintah yang pada awalnya bertujuan untuk meningkatkan keamanan konsumen melalui validasi data kependudukan malah dibuat kelimpungan.

Sistem dibuat eror karena pada detik-detik terakhir menjelang tenggat waktu,terjadi penumpukan registrasi. Akibatnya sedikit banyak membuat kegaduhan ditengah masyarakat yang berakar pada gagalnya registrasi yang mereka tempuh.

Kebijakan ini justru dapat menjadi bumerang. Beberapa hari belakangan menjelang 28 Februari 2018, saat saya membuka situs jejaring sosial pesbuk cukup dibuat terbelalak dengan segelintir akun yang menawarkan jasa registrasi ulang.

Jika dipandang sebagai sebuah gejala sosial tentu ini sangat mengkhawartikan.Dalam praktinya akan bertolak belakang dengan tujuan pemerintah yang salah satunya adalah menegakkan identitas pengguna untuk tameng dari segala bentuk siber elektronik.

Tindakan semacam ini malah mendukung bertambahnya data simcard bodong.Selain itu yang mencemaskan adalah para pengobral jasa ini menggunakan sumber data kependudukan yang tidak jelas asalnya darimana.

Jika mengulik lebih jauh,rata-rata para pengobral tersebut berasal kalangan pelajar yang menggunakan akun-akun anonim. Tidak dipungkiri juga apabila ada yang kontradiksi terhadap usahanya, respon mereka cenderung menampakkan pribadi yang urakan dengan berujar kata-kata pisuhan. 

Di sisi lain kebijakan registrasi ulang ini dinilai sebagai jalan keluar dari keresahan masyarakat selama ini. Menapaktilasi beberapa waktu sebelumnya, masyarakat pernah diguncang dengan teror mama minta pulsa.

Tidak hanya itu, yang tak kalah meresahkan adalah panggilan telepon yang mengabarkan bahwa telah terjadi sesuatu terhadap salah satu sanak keluarga. Padahal ini hanya sebuah modus untuk menggerogoti rajabrana dengan mengambil manfaat dari kepanikan yang bersangkutan. Terbaru, di mana saya juga mengalami adalah modus melalui sms tidak jelas yang seolah olah menyuruh untuk melakukan transfer ke rekening tertentu.

Kebijakan registrasi menggunakan validasi NIK dan Kartu keluarga untuk meningkatkan keamanan mendapat dukungan dari para pengusaha celuler namun mereka juga melakukan pengolakan jika diterapkan 1 nomor induk kependudukan untuk 3 SIM. Mereka menginterpretasikan ini sebagai musabab kebangkrutan industri konter kartu dan pulsa.

Kebijakan ini juga menguntungkan pihak provider. Provider dapat menekan biaya produksi pack kartu prabayar karena penggunaan SIM card sekali pakai. Dengan itu, mereka dapat mengalihkan sebagian dana produksi untuk peningkatan kualitas jaringan. Hingga pada akhirnya fokus akan lebih ke kualitas jaringan lagi bukan kuantitas produksi. Pelayanan yang disuguhkan kepada masyarakat juga tidak akan setengah-setengah

Fungsi lain dari kebijakan registrasi ulang yaitu menjadi sopir agar arah penggunaan kartu lebih bijak dan efisien. Sejauh ini tidak diketahui secara pasti berapa jumlah pengguna layanan prabayar di Indonesia. Musababnya adalah adanya peperangan harga di kalangan provider.Disana mereka saling menjual diri dengan harga promo yang super gila.

Konsumen akan digiring untuk terus berganti-ganti SIM card menyesuaikan di mana letak promo paling murah. Hal ini justru merugikan operator karena ada biaya yang dibebankan untuk pencetakan kartu dan biaya jaringan padahal kartu sedang dalam keadaan offline.

Hulu hingga hilir permasalahan berupa modus-modus penipuan terus menghinggapi masyarakat. Bahkan sampai saat ini, masyarakat harus pandai membawa diri terhadap perkembangan IPTEK yang semakin cepat dan rawan.

Pemerintah melalui permen ini mestinya bisa menjadi penguat. Seakan-akan kebijakan tersebut cukup relevan untuk dapat menangkal pelaku-pelaku kejahatan yang berdiri di balik layar. Disamping Masyarakat juga harus eling untuk tetap terus mendukung apa yang menjadi rengrengan pemerintah. Jika menilik lewat sudut pandang fungsional penerapan permen ini sudah sangat tepat!

Fatony Darmawan
Rakyat biasa yang hobi menulis,seorang pelajar dan seorang penikmat opini publik.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Harap-Harap Cemas Putusan MK pengujian Perubahan UU KPK

Sudah setahun lebih setelah UU No. 19 Tahun 2019 (perubahan UU KPK) disahkan dan bentuk penolakan pun masih senantiasa digulirkan. Salah satu bentuk penolakan...

Mereformulasi Pengaturan Hukum Mitigasi Bencana

Bencana alam seringkali tidak dapat diprediksikan. Dimana jenis bencana alam yang terjadi tersebut turut menimbulkan korban jiwa, kerugian materil ataupun kerugian imateril kepada masyarakat...

Apresiasi dan Masalah Tersisa Pencabutan Perpres Miras

Kita patut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas tindakan berani dan jujur Presiden Jokowi untuk mencabut lampiran Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Investasi...

Amuk Leviathan Hobbesian dalam Konflik Partai Demokrat

Tahun 1651, Thomas Hobbes menerbitkan buku berjudul “Leviathan”. Nama leviathan merujuk kepada monster sangat ganas dalam mitologi Yunani. Makhluk yang hidup di lautan ini...

Dialektika Hukum Kepemiluan

Dalam penyelenggaraan suatu pemerintahan, hukum dan politik merupakan dua hal yang memiliki keterikatan secara timbal balik. Hubungan timbal balik antara hukum dan politik tersebut...

ARTIKEL TERPOPULER

Amuk Leviathan Hobbesian dalam Konflik Partai Demokrat

Tahun 1651, Thomas Hobbes menerbitkan buku berjudul “Leviathan”. Nama leviathan merujuk kepada monster sangat ganas dalam mitologi Yunani. Makhluk yang hidup di lautan ini...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Euforia Bahasa Arab

(Ilustrasi) Pameran busana tradisional Arab dalam Pekan Kebudayaan Saudi Arabia di Jakarta, Minggu (27/3). ANTARA FOTO/Rosa Panggabean. Entah apa yang ada di dalam pikiran sejumlah...

Injil Muslim: Kontroversi Barnabas Revisited

Minggu ini saya mengajar topik "A Muslim Gospel" (Injil Muslim) dalam mata kuliah "Islam and Christian Theology". Saya menugaskan mahasiswa untuk membaca The Gospel...

Madinah, Tinjauan Historis

Yatsrib atau yang sekarang dikenal dengan nama Madinah merupakan salah satu daerah yang subur di Jazirah Arab pada masa itu. Penduduk Madinah sebelum Islam...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.