Sabtu, Desember 5, 2020

Universitas Dikelola Organisasi Perempuan

Beberapa Alasan Kenapa Kita Harus Berhenti Belajar Filsafat

“Lama ga ketemu, nih. Udah kuliah ya? Kuliah di mana sekarang?” “Sekarang saya kuliah di UI, Om.” “Wah, hebat ya! Ambil jurusan apa di UI?” “Saya jurusan...

Infomalisasi Tenaga Kerja di Era Digital

Perkembangan ekonomi digital saat ini mengalami kemajuan yang pesat. Hampir seluruh sektor bisnis dituntut untuk mengikuti tren digital yang saat ini berkembang, diantaranya melalui...

Bu Tejo Pahlawan Pemersatu Masyarakat Kita

Film pendek Tilik yang tayang di Youtube baru-baru ini, mampu menyedot perhatian khalayak, terutama netizen yang haus akan hiburan yang menyegarkan. Film yang berdurasi...

Pekerja Informal di Tengah Gegap Gempita May Day

Pada tanggal 1 Mei setiap tahunnya kita dan pekerja sejagad memperingati hari buruh atau May Day. Dalam perjalanan sejarahnya, gerakan buruh dan kesadaran berserikat...
Bayu Susena
Staf Badan Penjaminan Mutu

Hari Kartini diperingati setiap tanggal 21 April. Raden Ajeng Kartini lahir 21 April 1879. Pada masa itu banyak anak-anak seumuran RA. Kartini yang tidak bersekolah. Tetapi RA. Kartini dapat menyelesaikan sekolah Europese Lagere School.

RA. Kartini meninggal di usia 24 tahun. J.H Abendanon mulai mengumpulkan surat-surat yang pernah ditulis RA. Kartini. Maka disusunlah buku “Door Duisternis tot Licht” yang diterjemahkan menjadi “Dari Kegelapan Menuju Cahaya” yang terbit tahun 1911. Buku ini membuat perubahan pemikiran di masyarakat tentang perempuan pribumi.

Perempuan dipandang masyarakat menjadi lebih baik. Tidak lagi semena-mena terhadap perempuan. Perempuan menjadi memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran. Berhak pula berorganisasi, berhak mengeluarkan pendapat dan saran.

Organisasi Perempuan Persyarikatan Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Pendidikan Tinggi, dalam hal ini lembaga otonomnya yaitu Pimpinan Pusat Aisyiyah telah berperan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

Aisyiyah telah memiliki 33 Pimpinan Wilayah Aisyiyah (Propinsi), 370 Pimpinan Daerah Aisyiyah (kabupaten), 2.332 Pimpinan Cabang Aisyiyah (kecamatan) dan 6.924 Pimpinan Ranting Aisyiyah (kelurahan). Aisyiyah juga memiliki amal usaha yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

Amal usaha Aisyiyah bidang pendidikan terdiri dari kelompok bermain, taman pengasuhan anak, taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan pendidikan tinggi. Amal usaha di bidang kesehatan berupa rumah sakit, rumah bersalin, badan kesehatan ibu dan anak, balai pengobatan dan posyandu. Dalam bidang kesejahteraan sosial yaitu rumah singgah anak jalanan, panti asuhan, Lembaga dana santunan sosial dan tim panrukti jenazah.

Sejarah Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Berdasarkan hasil keputusan Muktamar Aisyiyah yang ke 35 di Jakarta, maka didirikanlah Pendidikan Tenaga Kesehatan Aisyiyah tahun 1963. Selanjutnya didirikanlah Sekolah Bidan Aisyiyah berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 65 tanggal 10 Juli 1963.

Seiring dengan proses yang berjalan dan mengikuti peraturan pemerintah maka didirikan juga Sekolah Penjenang Kesehatan Tingkat C. Tahun 1978 berubah menjadi Sekolah Perawat Bidan Aisyiyah Yogyakarta. Pendidikan Tinggi Perawat Kesehatan Aisyiyah (SPK’A) Yogyakarta. Pendidikan Tinggi Kesehatan Aisyiyah Yogyakarta tahun 1982 juga menyelenggarakan program Pendidikan Bidan A (PPB A) atau setingkat D I Kebidanan.

Tahun 1991 sesuai SK Menkes RI No. HK.00.06.1438 SPK’A Yogyakarta dikonversi menjadi Akademi Keperawatan Aisyiyah Yogyakarta. Tahun 1998 Pendidikan Tinggi Kesehatan Aisyiyah Yogyakarta kembali ke ciri khas awalnya konversi menjadi Akademi Kebidanan Aisyiyah Yogyakarta.

Tahun 2003 melalui Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 181/D/0/2003 berkembang menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Aisyiyah Yogyakarta. STIKES Aisyiyah Yogyakarta juga sudah mendapatkan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi dengan peringkat B.

Tahun 2016 STIKES Aisyiyah Yogyakarta berubah bentuk menjadi Universitas Aisyiyah Yogyakarta (Unisa) berdasarkan Surat Keputusan Kemenristek Dikti Nomor 109/KPT/I/2016 pada tanggal 10 Maret 2016. Universitas Aisyiyah Yogyakarta juga sudah mendapatkan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi pada 10 Oktober 2017 dengan peringkat Terakreditasi B.

Universitas Aisyiyah Yogyakarta Kini

Saat ini tiga tahun setelah berubah menjadi Universitas Aisyiyah Yogyakarta, sudah memiliki 3 Fakultas yaitu Fakultas Ilmu Kesehatan terdiri dari Ilmu Kebidanan Jenjang Magister S2, Pendidikan Profesi Bidan, Profesi Fisioterapi, Profesi Ners, Gizi, Ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan, Bidan Pendidik, Keperawatan Anestesiologi, Kebidanan Jenjang D III, Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Jenjang D III. Fakultas Sains dan Teknologi terdiri dari Bioteknologi, Arsitektur dan Teknologi Informasi. Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial dan Humaniora terdiri dari Administrasi Publik, Komunikasi, Akuntansi, Manajemen dan Psikologi.

Mahasiswa Unisa masih didominasi oleh perempuan, faktor penyebabnya adalah sebagian besar mahasiswa Unisa masih berada pada program studi kebidanan dan program studi lain di Fakultas Ilmu Kesehatan. Mahasiswa Unisa berasal dari 33 propinsi dengan 31% masih didominasi dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan ada beberapa mahasiswa dari luar negeri.

Unisa mendapatkan hibah jurnal dari Kemenristekdikti. Hibah jurnal ini didapatkan setelah bersaing dengan ribuan perguruan tinggi di Indonesia. Dengan memperoleh hibah jurnal ini diharapkan menjadi pemacu dan pemicu dosen, peneliti, mahasiswa, pengelola jurnal, asesor jurnal serta stakeholder terkait untuk terus meningkatkan kuantitas dan kualitas publikasi ilmiah baik secara nasional dan internasional.

Unisa telah menjalin kerjasama internasional di negara-negara Asia Tenggara, Inggris dan Taiwan. Baru-baru ini di awal Maret 2019 Unisa merintis kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di Australia. Tiga universitas tersebut adalah La Trobe University, University of Canberra dan Australian National University. Kerjasama yang akan dilakukan yaitu program kursus singkat 3-4 minggu, visiting professor, international practice project.

Unisa diharapkan mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain. Unisa juga diharapkan mampu memberi warna keindonesiaan, keislaman dan pengarusutamaan gender berbasis Islam yang berkemajuan. Unisa berupaya semakin memperluas peran dan kontribusi dalam mencerdaskan dan memajukan kehidupan bangsa.

Bayu Susena
Staf Badan Penjaminan Mutu
Berita sebelumnyaRadikalisme dalam Tubuh KPK
Berita berikutnyaKami Santri Nusantara
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Nasib Petani Sawit Kalau Premium Dihapus

What? Chaos macam apa lagi ini? Itu pikiran saya saat beberapa bulan lalu terdengar kabar dari radio bahwa ada rencana pemerintah untuk menghapus bahan bakar...

Islam Kosmopolitan

Diskursus tentang keislaman tidak akan pernah berhenti untuk dikaji dan habis untuk digali. Kendati demikian, bukan berarti tidak ada titik terang. Justru, keterkaitan Islam...

Kerusakan Lingkungan Kita yang Mencemaskan

Menurut data dari BPS, pada tahun 2018 jumlah kendaraan bermotor di Indonesia mencapai 146.858.759 unit, jumlah tersebut meliputi mobil pribadi, mobil barang, bis dan...

Pilkada yang Demokratis

Tidak terasa pergelaran pemilihan kepada daerah yang akan dilaksankan pada 9 Desember mendatang sebentar lagi akan dijalankan. Pilkada serentak dilaksanakan di 270 daerah di...

DPRD DKI; Kembalilah Menjadi Wakil Rakyat!

Saya terhenyak ketika mendapat informasi perihal naiknya pendapatan langsung dan tidak langsung anggota DPRD DKI Jakarta tahun anggaran 2021. Berdasarkan dokumen Rencana Kerja Tahunan...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Yesus, Tuhan Kaum Muslim Juga? [Refleksi Natal dari Seorang Mukmin]

Setiap menjelang perayaan Natal, fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang boleh tidaknya kaum Muslim mengucapkan selamat Natal menjadi perbincangan. Baru-baru ini MUI kembali menambah...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Format Baru Kepemimpinan di Era Disrupsi

Baru-baru ini bangsa Indonesia diisukan dengan adanya penambahan masa jabatan kepemimpinan presiden hingga tiga periode, ataupun ada yang mengusulkan pemilihan presiden dilakukan secara demokratis...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.