OUR NETWORK

Undecided Voters Penentu di 2019

Berbeda dengan golput, para undecided voters masih bisa dipengaruhi dengan treatment dan program-program yang diusung masing-masing calon.

Undecided voters adalah jumlah orang yang belum menentukan pilihan hingga ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Artinya, pilihan mereka ditentukan saat menjelang hari H pencoblosan atau pada saat di TPS.

Berbeda dengan golput, para undecided voters masih bisa dipengaruhi dengan treatment dan program-program yang diusung masing-masing calon. Sementara mereka yang golput adalah mereka yang sejak awal sudah menentukan pilihan politik untuk tidak memilih.

Jika kita bandingkan jumlah undecided voters ini dengan jumlah orang yang sudah menentukan pilihannya. Kuantitas undecided voters ini jauh lebih sedikit. Terutama menuju pemilu presiden 2019 mendatang.

Hegemoni politik yang dibuatkan frame dengan dominasi isu agama, nasionalisme, bhineka tunggal ika dan isu keberagaman telah berhasil merangsang sebagian besar orang untuk menentukan pilihan politknya segera sebagai bentuk tidak suka kepada salah satu pasangan calon.

Orang yang sudah menentukan pilihan politik kepada salah satu paslon hari ini lebih karena sentiment personal, bukan dengan pertimbangan terhadap program serta visi yang dibawa oleh salah satu paslon.

Survei terakhir Peneliti LSI (Lingkaran Survei Indonesia), Fitri Hari, menyatakan ada sekitar 16,2 persen jumlah undecided voters dan diprediksi semakin mengecil jelang pelaksanaan pemilu presiden 2019 nanti. Dia menjelaskan sebaran distribusi undecided voters itu sangat beragam. Di segmen umur, jumlah undecided voters merata. Paling besar di usia 20-29 tahun sebanyak 16 persen, dan 22,6 persen di atas usia 50 tahun.

Untuk distribusi pendidikan, undecided voters 19 persen untuk yang lulus SD atau di bawahnya, tamat SMP 14 persen, tamat SMA 12,4 persen, dan pernah kuliah 17,9 persen. Untuk variabel pendapatan, paling banyak di segmentasi yang berpendapatan Rp 400.000-Rp 1 juta berjumlah 20 persen, sementara yang berpendapatan di atas Rp 2 juta jumlahnya 11 persen.

Pengaruh suara

Pertanyaan hari ini adalah sejauh mana suara undecided voters ini mampu mempengaruhi hasil pemilu presiden 2019 nanti. Jika kita melihat hasil pemilu presiden 2014 silam. sebagaimana ditetapkan oleh KPU pada rapat pleno penghitungan suara di Gedung KPU, Selasa (22/7/2014 kompas.com).

Pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai peraih suara terbanyak Pemilu Presiden 2014. Keduanya meraih kemenangan 70.997.783 suara (53,15 persen) pada Pemilu Presiden 2014. Jumlah itu berselisih 8.421.389 suara dari pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, yang meraih 62.576.444 suara (46,85 persen).

Dengan sebaran suara di 33 provinsi dan juga suara yang berasal dari luar negri. Selisih suara pada 2014 silam adalah sebesar 8.421.389 suara yang jika kita persentasekan adalah sekitar 6,3 persen. Dengan hasil demikian jika kita coba bawakan pada kondisi hari ini. maka berdasarkan hasil survei dari LSI yang menyatakan jumlah undecided voters mencapai 16,2 persen. Maka yang menjadi penentu pemenang pada pemilu presiden 2019 nanti adalah undecided voters ini.

Melihat jumlah DPT yang hari ini sudah ditetapkan oleh KPU adalah sebanyak 185.994.249 suara sebagaimana kata Komisioner KPU Viryan Aziz dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/8/2018 detik.com). Terjadi peningkatan dari pemilu presiden 2014 lalu. Suara pada pemilu presiden 2014 lalu adalah sebesar 133.574.277 suara sah (kompas.com). jika kita berasumsi suara sah pada pemilu presiden 2019 nanti adalah 185.994.249 suara dan merujuk pada hasil survei LSI diatas. Maka akan ada 30.131.068 suara undecided voters.  

Yang sebarannya berdasarkan asumsi kita pada survei LSI diatas bahwasanya undecided voters ini terbanyak kedua tersebar pada kelompok mahasiswa, dibawah kelompok mereka yang tamatan SD dan pernah SD yang menempati jumlah sebaran undecided voters terbanyak pertama. Baru kemudian setelah itu kelompok tamat SMP dan Berikutnya Kelompok tamat SMA. Tetunya ini akan menjadi PR besar bagi masing-masing paslon beserta timnya.

Karena pertarungan politik pemilihan presiden dan wakil presiden di 2019 nanti sejatinya adalah pertarungan memperebutkan 30.131.068 suara undecided voters yang sampai saat ini masih menunggu treatmen apa yang dibawakan oleh masing-masing paslon. Undecided voters hari ini masih melihat jualan siapa yang paling menarik. Jualan Jokowi-Ma’ruf kah, atau jualan Prabowo-Sandi.

Tentunya untuk mengambil suara dari undecided voters ini masing-masing pasangan mesti punya cara dan langkah yang berbeda pada setiap segmentasi penyebaran suara undecided voters. Mungkin saja untuk mengambil suara undecided voters dari kelompok pertama dan ketiga (kelompok tamat SD dan tamat SMP) tidak begitu sulit bagi maisng-masing paslon untuk mempengaruhi arah pilihan nanti.

Tetapi perlu diingat, bahwasanya dua kelompok ini adalah kelompok undecided voters yang paling dimungkinkan akan jatuh kepada kelompok Golput, dikarenakan pendidikan politik yang tidak sampai. Sehingga pemahaman politik kedua kelompok ini tidak cukup untuk ikut serta dan tidak penuh pertimbangan dalam menentukan pilihan pada pemilu presiden 2019 nanti.

Juga pada kelompok undecided voters pertama dan ketiga ini (kelompok tamat SD dan SMP) praktek Money Politik dimungkinkan terjadi lebih besar dan masif dibanding pada dua kelompok undecided voters lainnya. Dikarenakan orang-orang yang ada pada kelompok ini adalah orang-orang yang secara perekonomian tersebar pada golongan menengah kebawah. Dan juga tidak punya indikator tertentu untuk memilih salah satu pasangan calon presdien dan wakil presiden di 2019 nanti.

Lain halnya dengan kelompok undecided voters kedua dan keempat (orang yang pernah menjadi Mahasiswa dan orang yang tamat SMA). Masing-masing paslon mesti lebih fokus dan lebih memperhatikan kelompok kedua dan keempat ini. berbeda dengan kelompok pertama dan ketiga tadi.

Kelompok kedua dan kelompok keempat ini menjadi undecided voters adalah bukan karena tidak sampainya pendidikan politik kepada mereka juga bukan karena kelompok ini dan memahami politik. Justri kelompok kedua dan kelompok keempat ini menjadi undecided voters karena sikap kritis mereka. yang sampai saat ini masih menunggu dan memperhatikan pasangan mana yang layak berdasarkan idealisme mereka untuk memimpin bangsa ini kedepannya.

undecided voters pada kelompok kedua dan keempat ini adalah mereka yang akan memilih berdasrkan indikator tertentu dan konsekuen terhadap indikator tersebut. Bisa jadi berdasarkan visi misi yang dibawakan oleh masing-masing paslon. Bisa jadi berdasarkan sikap yang dipertontonkan oleh masing-masing paslon sejauh ini. juga tidak menutup kemungkinan praktek-praktek kotor selama kampanye akan menjadi indokator bagi kelompok kedua dan keempat ini untuk menentukan pilihannya.

Pada akhirnya dari total 185.994.249 suara yang ditetapkan sebagai DPT oleh KPU hanya sebagai pajangan kebanggaan bahwasanya negara kita adalah negara yang menjunjung tinggi demokrasi dengan jumlah pemilih yang banyak sekali. karena sejatinya pertarungan pemilu presiden 2019 nanti adalah pertarungan memperebutkan undecided voters. Yang dalam lingkup lebih kecil lagi pertarungan di 2019 nanti adalah pertarungan memperebutkan suara mahasiswa

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Andalas Penerima Beastudi Etos Dompet Duafa

TINGGALKAN KOMENTAR

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…