Rabu, Desember 2, 2020

Tumbangnya Politik Emak-Emak di Pilpres 2019

Hanya untuk Satu Kata, “Pulang”

Ramadhan hampir usai, Hari Kemenangan kian dekat. Setelah hampir sebulan penuh ditempa dan dibina, sudah saatnya umat muslim merayakan hari kemenangan. Kemenangan atas perjuangan...

Menyoal Debat Raja Juli Antoni dan Fadli Zon

Perdebatan sengit antara Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni dengan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon yang juga Wakil Ketua Umum...

Infrastruktur Simalakama

Pembangunan infrastruktur yang santer terdengar beberapa tahun belakangan ini agaknya merupakan frasa yang cukup pelik untuk dipahami. Secara praktis infrastruktur diafiliasikan dengan fasilitas-fasilitas yang...

Mengapa RUU Minol Harus Disahkan

Pada zaman yang serba modern seperti sekarang ini apa saja dapat dilakukan dan didapatkan dengan mudah karena teknologi sudah semakin canggih. Dahulu untuk mendapatkan...
Naufal Madhure
Penulis Lepas dan Aktivis Forum Libertarian Indonesia, Wilayah Sumenep, Madura.

Emak-emak menjadi idola baru di panggung politik kita dewasa ini. Ia yang selama ini nyaris tidak pernah diperhitungkan dalam konstelasi perpolitikan kita, kini ia cukup menyedot perhatian publik. Ia tidak lagi menjadi makhluk nomer dua dalam konstelasi perpolitikan kita menjelang pilpres 2019 mendatang. Derajatnya nyaris sama dengan kaum bapak. Dan keberadaannya cukup diperhitungkan.

Sandiaga Uno yang mendampingi Prabowo Subianto sebagai cawapres di pilpres 2019 mendatang adalah orang pertama yang merangkul emak-emak. Seuasi mendaftarkan diri bersama Prabowo di gedung KPU, kepada awak media dia mengungkapkan bahwa akan berjuang untuk kebahagiaan emak-emak di seluruh Indonesia. “Saya berjuang bersama Pak Prabowo untuk kebahagiaan emak-emak di seluruh Indonesia,” ungkapnya kepada wartawan.

Di mana ada Sandiaga Uno, di situlah juga ada emak-emak. Emak-emak ini bukan emak-emak biasa, tetapi adalah emak-emak yang siap memenangkan pasangan Prabowo-Sandiaga pada kontestasi pilpres 2019 mendatang. Karena bagi mereka pasangan Prabowo-Sandiaga adalah pasangan yang mengerti akan ihwal dan kebutuhan emak-emak.

Jamak publik kita tahu bahwa ‘the power of emak-emak’ adalah salah satu kekuatan pasangan Prabowo-Sandiaga dalam menghadapi pasangan Jokowi-Makruf. Harus kita akui, bahwa diposisikannya emak-emak di garda terdepan panglima pemenangan pasangan Prabowo-Sandiaga karena pemerintahan Jokowi dinilai tidak berpihak kepada kepentingan emak-emak. Yaitu kebutuhan akan bahan pokok yang murah.

Maka pasangan Prabowo-Sandiaga, dalam konteks ini memposisikan dirinya sebagai ratu adil atau juru selamat (kepentingan) emak-emak. Sebagaimana kita mafhum, suara emak-emak lah yang selama ini lantang menyuarakan ketidakadilan Jokowi dan kecakapan pasangan Prabowo- Sandiaga dalam mengentaskan tingginya harga kebutuhan pokok emak-emak.

#2019GantiPresiden adalah teriakan yang membuat pasangan Jokowi-Makruf sedikit khawatir dan kelimpungan. Semakin keras #2019GantiPresiden diteriakkan, semakin masyhur pulalah kekuatan emak-emak itu ke seantero negeri, dari sudut-sudut kota hingga ke pelosok-pelosok desa. Saat itu saya sempat berpikir bahwa politik emak-emak benar-benar menemukan momentumnya pada kontestasi politik kali ini.

Tetapi sayang, prediksi saya meleset. Apa yang terjadi hari ini tidak seperti yang saya bayangkan beberapa bulan mutakhir. Gara-gara aksi hoaks seorang emak si Ratna Sarumpaet, politik emak-emak berada dalam jurang kehancuran. Di saat publik kita mulai percaya akan propaganda dan ajakan emak-emak untuk ganti presiden, malah kepercayaan itu dirusak oleh aksi nakal si emak Ratna Sarumpaet.

Si emak Ratna Sarumpaet, sebagaimana jamak orang mafhum telah membohongi publik, terlebih di tataran grass root. Wajahnya yang sudah keriput dimakan usia tiba-tiba dioperasi plastik, supaya kelihatan lebih muda dan yang melihatnya sedikit geregetan. Nahas, bukan cantik yang ia dapatkan, tetapi bonyok. Bekas operasi semakin membuat wajahnya menua tak karuan.

Singkatnya, si emak Ratna kemudian mengaku habis dipukulin orang tak dikenal sehingga wajahnya bonyok. Lantas cerita ini membuat Prabowo dkk percaya dan melakukan jumpa pers atas cerita itu. Dan publik kita ramai membincangkannya. Otomatis ia menjadi tranding topik.

Setelah beberapa hari, publik kita kemudian dibuat kaget oleh pernyataanya yang tiba-tiba mengakui bahwa apa yang dia ceritakan adalah cerita bohong dan meneyebut dirinya sebagai ‘Ratu Hoaks’.

Peristiwa ini tidak hanya melukai Prabowo dkk dan pengagum emak-emak, tetapi juga yang lebih hakiki ia telah melukai rasa kemanusiaan dan moralitas yang bangsa. Dia telah membohongi rakyat, rakyat yang selama ini ia sebut-sebut sebagai rujukan perjuangannya. Sungguh, dia adalah bagian dari emak-emak yang nakal, emak-emak yang tega membuat hati orang-orang yang mencintainya tersayat.

Tentu kenakalan si emak Ratna Sarumpaet ini berimplikasi negatif terhadap politik emak-emak yang selama ini begitu dibangga-banggakan pasangan Prabowo-Sandiaga untuk meningkatkan elektabiltas dan memaksimalkan perolehan suara pada pilpres mendatang. Implikasi negatif itu berupa runtuhnya politik emak-emak dalam kontestasi pilpres kali ini.

Runtunya politik emak-emak menjadi insiden buruk bagi elektabilitas pasangan Prabowo-Sandiaga dan akan cukup menyulitkan pasangan penantang ini dalam merebut hati dan suara para pemilih. Karena kredibelitas emak-emak yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan omongannya tidak  bisa kita pegang.

Saya sendiri trauma dengan emak-emak karena bagi saya dibohongi emak-emak itu lebih menyakitkan daripada ditinggal kawin sang pacar.

Naufal Madhure
Penulis Lepas dan Aktivis Forum Libertarian Indonesia, Wilayah Sumenep, Madura.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Mengapa RUU Minol Harus Disahkan

Pada zaman yang serba modern seperti sekarang ini apa saja dapat dilakukan dan didapatkan dengan mudah karena teknologi sudah semakin canggih. Dahulu untuk mendapatkan...

Pay It Forward Merespon Dampak Pandemi Covid-19

Sinopsis Film Pay It Forward Pay It Forward merupakan sebuah film asal Amerika Serikat yang sarat pesan moral. Film ini dirilis pada tahun 2000, yang...

Senyum Ekonomi di Tengah Pandemi

Pandemi tak selamanya menyuguhkan berita sedih. Setidaknya, itulah yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Berita apa itu? Sri Mulyani, menyatakan, kondisi ekonomi Indonesia tidak terlalu...

Dubes Wahid dan Jejak Praktek Oksidentalisme Diplomat Indonesia

Pada 5 Oktober 2000 di Canberra dalam forum Australian Political Science Association, pakar teori HI terkemuka Inggris, Prof. Steve Smith berpidato dengan judul, “The...

Gejala ‌Depresi‌ ‌Selama‌ ‌Pandemi‌ ‌Hingga‌ ‌Risiko‌ Bunuh Diri

Kesehatan mental seringkali diabaikan dan tidak menjadi prioritas utama seseorang dalam memperhatikan hal yang di rasakannya. sementara, pada kenyataannya kesehatan mental sangat mempengaruhi banyak...

ARTIKEL TERPOPULER

Luasnya Kekuasaan Eksekutif Menurut Undang-Undang

Proses demokrasi di Indonesia telah memasuki tahap perkembangan yang sangat penting. Perkembangan itu ditandai dengan berbagai perubahan dan pembentukan institusi atau lembaga baru dalam...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.