Jumat, Januari 22, 2021

Tuhan, Nunung, dan Narkoba

Belajar dari ‘Abbas Mahmud al-‘Aqqad

Sebagai mahasiswa kadang beberapa orang bertanya kepada saya: Nanti, setelah lulus kuliah, kira-kira kamu mau kerja apa? Saya suka jawab, kalau impian saya sangat...

Membereskan Pembukuan Tanpa Menguras Kantong

Pernahkah Anda mengalami sulitnya membereskan pembukuan dengan cepat dan mendapatkan laporan keuangan berhari-hari? Seringkali pebisnis hanya fokus cara meningkatkan omset bisnisnya saja, namun tidak menyadari cara...

Bibit dan Ladang Rasisme Kita

“Cari suami orang Jawa ya, nduk. Agar hidupmu mudah,” kata Bapak kepada saya. “Lho kenapa begitu, pak?” Tanya saya gak mudeng. “Hampir semua orang Jawa itu...

Mencari Muara Perppu Ormas

Pemerintah menerbitkan Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Masyarakat. Pandangan umum melihat bahwa Perppu Nomor 2/2017 ditujukan untuk membubarkan kelompok...
Dhedi R Ghazali
Pecinta kopi, buku dan sastra. Penulis yang belum tenar.

Komedian Nunung atau pemilik nama asli Tri Retno Prayudati baru saja tertangkap basah tengah mengonsumsi shabu di kediamananya pada Jumat (19/7) kemarin.

Tertangkapnya Nunung menambah panjang daftar pelawak senior Srimulat yang tersandung kasus narkoba. Sebelumnya, Gogon, Polo, Doyok, dan Tessy sudah terlebih dahulu terjerumus menggunakan barang haram tersebut.

Sejatinya kasus narkoba yang menjerat kalangan artis bukan hal yang baru. Sudah banyak artis yang pada akhirnya hancur karirnya lantaran mengonsumi barang yang konon katanya mampu menambah stamina serta gairah bekerja tersebut.

Meskipun demikian, fakta tersebut nyatanya tidak menjadi pelajaran bagi artis lainnya sehingga kasus-kasus narkoba yang menjerat para public figur itu terus terjadi secara silih berganti.

Bagi masyarakat umum, berita tentang artis yang tertangkap mengonsumi narkoba bukan lagi menjadi hal yang mengagetkan. Jika dahulu hanya kalangan artis dengan penampilan rocker nan garang yang identik dengan narkoba, saat ini artis-artis yang terlihat lugu, tampan, cantik serta menawan pun juga menggunakannya. Pergerseran itu tidak lepas dari kehidupan artis yang glamor, gemerlap serta gaya hidup mereka yang hedonis.

Bagi mereka, narkoba dianggap mampu meningkatkan stamina serta gairah dalam menjalani aktifitas yang padat. Alasan tersebut patut dipertanyakan mengingat saat ini pengetahuan tentang dampak buruk narkoba sudah menyebar luas dan menjadi hal umum yang hampir semua orang tahu.

Jika mau jujur, sebenarnya banyak faktor yang menyebabkan artis terjerat narkoba. Selain gaya hidup, lemahnya moral, keimanan serta faktor lingkungan menjadi penyebab utamanya.

Patut disadari bahwa artis akan sangat erat dengan bergelimpangnya harta. Bayaran yang tinggi membuat para artis dianugerahi harta berlimpah dan oleh sebab itu pula bagi para produsen serta pengedar para artis menjadi sasaran empuk untuk dijadikan konsumen.

Layaknya seorang penjual tentu akan berlomba untuk mendapatkan konsumen yang potensial. Barangkali awalnya para produsen serta pengedar memberikan sample gratis tentu juga dengan menjanjikan berbagai manfaat semu dari narkoba.

Secara psikologis sensasi yang dirasakan saat awal-awal memakai narkoba akan membuat pemakainya menjadi kecanduan. Pada titik inilah biasanya artis yang sudah kecanduan akan makin ter­gan­tung dan berpotensi berubah dari pemakai.

Harus Lekas Diatasi

Memutus mata rantai peredaran narkoba terutama di kalangan artis yang notabene sebagai publik figur harus lekas dilaksanakan. Pemerintah sebagai pemegang kuasa sudah saatnya bertindak tegas.

Secara sederhana, memberantas  narkoba sebenarnya mudah yaitu dengan cara memutus mata rantai pemasoknya. Dengan berbagai undang-undang serta aparat penegak hukum yang ada, mencari pemasok tentu bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Hanya saja apakah saat ini pemerintah sudah benar-benar berupaya secara maksimal melakukannya? Apakah pemerintah sudah didukung dengan pendanaan serta sumber daya manusia yang baik?

Sayangnya, fakta di lapangan menunjukkan bahwa pemberantasan narkoba di Indonesia masih berjalan di tempat. Sudah banyak para pemakai serta pengedar yang ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara namun tidak sampai kepada pemasok serta bandanrnya. Hal yang lebih memilukan adalah bahwa dalam beberapa kasus terungkap aparat penegak hukum justru ikut andil di dalamnya.

Beberapa kurun waktu terakhir, seringkali kita disuguhkan dengan pemberitaan terkait oknum petugas penjara yang ikut andil dalam peredaran narkoba di Lembaga Pemasyarakatan. Tidak sedikit pula pemberitaan terkait para pengedar narkoba yang masih bisa menjalankan bisnisnya di balik jeruji besi. Penegakan hukum yang demikian tentu tidak akan mampu untuk memutus mata rantai peredaran narkoba.

Hal tersebut tentu seharusnya menjadi fokus pemerintah jika memang dengan serius ingin memutus peredaran narkoba. Khusus di kalangan para artis, peran serta sesama artis juga harus dimunculkan yaitu dengan berinisiatif untuk ikut terlibat memantau dan me­la­ku­kan pengawasan terhadap ke­mungkinan anggotanya ter­je­rumus menjadi pecandu nar­ko­ba.

Satu hal yang tidak kalah penting adalah dengan adanya kesadaran diri betapa pentingnya keimanan serta peran agama untuk membengi diri. Seperti kata pengamat politik dan pertahanan, Salim Said, Negeri ini tidak maju karena Tuhan tidak ditakuti. Tantangan kita adalah bagaimana Tuhan ditakuti.”

Dhedi R Ghazali
Pecinta kopi, buku dan sastra. Penulis yang belum tenar.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Capitol, Trump, dan Biden

Menjelang pelantikan Joe Biden sebagai Presiden AS, 20 Januari ini (Rabu malam waktu Indonesia), Washington kembali tegang. Penyerbuan gedung Capitol, Washington -- simbol demokrasi...

Pelantikan Joe Biden dan Pembangkangan Trump

Pelajaran Demokrasi untuk Dunia yang Terus Berubah Washington tegang menjelang pelantikan Presiden Joe Biden dan Kemala Harris, 20 Januari 2021. Kondisi ini terbentuk akibat pembangkangan...

Proyeksi OPEC, Konsumsi Migas Dunia akan Meningkat

Senin (18/1) penulis berkesempatan untuk memberikan kuliah umum secara daring dengan adik-adik di Politeknik Akamigas Cepu, Jawa Tengah. Maraknya pemberitaan mengenai kendaraan listrik dan...

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Towards Success: Re-evaluating Indonesia Ecological Development

Indonesia has long been an active participant of the environmental policy formation and promotion. Ever since 1970, as Dr Emil Salim appointed as the...

ARTIKEL TERPOPULER

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Pandangan Mochtar Lubis Terhadap Kemunafikan Manusia Indonesia

Pernyataan Mochtar Lubis dalam naskah pidato Manusia Indonesia (kemudian diterbitkan menjadi buku) sampai sekarang pidato ini masih relevan untuk dibahas, baik kalangan awam maupun...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Menyerupai Suatu Kaum: Hadits, Konteks Budaya, dan Tahun Baru 2018

Hanya dengan satu hadits ini, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Daud dan Ahmad), banyak ustaz yang lantang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.