Minggu, November 1, 2020

Tuhan, Hutan, Hantu

Mengawal Kehormatan Hakim

Manusia sejatinya adalah makhluk sosial yang saling berinteraksi satu sama lain dalam memenuhi kebutuhannya. Zoon Politicon adalah sebuah istilah yang digunakan oleh Aristoteles untuk menyebut...

Dehumanisasi Pendidikan dan Kekerasan Kultural Oleh Guru

Marx dalam salah satu teorinya menyebutkan bahwa para buruh telah teraleniasi oleh banyak hal yang membuat mereka tidak sepenuhnya menjadi manusia lagi. Eksploitasi dari...

Gagalnya Kita sebagai Masyarakat

Jumlah peserta Aksi Kamisan Surabaya pada 15 November lalu, lebih banyak daripada biasanya. Tapi saya tidak begitu terkejut, karena peserta-peserta baru itu datang untuk...

Menelisik Impian Jokowi atas Space X dan Elon Musk

Presiden Joko Widodo telah berulang kali menegaskan bahwa Indonesia selayaknya berkaca dari kemajuan yang telah dirintis di negara-negara maju. Di mana kecerdasan buatan telah...
Damanhury Jab
The Founder Indikator NTT News and Indikator Alor News. Serta Redaktur Indikator Indonesia

Negara maritim, Negara Kepulauan itulah Indonesia. Indonesia berada pada ambang kemegahan yang maha luar biasa. Hamparan laut menjadi penghubung antara kepulauan, diantara kepulauan ini suguhan hutan yang kaya dengan keanekaragamannya menyimpan flora dan fauna serta menjadi sumber udara bersih bagi tiap Penghuninya. Betapa dermawannya Tuhan.

Bahkan, manfaat udara segar dari hutan di Indonesia yang kaya ini tidak hanya dinikmati oleh masyarakat Indonesia saja tetapi juga dinikmati oleh negara-negara yang berbatasan langsung dengan Indonesia seperti Malaysia dan Brunai Darussalam. “Paru-paru dunia” itulah julukan yang familiar untuk negeri yang sering kita sebut Ibu Pertiwi ini.

Berbicara tentang hutan dalam perpektif keTuhanan, Hutan merupakan salah satu karunia terbesar yang diberikan oleh Tuhan kepada umat manusia. Tuhan menciptakan hutan untuk dikelola sebaik-baiknya oleh manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Panutan Pemeluk Islam yakni Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda yang kemudian diriwayatkan Oleh Imam Bukhari – Muslim yang artinya “Sayangilah yang ada di bumi niscaya semua yang ada di langit akan menyayangi kalian”. Maka jangan kaget jika hari ini perlawanan terhadap penebangan liar dan upaya penghijauan terus dilakukan

Total luas kawasan hutan Indonesia sebagaimana yang dibeberkan oleh Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar Kepada awak media pada diskusi Forum Merdeka Barat 9, bertajuk ‘Apa Kabar Reforma Agraria Perhutanan Sosial’, 3 April 2018 lalu dengan Judul ‘Evolusi Kawasan Hutan, Tora dan Perhutanan Sosial’ adalah sebesar 125.922.474 Hektare Kawasan Hutan Indonesia. Sungguh mengagumkan menjadi Masyarakat dari bangsa yang begitu kaya akan Hutannya.

Penguasaan hutan, baik oleh swasta, masyarakat, maupun kepentingan umum, diperoleh lewat bermacam-macam jenis izin. Izin Pengusahaan Pariwisata Alam (IPPA) dan Jasa Lingkungan sebesar 51.363 hektare. Ada yang dikuasai lewat pemanfaatan hutan berupa Hak Pengusahaan Hutan (HPH), Hutan Tanaman Industri (HTI), dan hutan sosial, jumlahnya 33.316.788 hektare di tangan swasta dan 822.370 hektare di tangan masyarakat.

Jika kita Berbicara tentang kekayaan alam di Indonesia, maka pemerintah berhak mengambil kendali atas pengelolaannya termasuk kekayaan hutan sebagaimana yang termaktub dalam UUD 1945 Pasal 33 Ayat 3 ditegaslan bahwa “Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”.

Jika kita coba membandingkan dengan saksama uraian data diatas, maka pemanfaatan hutan hari ini lebih banyak dikuasai oleh pihak swasta ketimbang masyarakat/rakyat. Dimana pihak swasta yang berisikan pemilik modal dan mayoritas diantaranya adalah hantu serakah mendapatkan lahan 33.316.788 hektare sementara masyarakat hanya mendapatkan jatah 822.370. Kampret macam apa lagi ini?

Penekanan UUD 1945 Pasal 33 Ayat 3 sama skali tidak dianggap akibat ulah daripada pemegang kebijakan yang cenderung materialis, tidak jauh bedanya seperti hantu, menakut nakuti dengan regulasi kebijakan sedemikian rupa namun dia sendiri menggunankan posisinya untuk mengambil keuntunga.

Jika iya, pemanfaatan Hutan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat itu masih ada maka mari ke lapangan dan lihatlah tanah – tanah milik rakyat dan hutan – hutan sudah terkapling oleh pemilik modal dibawa restu sang pengendali kebijakan.

Dungu Bin Semprul, Hutan dibakar tumbuhnya Sawit. Pohon ditebang longsor menjamah. Semoga Tuhan melindungi Negeri ini. Hantu melawan Tuhan dan merusak Hutan. Hantu membakar Hutan dan Membuat Sesak Nafas, apakah 95.76%- nya pengelola hutan swasta di negeri inipun masih melakukan tindakan tidak beretika ini? Semoga saja tidak. Jikapun iya, mari kembali memperbaiki mumpung belum terlambat.

Damanhury Jab
The Founder Indikator NTT News and Indikator Alor News. Serta Redaktur Indikator Indonesia
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menjaga Kesehatan Tubuh dari Covid-19

Menjaga kesehatan menjadi hal yang penting dilakukan semua kalangan. Apalagi dengan kondisi alam yang semakin merabahnya virus covid 19. Terkadang hal sederhana yang rutin...

Kesehatan Mental dan Buruh

Kerja adalah cerminan kesehatan jiwa. Semakin baik tempat kerja, semakin kecil kemungkinan kita mengalami masalah kejiwaan. Adam Smith dalam bukunya Wealth of Nation secara...

Charlie Hebdo, Emmanuel Macron, dan Kartun Nabi Muhammad

Majalah satir Charlie Hebdo (CH) yang berkantor di Paris kembali membuat panas dunia. CH merilis kartun Nabi Muhammad untuk edisi awal September 2020. Padahal...

Imajinasi Homo Sapiens Modern dalam Menguasai Dunia

  Foto diatas ini mewakili spesies lainnya yang bernasib sama, tentu bukan hanya Komodo, masih ada dan masih banyak lagi hewan yang bernasib sama sebut...

TBC Mencari Perhatian di Tengah Pandemi

Pada awal Maret, Indonesia melaporkan kasus Coronavirus Disease-2019 yang dikenal sebagai COVID-19, terkonfirmasi muncul setelah kejadian luar biasa di Wuhan, Cina. Penyakit ini disebabkan...

ARTIKEL TERPOPULER

Sandiwara Dibalik Pernikahan Raja Majapahit Bali

Belakangan di Bali ramai pemberitaan mengenai acara pertunangan Raja Majapahit Bali bernama lengkap Abhiseka Ratu Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Pandangan 2 Mazhab Hukum Terhadap Putusan MA Soal Eks Napi Koruptor

Pertengahan tahun 2018 ini publik dikagetkan dengan hadirnya PKPU No. 20/2018 yang dalam Pasal 4 ayat (3) menyatakan bahwa Pengajuan daftar bakal calon anggota...

Charlie Hebdo, Emmanuel Macron, dan Kartun Nabi Muhammad

Majalah satir Charlie Hebdo (CH) yang berkantor di Paris kembali membuat panas dunia. CH merilis kartun Nabi Muhammad untuk edisi awal September 2020. Padahal...

Menyerupai Suatu Kaum: Hadits, Konteks Budaya, dan Tahun Baru 2018

Hanya dengan satu hadits ini, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Daud dan Ahmad), banyak ustaz yang lantang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.