Sabtu, Oktober 31, 2020

Tongkat Otoritas : Bukti Kesesatan Kelompok Bahtera

Pemuda Mabuk Rebusan Pembalut Wanita: Salah Guru atau Orang Tua

Fenomena irasional kembali menimpa dunia pemuda kita, setelah kondisi sosial lain yang berkaitan tentang kepemudaahn dan kehidupan pemuda yang belum usai. Kita dihadapkan kembali...

Revitalisasi Pasar Desa di Indonesia

Manusia telah mengenal dan melakukan kegiatan jual beli sejak mengenal peradaban sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan. Dalam kegiatan jual beli, keberadaan pasar merupakan salah satu...

Bijak Memakai Kertas

Kertas atau paper adalah barang baru ciptaan manusia berwujud lembaran-lembaran tipis. Kertas sangat mudah dijumpai. Kertas jasanya bagi dunia pendidikan sangat besar. Kegunaan kertas...

Menalar Logika Pembangunan Papua (2)

Sudah begitu banyak para sarjana menguraikan akar persoalan pembangunan di tanah Papua. Setidaknya, dari sekian banyak para sarjana terdapat lima basis tesis utama tentang...
Pdt. Musa Haisoo
El Roi Israel Sipahelut I Know God And Make Him Known

Ini foto tongkat otoritas yg sangat banyak digunakan di kelompok saya yg lalu.Fungsinya sebagai senjata profetik yaitu sebagai lambang pemegang kuasa otoritas yg dari Tuhan.Yang artinya jika mempunyai tongkat tsb maka apa saja yg kita kerjakan dalam hidup itu diberikan keberhasilan karena ada mandat Tuhan yg menyertai. Punya kuasa otoritas atas seluruh aspek kehidupan Punya kuasa otoritas dalam menghadapi berbagai masalah. Punya kuasa otoritas dari kerajaan surga sehingga bisa memenangkan pertempuran/peperangan rohani dg iblis. Iblis tunduk pada kuasa otoritas Tuhan yg disimbolkan dg benda beruwujud tongkat otoritas tsb Tongkat otoritas ini sebenarnya mengambil dari dasar dari kisah ester yg mendapat perkenanan raja : Ester 5:2-3 (TB) Ketika raja melihat Ester, sang ratu, berdiri di pelataran, berkenanlah raja kepadanya, sehingga raja mengulurkan tongkat emas yang di tangannya ke arah Ester, lalu mendekatlah Ester dan menyentuh ujung tongkat itu. Tanya raja kepadanya: “Apa maksudmu, hai ratu Ester, dan apa keinginanmu? Sampai setengah kerajaan sekalipun akan diberikan kepadamu.” 

Pengertian yg diberikan dahulu adalah sebagai Berikut : Kita selalu berharap agar kehidupan kita senantiasa menerima perkenanan Tuhan. Dalam menerima perkenanan Tuhan, maka kita akan senantiasa berharap untuk mendapatkan segala sesuatu di dalam kehidupan kita, tetapi jika kita tidak melakukan apapun maka hal tersebut sama seperti iman tanpa perbuatan dan itu adalah mati. Maka dari itu pada saat kita menginginkan perkenanan Tuhan terjadi maka kita harus berusaha untuk mendapatkan hal tersebut terjadi dalam kehidupan kita. 

Apa itu perkenanan Tuhan? Perkenanan Tuhan adalah pada saat Tuhan disenangkan maka Dia akan memberikan segala kemurahan, kemudahan, dan janji-janji Tuhan yang belum tergenapi akan diberikan kepada kita termasuk damai sejahtera. Wujud atau bentuk tongkat otoritas ini entah meniru dari mana yg pasti bulatan ditengah tsb adalah bulatan globe dunia, dan di atasnya ada mahkota yg modelnya ngopas2 mahkota kerjaan yurop2 an gitu deh. Itu maknanya otoritas untuk menguasai dunia. Sedangkan kemudian pada perkembangannya ada yg diberikan tambahan sayap di kiri dan kanan globe dunia tsb yg pengertiannya adl tentang sayap yg pengertian secara umumnya adl lambang terbang. Dan terbang tentunya dg pengertian posisi nya makin ke atas.

 Level makin naik makanya istilah next level sangat populer dan digemati di bahtera. Tinggi dan makin tinggi senantiasa. Higher than ever Itulah sebabnya di bahtera ada dikenal yg namanya “generasi penakluk dunia” yg lambangnya ya spt kepala tongkat tsb. Itu dasarnya diambil dari ayat2 FT yg dicomot sebagian yaitu di Roma 4:13 Roma 4:13 (TB) Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman. Dipotong di kalimat ” ..ia akan memiliki dunia” itu saja Pernah saya jelaskan dan share kan di salah satu stts saya di fb bisa dicari sendiri. Dan tentunya juga diambil dari ayat di kejadian yaitu :

Kejadian 1:26 (TB) Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Yg diambil pengertiannya yaitu manusia sudah diberikan mandat oleh Allah untuk menguasai dunia Padahal bicara ayat kej 1:26 tsb sebenarnya adl mengingatkan bahwa manusia diciptakan Tuhan itu sudah dg disertai kuasa dan kemampuan untuk ” menaklukkan” dunia dalam pengertian dg bekerja mengusahakannya. Bendanya sendiri tsb tidak salah.

 Namun keberadaannya yg diberikan pengertian spt itu akhirnya menyebabkan kebanyakan ujungnya jadi tidak sadar fokus hati jadi bergeser, fokusnya jadi pada bendanya dan bukan kuasa Tuhan itu sendiriBanyak ( termasuk saya ) yg sangat takut jika ‘tori ‘ ini sampai hilang. Karena jadi muncul pemahaman bhw kehilangan tori tsb sama dengan kehilangan kuasa otoritas yg dari tuhan  Foto tori yg dicoret merah itu tori milik saya yg lalu. Beberapa dari follower bahtera yg memang dg sengaja membuat dan atau membeli yg terbuat dari logam mulia. 

Dijadikan liontin.Dulu kalau udah make liontin tsb weizzz … rasanya dah pede banget gitu dah  Gw punya otoritas nih Membawa otoritas dari tuhan  Tori dibuat dengan berbagai macam bahan dan banyak diperjualbelikan di sana. Sampai sekarang juga masih ada Foto terlampir adl berbagai macam bentuk tori yg digunakan di aliran bahtera Sesungguhnya dulu saya lupa bahwa dg menerima Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat saya itu otomatis saya menerima otoritas dari kerajaan surga yaitu sebagai anak tebusan Darah Yesus Kristus. Otoritas kerajaan Allah sudah ada di dalam saya. Ga perlu dg bantuan alat peraga seperti anak TK

  Kesaksian Dari : @abigailyulie_ex aebk ( aliran eror berlabel kristen )

Pdt. Musa Haisoo
El Roi Israel Sipahelut I Know God And Make Him Known
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Kesehatan Mental dan Buruh

Kerja adalah cerminan kesehatan jiwa. Semakin baik tempat kerja, semakin kecil kemungkinan kita mengalami masalah kejiwaan. Adam Smith dalam bukunya Wealth of Nation secara...

Charlie Hebdo, Emmanuel Macron, dan Kartun Nabi Muhammad

Majalah satir Charlie Hebdo (CH) yang berkantor di Paris kembali membuat panas dunia. CH merilis kartun Nabi Muhammad untuk edisi awal September 2020. Padahal...

Imajinasi Homo Sapiens Modern dalam Menguasai Dunia

  Foto diatas ini mewakili spesies lainnya yang bernasib sama, tentu bukan hanya Komodo, masih ada dan masih banyak lagi hewan yang bernasib sama sebut...

TBC Mencari Perhatian di Tengah Pandemi

Pada awal Maret, Indonesia melaporkan kasus Coronavirus Disease-2019 yang dikenal sebagai COVID-19, terkonfirmasi muncul setelah kejadian luar biasa di Wuhan, Cina. Penyakit ini disebabkan...

Pemuda dalam Pergerakan Nasional Pandemi Covid-19

Peringatan hari Sumpah Pemuda mempunyai makna yang khusus di masa Covid-19 saat ini. Tak bisa dipungkiri bahwa negara Indonesia adalah salah satu negara yang...

ARTIKEL TERPOPULER

Sandiwara Dibalik Pernikahan Raja Majapahit Bali

Belakangan di Bali ramai pemberitaan mengenai acara pertunangan Raja Majapahit Bali bernama lengkap Abhiseka Ratu Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Pandangan 2 Mazhab Hukum Terhadap Putusan MA Soal Eks Napi Koruptor

Pertengahan tahun 2018 ini publik dikagetkan dengan hadirnya PKPU No. 20/2018 yang dalam Pasal 4 ayat (3) menyatakan bahwa Pengajuan daftar bakal calon anggota...

KDRT Saat Pandemi

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) atau yang lebih dikenal dengan nama COVID-19 adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini...

Menyerupai Suatu Kaum: Hadits, Konteks Budaya, dan Tahun Baru 2018

Hanya dengan satu hadits ini, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Daud dan Ahmad), banyak ustaz yang lantang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.