Selasa, Januari 19, 2021

Tol Layang Jakarta-Cikampek, Strategi Melawan Kemacetan?

Menghentikan Perdagangan Orang

Kematian Adelina Lisao, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 11 Februari lalu disebabkan kekerasan yang dilakukan oleh majikannya. Apa yang...

Gangguan Mental: Self-Diagnosis dan Glorifikasi

Akhir-akhir ini isu gangguan mental sedang naik ke permukaan, banyak yang memperbincangkan mengenai gangguan mental, perdebatan mengenai gangguan mental juga tidak ada habisnya. Ada...

Menilai Kewajaran Ambisi Kekuasaan

Syahwat itu ibarat api yang selalu menyala-nyala ke atas. Dalam batas wajar, seperti api kompor, api akan bermanfaat bagi kehidupan manusia. Di luar batas...

Pesan untuk Tim Pembangunan Manusia Jokowi–Amin

Hari Kamis yang lalu, Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia telah memutuskan menolak seluruh gugatan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sengketa Pemilihan Presiden 2019-2024. Pun begitu, kubu...
Astrid Yulianty
Mahasiswa Diploma IV Politeknik Keuangan Negara STAN

Tepat di tanggal 12 Desember 2019, akhirnya Presiden Jokowi meresmikan Tol Layang Jakarta-Cikampek di Kilometer 38, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Tol layang yang sudah dibangun selama kurang lebih dua tahun ini merupakan tol bertingkat yang dibangun di atas jalan tol Jakarta-Cikampek.

Jalan tol sepanjang 36,4 kilometer tersebut dibangun untuk memisahkan kepadatan kendaraan di jalur perjalanan Jakarta-Bekasi-Cikarang dengan jalur perjalanan jarak jauh seperti tujuan Cirebon, Bandung, Semarang, dan Surabaya.

Seperti yang kita ketahui, sudah menjadi hal lumrah bagi pengendara mobil yang melewati tol Jakarta-Cikampek mengalami kepadatan dan kemacetan di kedua arah setiap harinya. Penyebabnya adalah akibat adanya penyempitan di sejumlah titik pembangunan proyek yaitu LRT, Kereta Cepat Jakarta-Bandung, dan Tol Jakarta-Cikampek 2 Elevated.

Kemacetan terjadi lebih parah saat libur panjang Hari Raya bulan Juni lalu yang panjangnya mencapai 37km. Pemerintah kemudian mengantisipasi kepadatan lalu lintas tersebut dengan memberlakukan sistem satu arah (One Way) menuju Jakarta untuk menghindari penumpukan volume kendaraan yang berlebih.

Direktur Utama PT. Jasa Marga Jalan Layang Cikampek, Djoko Dwiyono, mengharapkan adanya pengurangan kemacetan hingga 30% dengan dibangunnya jalan tol layang ini.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan bahwa banyak sekali keluhan yang masuk kepada beliau dikarenakan kemacetan yang harus dihadapi berjam-jam melewati rute ini.

Beliau memberikan apresiasi atas penyelesaian pembangunan jalan tol layang tersebut karena pembangunan ini berada ditengah padatnya lalu lintas kendaraan yang mencapai 200ribu pengendara setiap harinya.

Dengan diresmikannya jalan tol layang Jakarta-Cikampek ini, diharapkan dapat menjadi salah satu solusi mengurangi kepadatan lalu lintas bagi para pengendara mobil. Bukan suatu hal yang mustahil bahwa lalu lintas Jakarta-Cikampek dapat terbebas dari kemacetan. Namun dengan melihat pertumbuhan penduduk yang kian meningkat setiap tahunnya, sepertinya jalan tol layang ini hanya akan memberikan sedikit kelonggaran.

Untuk itu, pemerintah perlu memperhatikan beberapa hal penting dalam mengawal kesuksesan penggunaan jalan tol layang agar dapat mengontrol tingginya kepadatan yang selama ini terjadi di rute Jakarta-Cikampek, diantaranya yaitu:

1. Mempertimbangkan besaran tarif tol yang akan dikenakan bagi para pengendara

Tarif ini harus dapat memberikan keadilan bagi penempuh jarak pendek maupun jarak jauh. Besaran tarif ini juga harus memberikan dorongan atau daya tarik bagi kendaraan golongan I agar dapat mengakses tol layang lebih maksimal dibandingkan kendaraan golongan II hingga IV, sehingga keteraturan pembagian jalan tol dengan jalan tol di bawahnya dapat terlaksana dengan baik.

2. Perlunya pemantauan keamanan melalui pemasangan CCTV di lokasi strategis rawan kecelakaan

Kecelakaan yang mungkin terjadi dikemudian hari, dapat menyebabkan kemacetan panjang sama seperti yang dialami jalan tol lain pada umumnya. Untuk itu diperlukan cara penanganan mengatasi kecelakaan yang terjadi di tol layang yang dapat memudahkan petugas kepolisian dalam mencapai tempat kecelakaan dengan cepat.

3. Perlunya mengantisipasi jumlah pengendara mobil pribadi yang akan meningkat

Harapan dalam mencapai keberhasilan mengatasi kemacetan di jalan tol bawah kemungkinan akan berdampak pada peningkatan volume kendaraan pribadi yang digunakan masyarakat untuk menggunakan akses jalan tol layang. Tentunya hal ini juga perlu diperhatikan oleh Pemerintah mengingat kondisi Ibukota, Jakarta, yang sudah tercemar dengan polusi udara akan semakin meningkat

Keberhasilan jalan tol layang Jakarta-Cikampek dalam mengurangi kemacetan belum dapat kita amati secara langsung sekarang. Namun dengan diresmikannya jalan tol ini, setidaknya sudah memberikan harapan baru bagi para pengendara mobil untuk dapat segera merasakan perubahan dalam berkendara lebih leluasa.

Diharapkan kemacetan yang setiap harinya dilalui oleh masyarakat dapat segera terbayarkan dengan dibukanya jalan tol layang Jakarta-Cikampek ini dalam waktu dekat.

Astrid Yulianty
Mahasiswa Diploma IV Politeknik Keuangan Negara STAN
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Dilema Vaksinasi dalam Menghadapi Masa Transisi

Pandemi covid-19 telah membawa perubahan kebiasaan yang fundamental dalam kehidupan bermasyarakat. Selama masa pandemi, kebiasaan-kebiasaan di luar normal dilakukan dalam berbagai sektor, mulai dari...

Wacana sebagai Represifitas Tersembunyi

Dewasa ini, lumrah dipahami bahwa represifitas diartikan sebagai tindakan kekerasan yang berorientasi pada tindakan fisik. Represifitas juga acap kali dikaitkan sebagai konflik antara aparatus...

China-Indonesia, Lahir dari Rahim Bulutangkis

Olahraga bukan sekedar cara untuk menjaga kesehatan, juga bukan sebagai hobi yang dinikmati dan sebuah kewajiban rutinitas untuk mencegah berbagai penyakit. Lebih dari itu,...

Penguatan Kebijakan Pelaksanaan Akreditasi RS di Masa Covid-19

Kasus Pandemik Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) kian meningkat dan telah memengaruhi berbagai aspek kesehatan termasuk memengaruhi upaya dalam meningkatkan kualitas layanan fasilitas kesehatan....

Memaknai Syair Lagu Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada

Lagu yang diciptakan oleh musisi terkenal di Indonesia yaitu Ahmad Dhani, melahirkan Sebuah mahakarya lagu yang begitu indah dan memiliki makna yang dalam. Lagu...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

penerapan etika bisnis dalam CSR dan lingkungan hidup

Di dalam perkembangan zaman yang semakin maju dan kompetitif menuntut para pembisnis untuk meningkatkatkan daya saingnya. Namun kebanyakan dari mereka masih belum mengerti bagaimana...

Perbedaan; Pendidikan Karakter, Moral dan Akhlak

Kita lihat bila Secara filosofis, terminologi pendidikan karakter, pendidikan moral, pendidikan etika, dan pendidikan akhlak memiliki perbedaan. Terminologi pendidikan moral (moral education) lebih cenderung...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.