Kamis, Maret 4, 2021

Together We Remember and Act

Dilema Pekerja Lembaga Sosial

Segala keterbatasan memang sungguh menjadi suasana dilematis dalam menjalani hidup di situasi zaman yang serba modern saat ini. Manusia saat ini dipertontonkan dengan cepat...

Syariat dalam Kristen

Pertanyaan-pertanyaan seperti “Kok kamu enak ya ibadah cuma seminggu sekali, “orang Kristen apa sih makanan yang haram?” dan yang paling sering “nggak ada puasa...

Catatan Halaqah Kebangsaan: Menjadi Payung Besar Minoritas

Umat Islam Indonesia harus memberikan harapan bagi masyarakat Indonesia, mampu menjadi payung (pelindung), memberikan kenyamanan, ketentraman dan keamanan bagi kalangan minoritas. Meskipun berbeda suku,...

Warganet +62 Harus Belajar dari Insiden Chris Evans

Pertengahan September lalu, Chris Evans menghebohkan dunia maya. Bagaimana tidak, pemeran Captain America itu tidak sengaja mengunggah sekilas foto bugil. Unggahannya Instagram story-nya berupa...
zakie andiko ramadhani
Intellectualegacy.blogspot.com |

Kesempatan semua kalangan bersatu dengan menyuarakan semangat No HIV/AIDS telah tiba. 1 Desember datang dan menggerakan para remaja bangsa menunjukkan kepedulian dan dukungan mereka bagi orang yang hidup dengan HIV/AIDS. Aksi turun jalan membagikan pita merah atau bunga memang menjadi acara tahunan dalam rangka memperingati hari AIDS bagi sebagian komunitas atau perkumpulan remaja.

Forum GenRe Purbalingga misalnya, dalam memperingati World AIDS Day atau hari AIDS sedunia, Forum GenRe Purbalingga sebagai komunitas gerakan remaja berencana menyelenggarakan kegiatan peringatan hari AIDS dengan membagikan pita merah, permen, bunga dan tentunya ilmu singkat mengenai hari AIDS kepada masyarakat di Purbalingga.

Kegiatan ini dimulai pukul 15.00 WIB bertempat di alun-alun Purbalingga. Tak hanya bergerak sendiri, forum Genre Purbalingga-pun mengajak PIK-R Mega dan PIK-R Marsela untuk bersama-sama melakukan hal-hal positif di hari AIDS sedunia. Kegiatan yang merupakan event pertama forum Genre Purbalingga ini mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat sekitar. Para masyarakat yang tengah menghabiskan malam minggu dengan keluarga maupun sahabatnya tak merasa terganggu, mereka terbuka tangan dan benar-benar antusias dengan acara yang bertajuk peringatan hari AIDS sedunia ini.

Sekitar 800 masa diperkirakan ikut terlibat, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia ikut berperan dalam kegiatan tersebut. Selain berbagi pita merah dan semacamnya, para masyarakat pun diajak berfoto bersama mengabadikan momen keikutsertaan mereka. Memang tak sedikit dari masyarakat yang belum mengetahui bahwa tanggal 1 Desember merupakan hari AIDS sedunia, namun sebagian dari mereka memiliki keingintauan yang besar dengan bertanya lebih lanjut mengenai hari AIDS sedunia atau seputar arti dari pita merah yang menjadi ikon acara tersebut.

Kegiatan semakin menarik ketika dimulainya permainan GenRe kids, sebuah permainan ular tangga yang berisi berbagai kuis atau sejenis pertanyaan mengenai HIV/AIDS. Tak hanya terhibur, pengetahuan pun bertambah ketika begitu banyak materi baru yang diterima dengan cara yang menyenangkan. Acara pun akhirnya berakhir sekitar pukul 19.00 WIB.

Memang tak hanya bertujuan untuk menyuarakan semangat NO HIV/AIDS, kegiatan ini pun berupaya mengurangi adanya stigma-stigma yang berkembang dimasyarakat mengenai ODHA atau Orang Dengan HIV AIDS harus dijauhkan dari masyarakat luas. Forum GenRe menegaskan bahwa sebenarnya bukan ODHA yang menjadi masalah, namun masyarakatnya saja yang minim pengetahuan dan hanya bisa menghakimi para ODHA dengan anggapan-anggapan negatif yang ada di pikiran mereka.

Dengan melakukan berbagai kegiatan tersebut, maka sebagai perkumpulan remaja yang hadir di tengah masyarakatnya, Forum Genre menunjukkan keterlibatan dalam upaya menyelamatkan ancaman HIV/AIDS terhadap keberlangsungan generasi muda bangsa Indonesia ke depan. Harapannya dengan adanya berbagai sosialisasi semacam ini, dapat menumbuh kembangkan kesadaram masyarakat mengenai bahayanya HIV/AIDS yang memang harus diperangi oleh semua orang tanpa terkecuali.

Salam GenRe!

“Saatnya yang muda yang berencana”

Saya Berani, Saya Sehat!!

 

zakie andiko ramadhani
Intellectualegacy.blogspot.com |
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Demitologisasi SO 1 Maret

Menarik bahwa ada kesaksian dari Prof. George Kahin tentang SO 1 Maret 1949. Menurutnya, SO 1 Maret bukanlah serangan balasan pertama dan terbesar dari...

Polwan Yuni Purwanti yang Terjebak Mafia Narkoba

Publik terkejut. Jagad maya pun ribut. Ini gegara Kapolsek Astana Anyar, Kota Bandung, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi terciduk tim reserse antinarkoba Polda Jabar....

Stop Provokasi, Pelegalan Miras? Mbahmu!

Lampiran Perpres yang memuat izin investasi miras di daerah tertentu, baru saja dicabut oleh Presiden. Ini disebabkan karena banyak pihak merasa keberatan. Daripada ribut...

Beragama di Era Google, Mencermati Kontradiksi dan Ironi

Review Buku Denny JA, 11 Fakta Era Google: Bergesernya Pemahaman Agama, dari Kebenaran Mutlak Menuju Kekayaan Kultural Milik Bersama, 2021 Fenomena, gejala, dan ekspresi...

Artijo dan Nurhadi di Mahkamah Agung

In Memoriam Artijo Alkostar Di Mahkamah Agung (MA) ada dua tokoh terkenal. Artijo Alkostar, Hakim Agung di Kamar Pidana dan Nurhadi, Sekjen MA. Dua tokoh MA...

ARTIKEL TERPOPULER

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.