Senin, April 12, 2021

Timnas Kita Kalah Adu Strategi

Potret Perempuan Indonesia dalam Film Love For Sale 1 dan 2

Film selalu mempengaruhi dan membentuk masyarakat berdasarkan isi pesan di baliknya padahalnya di film Love For Sale 1 & 2  ini yang bergenre drama...

MRT, Ojek Daring, dan Kita

Setelah perencanaan dimulai sejak tahun 1980, peresmian MRT di Jakarta pun akhirnya diresmikan pada 24 Maret 2019 oleh Presiden Joko Widodo. Problematika transportasi sepertinya...

Pemimpin Milenial di Era Digital

Saat ini Indonesia tengah dihadapkan dengan beragamnya masalah yang makin menantang dan kompleks. Hal tersebut ditandai dengan terjadinya pergeseran dalam gaya kepemimpinan seiring dengan...

Hentikan Politik Identitas Demi NKRI

Ada yang hilang dalam isu-isu kontestasi pilpres 2019. Salah satunya adalah mengenai diskursus mengenai dikotomi sipil-militer. Sebagaimana diketahui, dikotomi sipil-militer menjadi salah satu arus...
Fardan Ma'ruf Zainudin
Jurusan AKuntansi, Politeknik Keuangan Negara STAN

Tim sepak bola Nasional Indonesia U-23 bertanding kembali dengan tim Nasional Vietnam dalam babak final di ajang SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filiphina pada hari Selasa (10/12/2019).

Tim sepak bola Indonesia sebelumnya juga sempat bertemu dengan Vietnam di SEA Games 2019 dalam babak penyisihan grup B, pada Minggu (1/12/2019), ketika itu Indonesia di bawah pimpinan pelatih Indra Sjafri menelan kekalahan secara dramatis 1-2 yang awalnya Indonesia sebenarnya sempat unggul terlebih dahulu 1-0 tetapi kemudian tim Vietnam bisa membalikkan keadaan menjadi 1-2.

Kekalahan ini tentu pengalaman yang pahit bagi Indonesia, tetapi pengalaman ini harusnya justru membuat pelatih dan pemain Indonesia bisa belajar dari pengalaman yang sudah dialami tersebut karena apabila kita bicara dari skill atau teknik pemain, sebenarnya tim Indonesia lebih diunggulkan dibanding dengan tim Vietnam apabila dilihat dari mata pengamat sepak bola, tetapi kenyataannya justru Indonesia mengalami kekalahan di babak penyisihan dengan Vietnam dan kembali menelan kekalahan di babak final SEA Games 2019 tersebut.

Di dalam SEA Games 2019 ini, yang menjadi perhatian besar pemain dan pelatih Indonesia awalnya adalah tim Thailand karena mereka memang memiliki pemain-pemain bintang dan masuk ke kategori tim yang hebat, tetapi justru Thailand kalah dengan Indonesia dan Vietnam untuk perebutan tiket ke semifinal.

Pengalaman kalah dengan Vietnam harusnya menjadikan tim Indonesia belajar untuk tidak menganggap tim lawan remeh dan tetap terus fokus untuk mencetak gol sebanyak mungkin dan bertahan semaksimal mungkin pula agar bisa memperoleh kemenangan, tetapi pengalaman yang pahit sebelumnya terulang kembali di babak final SEA Games 2019 yakni Indonenesia mengalami kekalahan 3-0.

Pertandingan Indonesia vs Vietnam di babak penyisihan tentunya membuat kedua tim mengetahui masing-masing tipe atau gaya permainan lawan, sehingga sebenarnya di dalam babak Final adalah pertandingan adu taktik atau strategi antar dua tim tersebut, tetapi ternyata strategi atau taktik tim Vietnam mampu sekali lagi untuk mengalahkan tim Indonesia.

Tetapi selain adu taktik sebenarnya juga ada beberapa penyebab atau alasan kenapa tim Indonesia bisa mengalamai kekalahan kembali saat melawan tim Vietnam di babak final SEA Games 2019, yakni diantaranya :

1. Tim Vietnam Memiliki Mental Lebih Percaya Diri untuk Menang

Kemenangan tim Vietnam di babak penyisihan saat melawan Indonesia tentu meningkatkan mental rasa percaya diri tim Vietnam, sehingga ketikaTim  Vietnam bertemu kembali dengan Tim Indonesia mereka lebih optimis untuk menang karena sudah pernah mengalahkan tim Indonesia.

Rasa percaya diri ini bisa membuat permainan mereka lebih bagus dan serangan yang mereka lakukan menjadi lebih efektif, ini terbukti mulai sejak awal pertandingan mereka selalu memimpin skor, berbeda dengan pertandingan di babak penyisihan justru Indonesia yang awalnya memimpin skor pertandingan.

Jadi hal ini membuktikan kemenangan Vietnam di awal babak penyisihan melawan Indonesia berdampak positif ke performa mereka di babak final. Dan ada satu lagi yang membuat mental tim Vietnam kuat adalah mereka tidak pernah kalah sekalipun selama bertanding di SEA Games 2019 ini.

2. Evan Dimas Mengalami Cedera

Evan Dimas adalah salah satu pemain yang diunggulkan di  tim Indonesia tetapi dia mengalami cedera di awal pertandingan yakni menit ke-20, yang membuatnya ditarik keluar lapangan untuk memperoleh tindakan medis. Cedera yang dialami Evan Dimas ternyata cukup parah yakni di bagian pergelangan kakinya sehingga membuat posisinya digantikan oleh Syahrian Abimanyu.

Pergantian Evan Dimas tentunya membuat tim Indonesia semakin kocar-kacir menghadapi tim Vietnam karena kehilangan sosok Evan Dimas apalagi tim Vietnam semakin agresif untuk menyerang ke tim Indonesia. Ketika Evan Dimas ditarik keluar skor pertandingan sebenarnya masih imbang yakni 0-0.

Tetapi setelah itu tim Vietnam memimpin skor pertandingan hingga babak akhir pertandingan mereka memimpin 3-0 kemenangan untuk Vietnam. Jadi salah satu penyebab Indonesia kalah karena kehilangan salah satu sosok pemain unggulan di awal-awal pertandingan, yakni Evan Dimas.

3. Pelatih Vietnam yang begitu Semangat dan Strategi Permainan yang Efektif.

Tentu kemenangan sebuah tim tidak lepas dari sosok pelatih yang memimpin dan memberikan semangat terhadap timnya, dan ini juga salah satu penyebab tim Vietnam mampu mengalahkan Indonesia dengan telak karena mereka memiliki pelatih yang begitu hebat dan energik atau semangat.

Salah satu alasan yang terlihat kenapa pelatih Vietnam dianggap begitu semangat karena dia sempat memprotes wasit dengan sangat keras pada menit-menit akhir pertandingan, yang akhirnya membuatnya di usir dari lapangan selain itu pelatih tim Vietnam memang sejak awal pertandingan begitu terlihat antusias dan semangat hal inilah salah satu alasan yang membuat tim Vietnam bisa bermain dengan baik.

Serta tentunya alasan utama adalah strategi yang di racik oleh pelatih tim Vietnam begitu efektif sehingga bisa membobol tim Indonesia sebanyak tiga gol.

Tim Indonesia sudah memberikan performa sebaik mungkin dalam pertandingan sepak bola di SEA Games 2019 ini, sehingga mereka bisa sampai masuk ke babak final tetapi mungkin memang kemenangan masih belum berpihak kepada tim Indonesia sehingga mereka harus sekali lagi menelan kekalahan melawan tim Vietnam, walaupun sebenarnya awalnya tim Indonesia dianggap lebih unggul di banding dengan tim Vietnam. Tetapi justru tim Indonesia kalah melawan tim Vietnam karena tiga alasan tadi.

Fardan Ma'ruf Zainudin
Jurusan AKuntansi, Politeknik Keuangan Negara STAN
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Kebebasan Berpendapat Masih Rancu

Kebebasan berpendapat merupakan sebuah bentuk kebebasan yang mutlak bagi setiap manusia. Tapi belakangan ini kebebasan itu sering menjadi penyebab perpecahan. Bagaimana bisa kebebasan yang...

Laporan Keuangan? Basi?

Berbicara soal laporan keuangan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang ekonomi, apalagi yang bergelut dalam dunia akuntansi. Secara singkat, laporan keuangan adalah...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Mengenang Hans Küng (1928-2021), Tokoh Dialog Antar Agama

Bagi para pegiat dialog antar agama, sosok dan pemikiran Hans Küng tak asing lagi. Namanya kerap disebut seiring dengan pemikirannya tentang upaya mewujudkan perdamaian...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.