OUR NETWORK

Tauhid Yes! NKRI juga Yes!

Yang ditakutkan adalah dari peristiwa ini ada pihak yang memanfaatkannya untuk kepentingan politik tertentu, bisa iya bisa tidak.

Pada akhir-akhir ini, bangsa Indonesia dibuat geger akan pembakaran bendera yang dilakukan oleh sekelompok oknum organisasi, yang di mana terdapat tulisan tauhid di bendera tersebut. Banyak reaksi yang timbul akibat peristiwa pembakaran bendera ini, mulai dari kecaman, aksi turun ke jalan, hingga permintaan pembubaran organisasi yang melakukan pembakaran bendera tersebut.

Yang ditakutkan adalah dari peristiwa ini ada pihak yang memanfaatkannya untuk kepentingan politik tertentu, bisa iya bisa tidak. Maka dari itu perlu literatur dan pemahaman yang benar, agar tidak menjadi korban penggorengan isu tentang pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid tersebut. Ada beberapa alasan mengenai kenapa kita harus setuju dan tidak setuju mengenai pembakaran bendera bertuliskan tauhid yang terjadi di Garut beberapa waktu yang lalu.

Tindakan reaktif pembakaran yang dilakukan oknum memang tidak bisa dibenarkan dan itu salah, tetapi perlu juga dipahami bahwa membakar benda yang betuliskan kalimat tauhid dalam Islam diperbolehkan asal dengan tujuan menjaga kehormatan dan kemuliaan kalimat tersebut, dari pada jatuh ditanah dan lain sebagainya yang dapat melecehkan kalimat tersebut. Hukumnya boleh, bahkan bisa wajib.

Ada hadist yang mengatakan bahwa bendera Nabi Muhammad itu hitam dan putih bertuliskan kalimat tauhid, seperti yang dibawa dalam aksi-aksi bela tauhid, tetapi jika dilogikakan bendera antar organisasi terlarang yang mengeklaim bendera itu bentuknyapun berbeda-beda, contoh HTI, ISIS, dan Taliban.

Menulis kalimat tauhid dalam bendera atau apapun hukumnya makruh, bahkan bisa haram jika digunakan untuk kepentingan yang jauh dari agama. Jangan menggunakan kalimat tauhid sebagai tujuan politik tertentu karena itu sangat tidak dibenarkan. Maka lebih baik kalimat tauhid diamalkan dalam kehidupan sehari-hari bukan dijadikan simbol-simbol tertentu.

Karena menolak bendera tauhid bukan berarti menolak kalimat tauhid itu sendiri. Yang dikhawatirkan adalah kalimat tauhid dijadikan kedok sebagai ajang untuk makar dan membenci negara ini. Padahal para pejuang kita sudah rela mati demi mengusir penjajah dan memerdekakan bangsa ini dengan nyawa sebagai taruhannya. Kita hidup di bumi Indonesia maka wajib untuk menjaganya.

Maka bijaklah dalam berfikir, jangan sampai kita diadu domba atas nama agama sehingga kita bisa terpecah belah. Cinta terhadap tauhid tetapi jangan lupa juga cinta kepada tanah air, karena kita tidak bisa beragama secara damai dan tenang, jika tanah air kita tidak tentram seperti saat ini. Oleh karena itu, cintailah agama dan negara karena keduanya adalah hal yang wajib kita laksanakan karena keduanya bukan hal yang saling bertentangan.

Nama: Idham Rizky Yudanto Ttl : Tuban, 25-09-1999 ig: rizky.idham Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya 2018

TINGGALKAN KOMENTAR

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…