OUR NETWORK

Tanpa Bahas Maritim, Kemana Arah Debat Capres 2019?

Sriwijaya menjadi kerajaan maritime pertama di Nusantara, dengan raja pertamanya Raja Dapunta.

Hampir dalam setiap seminar kebangsaan 4 tahun terakhir ini, isu maritime jadi kalimat pembuka dalam kegiatan tersebut. Bahkan, sudah sejak dini kita disuguhi mengenai sejarah kejaayaan nenak moyang kala itu. Sebut saja kerajaan Sriwijaya dan Majapahit, kisah-kisah mereka menjadi legenda hingga kini. Namun, sayang kesemua itu hanya menjadi sebuah dongen tanpa dijadikannya sebagai pedoman kehidupan kebangsaan.

Sriwijaya menjadi kerajaan maritime pertama di Nusantara, dengan raja pertamanya Raja Dapunta. Sepakterjang kerjaan Sriwijaya pada waktu itu sangat luar biasa, kemudian kejaayan nusantara ini dilanjutkan pada masa kejayaan Majapahit.

Setelah kemerdekaan Indonesia, hadir seorang Nakhoda Agung NKRI yang memiliki cita-cita menjadikan Indonesia sebagai Negara maritime meneruskan kejayaan Sriwijaya dan Majapahit. Sang Nokhoda Agung tersebut tak lain adalah Sang Proklamator sekaligus Presiden pertama Indonesia yang kita kenal dengan nama Bung Karno.

Kala itu, 23 september 1963 di sekitaran Tugu Tani Jakarta, dalam rangka Musyawarah Nasional Maritim pertama Bung Karno di sematkan menjadi Nakhoda Agung NKRI. Kini momen tersebut diperingati sebagai Hari Maritim Nasional melalui keppres Nomor 249/1964.

Dalam kegiatan tersebut para stakeholder maritime nasional memberikan kontribusinya dalam arah pembangunan maritime. Jejak kepemimpinan Bung Karno tak lepas dari maritime, mulai dari Deklarasi Djuanda (13 Desember 1957), Dekrit Presiden (5 Juli 1959), membangun Kompartemen Maritim dan seterusnya.

Orientasi pembangunan Bung Karno kala itu, menggambarkan bahwa beliau adalah seorang yang berjiwa Ocean Leadership. Lantas bagaimana dengan para pemimpin kita saat ini? Memang diawal kepemimpinannya Jokowi-Jusuf Kalla, digemakannya visi Indonesia Poros Maritim Dunia. Namun, sudah sampaimana dan bagaimanakah pencampaian visi tersebut. Tentu sangat menarik jika hal tersebut dapat digali ketika berlangsungnya debat capres 2019.

Akan tetapi, sangat disayangkan saat ini KPU tidak memasukannya dalam tema debat capres 2019. Padahal andai dimasukan, hal tersebut menjadi kesempatan bagi pasangan calon nomer urut satu untuk memaparkan pencapaian visi utama mereka. Sedang untuk pasangan calon nomer urut dua bisa menjadikan sebagai ajang evaluasi program utama petahana, sekaligus menawarkan program kemaritiman baru yang lebih baik dari sebelumnya.

Masih ada waktu KPU untuk memasukan konten tema kemaritiman dalam agenda debat capres, agar debat capres ini sesuai dengan kepribadian bangsa yang memiliki sejarah panjang kejayaan maritim. Dimana pemimpinya kala itu memiliki orientasi pembangunan pada sekotor kemaritiman, sehingga dalam masa kepemimpinannya pola pembangunan tidak kalang kabut. Karena memiliki pijakan yang sesuai dengan karakteristik bangsa dan negaranya.

Humas Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kota Semarang

TINGGALKAN KOMENTAR

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

    Processing files…