Banner Uhamka
Minggu, September 27, 2020
Banner Uhamka

Tanpa Bahas Maritim, Kemana Arah Debat Capres 2019?

Pemuda dan Wacana Ruang Publik

Semenjak bergulirnya masa reformasi, Indonesia seolah mulai diakrabkan kembali dengan istilah demokrasi. Pertimbangannya waktu itu, demokrasi adalah sistem pengganti terbaik dari represifnya orde baru....

Hari Pahlawan dan Lembeknya Reformasi

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya” ~Bung Karno Memperingati hari pahlawan maka tidak akan lepas dari dua ikon penting dalam sejarah, yakni Bung...

Debat Kandidat untuk Rakyat

Terus terang, saya salah seorang yang sampai detik ini belum memiliki kemantapan hati untuk mengunggulkan dan menentukan pilihan kepada salah satu dari kedua pasangan...

Heutagogi dan Arah Pendidikan 4.0 Kita

Dunia pendidikan sepertinya tidak bisa terlepas dari pengaruh perkembangan teknologi, jika kita tidak ingin menyebut revolusi industri. Perkembangan informasi dan komunikasi teknologi yang semakin...
Hendra Wiguna
Humas Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kota Semarang

Hampir dalam setiap seminar kebangsaan 4 tahun terakhir ini, isu maritime jadi kalimat pembuka dalam kegiatan tersebut. Bahkan, sudah sejak dini kita disuguhi mengenai sejarah kejaayaan nenak moyang kala itu. Sebut saja kerajaan Sriwijaya dan Majapahit, kisah-kisah mereka menjadi legenda hingga kini. Namun, sayang kesemua itu hanya menjadi sebuah dongen tanpa dijadikannya sebagai pedoman kehidupan kebangsaan.

Sriwijaya menjadi kerajaan maritime pertama di Nusantara, dengan raja pertamanya Raja Dapunta. Sepakterjang kerjaan Sriwijaya pada waktu itu sangat luar biasa, kemudian kejaayan nusantara ini dilanjutkan pada masa kejayaan Majapahit.

Setelah kemerdekaan Indonesia, hadir seorang Nakhoda Agung NKRI yang memiliki cita-cita menjadikan Indonesia sebagai Negara maritime meneruskan kejayaan Sriwijaya dan Majapahit. Sang Nokhoda Agung tersebut tak lain adalah Sang Proklamator sekaligus Presiden pertama Indonesia yang kita kenal dengan nama Bung Karno.

Kala itu, 23 september 1963 di sekitaran Tugu Tani Jakarta, dalam rangka Musyawarah Nasional Maritim pertama Bung Karno di sematkan menjadi Nakhoda Agung NKRI. Kini momen tersebut diperingati sebagai Hari Maritim Nasional melalui keppres Nomor 249/1964.

Dalam kegiatan tersebut para stakeholder maritime nasional memberikan kontribusinya dalam arah pembangunan maritime. Jejak kepemimpinan Bung Karno tak lepas dari maritime, mulai dari Deklarasi Djuanda (13 Desember 1957), Dekrit Presiden (5 Juli 1959), membangun Kompartemen Maritim dan seterusnya.

Orientasi pembangunan Bung Karno kala itu, menggambarkan bahwa beliau adalah seorang yang berjiwa Ocean Leadership. Lantas bagaimana dengan para pemimpin kita saat ini? Memang diawal kepemimpinannya Jokowi-Jusuf Kalla, digemakannya visi Indonesia Poros Maritim Dunia. Namun, sudah sampaimana dan bagaimanakah pencampaian visi tersebut. Tentu sangat menarik jika hal tersebut dapat digali ketika berlangsungnya debat capres 2019.

Akan tetapi, sangat disayangkan saat ini KPU tidak memasukannya dalam tema debat capres 2019. Padahal andai dimasukan, hal tersebut menjadi kesempatan bagi pasangan calon nomer urut satu untuk memaparkan pencapaian visi utama mereka. Sedang untuk pasangan calon nomer urut dua bisa menjadikan sebagai ajang evaluasi program utama petahana, sekaligus menawarkan program kemaritiman baru yang lebih baik dari sebelumnya.

Masih ada waktu KPU untuk memasukan konten tema kemaritiman dalam agenda debat capres, agar debat capres ini sesuai dengan kepribadian bangsa yang memiliki sejarah panjang kejayaan maritim. Dimana pemimpinya kala itu memiliki orientasi pembangunan pada sekotor kemaritiman, sehingga dalam masa kepemimpinannya pola pembangunan tidak kalang kabut. Karena memiliki pijakan yang sesuai dengan karakteristik bangsa dan negaranya.

Hendra Wiguna
Humas Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kota Semarang
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Janji Manis Penyelesaian HAM

Setiap memasuki bulan September, negeri ini selalu dibangkitkan dengan memori tentang sebuah tragedi kelam yang terjadi sekiranya 55 tahun silam. Peristiwa diawali dengan terbunuhnya enam...

Dra-Kor dan K-POP itu Islami

Produk seni Korea Selatan, terutama dalam bentuk Drakor dan K-POP sudah lama melanda negeri kita. K-POP dan Dra-Kor bahkan kini menjadi kesukaan orang Indonesia....

Ada Hantu Komunisme di Indonesia

Ketika Youtube dipenuhi konten misteri. Mengangkat konsep “perhantuan” lantaran tema inilah yang ramai ditonton masyarakat kita. Tentu saja para youtuber mengangkat tema “perhantuan” tujuan utamanya...

Mengenal Beberapa Khazanah dan Pemikir Islam

Abad ke-14 dunia Islam mengalami kelesuan, akan tetapi dari Tunisia lahirlah seorang pemikir besar yaitu Ibn Khaldun (Abdurrahman ibn Khaldun, w. 808 H/1406 M)...

Seharusnya Perempuan Merdeka Sejak Usia Dini

Gender memberikan dampak yang berarti sepanjang jalan kehidupan seorang manusia. Tetapi karena diskriminasi atas dasar jenis kelamin dalam awal kehidupan, konsep kesetaraan bahkan pengetahuannya...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.