Banner Uhamka
Sabtu, September 19, 2020
Banner Uhamka

Taktik Sandi, Senyum KH. Ma’ruf Amin

Mempertanyakan Legitimasi Survey Politik

Does anybody know what we are looking for? Another hero, another mindless crime, Behind the curtain, in the pantomim, Hold the line, Does anybody...

Menjadi Pembaca Pintar Masa Kini

Dalam salah satu Bab pada bukunya yang berjudul Paradigma Islam: Interpretasi Untuk Aksi (1991), Kuntowijoyo memaparkan tentang Serat Cebolek, sebuah dokumen yang ditulis pada...

Bedebah Bernama Kapitalisme: Akar Masalah Ekspolitasi ABK

Cita-cita Marx untuk mewujudkan periode sejarah yang diimpikannya yaitu periode diktator proletariat tidak terjadi. Dunia kita sekarang tetap berada pada periode ke-empat versi Marx:...

Pesantren Abad 19 Sebagai Lembaga Pendidikan dan Kebudayaan

Abad ke-19 ditandai dengan interaksi yang meningkat antara kelompok muslim dan dunia Barat. Dominasi Barat selama masa penjajahan yang dirasakan oleh kelompok muslim menyebabkan...
arkardhyhttp://arkardhy.blogspot.com
lah kepo amat sih, urang saha etah. abdi mah penulis biasa wae atuh. sok ningali kadie abdi gaduh artikel :)

Menyoroti debat cawapres yang tak terlalu begitu efektif, terkesan lambat dan terlalu cepat seperti itulah yang masih terasa hingga kini beragam inovasi yang ditawarkan beragam persepsi dan komentar serta jawaban yang terkadang tak menjawab pokok inti permasalahan. Membuat debat ini terasa tak ada yang menarik dan cenderung hambar.

Baik Sandiaga Uno ataupun KH. Ma’ruf Amin tak mampu membuat publik dan swing voters memutuskan apakah akan memilih salah satu dari keduanya, hal tersebut akhirnya menimbulkan beragam pertanyaan. Kini masih pentingkah sebuah debat untuk menentukan pilihan?

Jika ada yang mengatakan penting, ya memang penting untuk menentukan sebuah pilihan kita harus tau apa gagasan dan apa yang mereka lontarkan tentang program yang akan di kerjakan setelah menjabat dan duduk di kursi panas istana yang di kini sedang di perebutkan tersebu.

Mengingat banyak sekali golput di pilpres 2014 tak membuat pilpres kali ini akan tak bernasib sama atau bahkan bisa saja jauh lebih besar yang akan membuang hak pilihnya pada pemilu kali ini karena di rasa sangat gerah dan panas sekali.

Debat hanya berisi hal tak berguna? bisa setuju atau tidak setuju tapi apa yang di sampaikan Sandiaga Uno mengenai banyak hal atau mengulik personal Ibu-Ibu dan menyatakan bahwa beliau mengunjungi lebih dari 1.500 titik.

Menurut saya tak perlulah jumawa menyampaikan dan baik kepada Pak KH. Ma’ruf Amin yang tercinta beliau pun saya rasa masih kurang bisa memberikan jawaban yang memuaskan hati masih kental akan jawaban yang kurang mengena di hati,di lain sisi beliu lebih baik daripada Sandi dalam mempergunakan porsinya dalam menjawab walaupun ada beberapa waktu yang beliau buang dan tak di manfaatkan dengan baik.

Debat harusnya menjadi tolak ukur bagi pemilih pemula dan swing voters yang tak kunjung menentukan pilihan lalu bagaimana jika debat ternyata tak mampu melaksanakan apa yang di rasa perlu tersebut apakah KPU harusnya memberi kolom kritik dan sara agar adanya pertimbangan?

Ini sudah debat ketiga yang sangat hambar terasa kurang sekali garam terasa kurang sekali rasanya maka dari itu harusnya KPU mencoba taktik baru merayu seluruh swingvoters dan pemilih pemula yang berujung golput akhrinya berubah pikiran dan membuat pilihan di bilik suara.

Karena tinggal satu bulan lagi menuju pemilihan baiknya KPU sudah menyiapkan yang harus disiapkan.

arkardhyhttp://arkardhy.blogspot.com
lah kepo amat sih, urang saha etah. abdi mah penulis biasa wae atuh. sok ningali kadie abdi gaduh artikel :)
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Madilog Sekali Lagi

Gerakan modernisasi dan perkembangan teknologi terjadi begitu cepatnya saat ini, memunculkan berbagai dampak, baik positif maupun yang negatif, mulai dari dampak yang terlihat maupun...

Harmonisasi Agama, Negara dan Dakwah (I)

Agama (Islam) mengakui eksistensi ‘kabilah’, kaum, suku dan bangsa untuk saling mengenal dan bekerjasama demi kemanusiaan dan peradaban (surah al-Hujurat 9:13). Islam menekankan pentingnya semangat/cinta...

Solusi Bersama untuk PJJ

Gebrakan dari Mas Manteri Nadiem Makarim di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam memerdekan pendidikan di Indonesia patut diacungkan jempol. Berbagai konsep pendidikan seperti...

Kita Lengah Karena Syariatisasi Ternyata Masih Berjalan

Kebijakan Bupati Gowa yang akan memecat ASN (Aparatus Sipil Negara) yang bekerja di lingkungannya yang buta aksara al-Qur’an membuat kita sadar jika syariatisasi di...

Sepak Bola, Cara Gus Dur Menyederhanakan Politik

Tahun 1998 adalah masa pertama penulis mulai gemar menonton sepak bola. Kala itu, bersamaan dengan momentum Piala Dunia (World Cup) di Prancis. Ketika opening...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.