Senin, Januari 25, 2021

Sumbangsih Milenial Dipertanyakan oleh Ibu Megawati

Refleksi Ekonomi: Janus Pembangunan Fisik

Dewasa ini, pembangunan infrastruktur menjadi senjata yang dipilih oleh pemerintah untuk berperang melawan ketimpangan. Hal tersebut dibuktikan dengan semakin meningkatnya anggaran pendapatan pemerintah yang...

Membangun Semangat Peradaban Islam

Hari raya idul fitri adalah puncak pengalaman hidup sosial keagamaan rakyat indonesia. dapat dikatakan bahwa seluruh kegiatan rakyat selama satu tahuan diarahkan untuk dapat...

Pasca OTT Walikota Medan

Kasus korupsi yang melibatkan Kepala Daerah terus terjadi. Rabu dini hari (16/10/19) Walikota Medan Dzulmi Eldin ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Eldin ditangkap bersama...

Uang, dari Ilusi Kertas Sampai Peleburan

Uang adalah alat tukar yang digunakan manusia sejak dahulu hingga saat ini, uang memiliki fungsi yang sangat baik apabila digunakan dengan baik, begitu pula...
Dede Nurdiansa
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Menjadi sebuah perdebatan baru di tengah pandemi covid-19. Belum usai dengan demo penolakan Undang-Undang Cipta Kerja sekarang ketua umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri justru menyulut amarah para milenial, dengan pernyataannya menanyakan sumbangsih milenial untuk negara. Hal ini, dikarenakan perusakan halte transjakarta pada saat demo penolakan Undang-Undang Cipta Kerja  yang berlangsung Kamis (8/10) kemarin.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyinggung peran dan sumbangsih generasi milenial kepada negara saat meresmikan kantor PDI Perjuangan secara virtual. Menurut Megawati sumbangsih milenial untuk negara belom terlihat jelas.

“Anak muda kita jangan dimanja, dibilang generasi kita adalah generasi milenial. Saya mau tanya, hari ini apa sumbangsihnya generasi milenial yang sudah tahu teknologi yang membuat kita sudah viral tanpa harus bertatap langsung? Apa sumbangsih kalian terhadap bangsa dan negara ini? Masa hanya demo saja” imbuh Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu.

Dari pernyataan Megawati ini banyak generasi milenal yang tersulut api amarahnya, karena pernyataan tersebut tidak didasari fakta dan hanya dilihat dari sebelah mata saja karena peristiwa perusakan halte transjakarta pada saat demo penolakan UU Ciptaker. Bukan hanya milenial bahkan beberapa tokoh pada salah satu partai pun juga mengkritik pernyataan megawati ini.

Pada saat acara talk show Mata Najwa, Najwa Shihab selaku tuan rumah mata najwa mengundang Ernest Prakasa sebagai komika dan milenial, cholil sebagai aktivis dan musisi dan Mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI

Dalam talk shownya Ernest menjawab bahwa millenial memiliki sumbangsih yang amat banyak mulai dari start-up, bahkan bidang e-sport dan perfilman yang mendunia, Cholil pun sebagai aktivis dan musisi berkata bahwa mengawasi pemerintahan adalah sumbangsih awal milenial untuk kemajuan negara. Perwakilan BEM SI selaku milenial berkata bahwa milenial amat banyak sumbangsihnya untuk negara, jangan dilihat hanya sebelah mata karena perusakan halte transjakarta saja, jangan dilihat dari demo saja namun lihat melenial dari berbagai arah dan sudut pandang pasti akan menemukan apa sumbangsih milenial sesungguhnya.

Selain itu ada pula kritik dari Ketua PPP PKS Mardani Ali Sera, justru generasi milenial ini memiliki banyak karya dan prestasi di berbagai bidang. Menurutnya, jika demo yang berujung perusakan fasilitas umum, tidak dapat dilihat akibat ulah generasi milenial

“ Milenial banyak karyanya. Pelaku start-up, pelajar dan mahasiswa berprestasi hingga milenial yang ikut demo tertib. Karena cinta negeri adalah barisan milenal penuh prestasi,” ujar Mardani, dilansir Tribun News dan Kompas.com

Turut memberikan tanggapan Sekretaris Jendral PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menjelaskan bahwa maksud dari pernyataan Megawati bukan lain adalah, menginginkan generasi muda menjadi penentu masa depan bangsa.

“Ibu Mega berpesan bahwa pemuda penentu masa depan bangsa, harus dilihat kekinian, bagaimana para pemuda-pemudi Indonesia menggembleng diri dan kesemuanya digerakkan oleh semangat untuk membawa kemajuan bagi Indonesia Raya,” dilansir Kompas.com

Hasto juga berkata bahwa PDI Perjuangan juga memiliki semangat untuk menggembleng anak-anak muda menjadi kader bangsa yang tangguh. PDI Perjuangan senantiasa mengajarkan pada setiap kader mudanya untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, bangga dengan jati diri bangsa, serta memiliki visi terhadap arah masa depan.

Beberapa daftar pemuda milenial yang sukses di Indonesia maupun di Luar negeri

1. Amanda Cole (Founder Sayurbox)

2. Angky William (Co-founders Stoqo)

3. Aries Susanti (Atlet panjat)

4. Benz Budiman (Co-founders Pomona Technologies)

5. Denica Flesch (Founder SukkhaCitta)

6. Ellen Nio (Investment Associate Patamar Capital)

7. Gitta Amelia (Founder EverHaus)

8. Haryanto Tanjo (Co-founders Moka)

9. James Prananto (Co-founders Kopi Kenangan)

10. Hendra Kwik, Jefriyanto & Ricky Winata (Co-founders Payfazz)

11. Sabrina & Elena Bensawan (Co-founders Saab Shares)

12. Steven Wongsoredjo (Co-founders Nusantara Technology)

13. Archie Carlson & Sugito Alim dan 2 orang lainnya (Co-founders StickEarn)

14. Tiffany Robyn Soetikno (Founder PT Global Urban Esensial)

15. Agung Bezharie, Harya Putra & Sofian Hadiwijaya (Co-founders Warung Pintar)

16. Windy Natriavi (Co-founders Awantunai)

17. Ricky Elson (Chief of Angon-ers Lentera Bumi Nusantara)

18. Aruan Harsha (Co-founders Dekoruma)

19. Ariska Putri P (Miss Grand International)

20. Joey Alexander (Pianis jazz )

21. Rini Sugianto (Animator the Hobbit, Down of the planet of the apes, dll)

22. Rio Haryanto (Pembalap F1)

23. Ihsan Maulana Mustofa (Atlet bulu tangkis)

24. Jonatan Christie (Atlet bulu tangkis)

25. Irene Kharisma Sukandar (pencatur dunia)

26. Lindswell Kwok (Atlet wushu)

27. Martha Puri Natasande (Founder Ideku Handmade)

28. Valentina Meiliyana (Enterpreneur)

29. Brian Imanuela (Musisi)

30. Adrian Agus & Eugenie Patricia (Co-founders Puyo)

31. Yohanes Sugihtonugroho & Muhammad Risyad (Co-founders Crowde)

32. Reynold Wijaya & Iwan Kurniawan (Co-Founders Modalku)

33. Fransiska Hadiwidjana (Founder Prelo)

34. Talita Setyadi (Chef BEAU)

35. Marshall Utoyo & Krisnan Menon (Co-founders Febelio)

36. Stanislaus Mahesworo Christandito Tandelilin (Co-founder Salestock.com)

37. Dian Pelangi (Desainer)

38. Jeff Hendrata dan Andrew Tanner Setiawan (Co-founders Karta)

39. Para siswa dan mahasiswa peraih medali dalam ajang internasioanal maupun nasional

Dan masih banyak lagi generasi milenial indonesia yang sukses dan membawa nama baik Indonesia ke kancah internasional.

Dede Nurdiansa
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Warna, Nada, dan Keberagaman Bangsa

Rifa Rosydiana Ratal SMAN 24 Jakarta Pemenang Lomba Menulis Esai “Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita”. Sahabat Khatulistiwa. Desember 2020 Berbagai kontras yang dimiliki warna dan berbagai...

Kebiri Kimia Amputasi HAM

Pada 7 Desember 2020 lalu, Presiden Jokowi menandatangani Peraturan Pemerintah No. 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi...

Sastra dan Jalan Lain Filsafat

Persinggungan eksistensial manusia dengan beragam realitas peradaban tidak mengherankan melahirkan berbagai pertanyaan fundamental – filosofis. Mempertanyakan, membandingkan, dan memperdebatkan beragam produk peradaban, salah satunya...

Ujian Konsistensi Penanganan Konsistensi Sengketa Hasil Pilkada

Jelang sengketa hasil pemilihan kepala daerah di Mahkamah Konstitusi kerap timbul bahasan atau persoalan klasik yang selalu terjadi. Sebagai lembaga peradilan penyelesai sengketa politik,...

Larry King, Wawancara dengan Sejarah

Oriana Fallaci beruntung. Ia seakan mendapat wangsit mendadak untuk menjuduli bukunya dengan cemerlang, "Intervista con la storia", himpunan interviunya dengan para pemimpin dunia yang...

ARTIKEL TERPOPULER

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Larry King, Wawancara dengan Sejarah

Oriana Fallaci beruntung. Ia seakan mendapat wangsit mendadak untuk menjuduli bukunya dengan cemerlang, "Intervista con la storia", himpunan interviunya dengan para pemimpin dunia yang...

Pandji yang Sedikit Tahu, tapi Sudah Sok Tahu

Siniar (podcast) komedian Pandji Pragiwaksono kian menegaskan bahwa budaya kita adalah sedikit tahu, tapi sudah merasa sok tahu. Sedikit saja tahu tentang gambaran FPI...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

The Social Dilemma: Logika Eksploitatif Media Sosial

Seorang teman baru bebas dari dunia gelap. Mengkonsumsi narkoba menjadi gaya hidupnya. Padalah kehidupannya tak terlalu suram bagi ukuran kelas menengah. Tapi kehidupannya itu...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.