OUR NETWORK

Suka Baperan di Facebook

Begitulah, sejak dapat cerita itu saya jarang menyukai apalagi membagikan postingan orang lain

Diantara cara membahagiakan orang lain yang tak butuh modal materi adalah senyum, bahkan katanya senyum itu sedekah.

Dalam dunia bermedia sosial yang tak membutuhkan perjumpaan fisik, senyum bisa diganti dengan menyukai, memberi tanggapan, atau membagikan apa yang di medsoskan oleh orang lain.

Pada suatu kapan saya pernah menjumpai seorang pemuda yang bahagia luar biasa sampai lompat-lompat di tengah keramaian, belum sempat ada yang tanya apa penyebabnya pemuda itu teriak-pelan “Yes, yes, yes… postinganku di-like dan di-share cewek tercantik di kampusku” katanya.

Begitulah, barangkali cewek yang ngelike itu tak ada maksud membuat pemuda itu sebahagia itu, tapi begitulah kejadiannya. Tanpa sadar ia telah berjasa besar membahagiakan orang lain.

Lain waktu, lain lagi ceritanya tapi masih berkait-kelindan dengan tulisan ini. Konon, saya punya teman yang sukanya menyukai apa saja yang tampil di beranda facebooknya (sekarang dia sedang menjalankan puasa dari medsos entah sampai kapan), tanpa dibaca dan dilihat secara seksama.

Dibalik kebiasaannya menyukai itu diam-diam tanpa sepengetahuannya ternyata ada perempuan yang merasa bahagia dengan tingkahnya itu. Entah atas pertimbangan apa, tiba-tiba teman saya itu pilah-pilih postingan apa yang mesti disukainya, dan perempuan itu merasa jadi korban dari kebijakan eh keputusan yang tanpa diketahui apa ‘dosa’-nya itu.

Dan tanpa dinyana, teman saya bercerita “Beberapa waktu lalu saya di inbox cewek, dia bertanya apa salahnya kok aku jadi berubah padanya?” Setelah ketawa sebentar dia melanjutkan.

“Aku kan bingung, apa yang berubah dariku ya! Setelah aku tanya cewek itu bilang kok belakangan jarang menyukai postingannya di facebook?” Ia pun tertawa kembali, saya pun yang mendengarnya ikutan nyenger. “Jadi hati-hati bro dalam bermedsos, sebagian ada yang baperan” begitu nasihat teman.

Begitulah, sejak dapat cerita itu saya jarang menyukai apalagi membagikan postingan orang lain, meskipun setiap posting apapun yang selalu saya cek pemberitahuan tentang berapa dan siapa saja yang menyuka dan memberi komentar.

Manusia post-primitif, post-tradisionalis dan pos-ko spritual

TINGGALKAN KOMENTAR

Loading...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.