Selasa, Maret 2, 2021

Stop Meikarta! Waspadai Korupsi Pengembang Properti Jabodetabek

PJJ dan Ketimpangan Akses Pendidikan

Terhitung semenjak Maret 2020, Indonesia tengah mengalami wabah virus Corona/Covid -19. Akibatnya, hampir seluruh sektor kehidupan masyarakat Indonesia mengalami disrupsi. Semua pola interaksi normal...

Benarkah Mayoritas Penghuni Neraka itu Wanita?

Tulisan ini merupakan cuplikan hasil terjemahan penulis terhadap buku Reclaiming the Mosque: the Role of Women in Islamic’s House of Worship karya Jasser Auda,...

Jokowi dan PSI: Pertemuan yang Kebetulan atau Disengaja?

Gambaran Jokowi yang identik melekat pada anak muda memang menjadi ciri khas gaya politiknya saat ini. Inilah keunggulan Jokowi dari segi kedekatan dengan anak...

Sejarawan dan Media

Sumber sejarah bagi sejarawan adalah bagian sangat vital untuk merekonstruksi masalalu. Dengan sumber sejarah, sejarawan memperoleh data. Data tersebut setelah diolah membentuk fakta-fakta sejarah...
Wawan Kuswandi
Pemerhati komunikasi massa, founder blog INDONESIAComment, mantan editor Newsnet Asia (NNA) Jepang dan penyuka sambal

Stop pembangunan proyek Meikarta! Rasanya, imbauan itu mau tidak mau harus dilaksanakan oleh pengembang properti proyek Meikarta yaitu PT Mahkota Sentosa Utama (PT MSU). Penyetopan proyek ini pantas dilakukan, agar pihak KPK dapat menyelidiki kasus korupsi ‘gurita’ yang terjadi dengan objektif dan mendalam menyangkut perizinan (IMB) lahan Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Alih-alih untuk segera menyetop proyek Meikarta, kuasa hukum PT MSU justru menyatakan komitmen untuk memenuhi hak konsumen Meikarta. Kuasa hukum PT MSU Denny Indrayana mengatakan, proses hukum yang saat ini sedang berlangsung di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah hal yang terpisah dan berbeda dengan proses pembangunan yang masih berjalan di Meikarta.

Tampaknya, Denny tak menyadari bahwa dia telah mengabaikan adanya kemungkinan mata rantai korupsi ‘gurita’ di Meikarta yang diduga melibatkan sejumlah pengusaha di Lippo Grup dan beberapa pejabat di Kabupaten Bekasi.

Tak dapat dipungkiri bahwa proyek Meikarta (PT MSU) dan Lippo Grup merupakan jaringan usaha bisnis properti yang terintegratif dan tidak bisa dipisahkan. Sebelumnya, KPK telah menetapkan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro sebagai tersangka. Buntut dari penangkapan ini, kediaman CEO Lippo Group, James Riady juga ikut digeledah. Tak hanya itu, kantor Lippo di Karawaci Tangerang dan Meikarta di Cikarang juga diperiksa penyidik KPK.

Agar penyelidikan ini berjalan lancar dan konsumen tidak merasa dirugikan, maka PT MSU wajib segera menyetop proyek Meikarta. Pihak pengembang (PT MSU) juga harus bertanggung jawab untuk memenuhi kewajiban-kewajiban yang dinilai mungkin saja dibutuhkan konsumen. Seperti memberikan penjelasan soal status IMB Meikarta dan status hukum PT MSU akibat terjadinya kasus korupsi ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Bekasi, Neneng Hassanah Yasin dan sejumlah kepala dinas di Kabupaten Bekasi, diduga menerima suap untuk proses IMB proyek Meikarta. Mereka yang terlibat dijanjikan uang suap Rp13 miliar oleh pengembang Lippo Grup.

Metode Suap

Kasus suap yang terjadi di proyek Meikarta Bekasi, mungkin saja terjadi juga pada sejumlah pengembang properti lainnya yang berada di kawasan Bogor, Serpong, Tangerang, Depok dan Sentul. Dalam hal ini, masyarakat, konsumen, KPK, juga harus melakukan pengawasan terkait izin pemakaian atau penggunaan (IMB) lahan properti di Jabodetabek.

Bahkan, bisa saja sejumlah pejabat di wilayah Jabodetabek, termasuk diantaranya oknum pihak aparat keamanan dalam hal ini polisi/TNI, pejabat daerah, anggota parlemen tingkat pusat dan daerah ikut berkonspirasi bersama pengembang properti untuk melanggar prosedur perizinan bangunan dengan menggunakan metode suap. Kasus korupsi proyek Meikarta menjadi pemantik penting bagi KPK dan aparat hukum untuk lebih fokus mengawasi sejumlah pengembang properti besar yang bercokol di wilayah Jabodetabek.

Banyaknya kasus suap soal perizinan lahan dan bangunan oleh pengembang properti memang sangat complicated. Di satu sisi, pengusaha properti pasti membutuhkan kepastian hukum. Di sisi lain, ada sejumlah oknum pejabat yang melihat kebutuhan pengembang properti ini sebagai peluang untuk melakukan korupsi. Perlu diketahui, soal perizinan proyek properti, khususnya untuk proyek highrise building sangat rawan korupsi.

Adanya, sistem perizinan online terpadu atau submission system (OSS) yang diluncurkan pemerintah pusat, sebenarnya bisa mengurangi kasus-kasus suap, tetapi sekali lagi, itu semua tergantung mental dan moral aparat dan pengusaha pengembang propertinya. Kalau mental dan moral pejabat dan pengusaha sudah bejad, sebaik apapun sistem perizinan, tetap saja ada korupsi.

Toh, walaupun OSS sudah diterapkan, tatap muka antara pengusaha properti dan sejumlah pejabat yang memegang otoritas, tetap saja masih bisa terjadi. Di sinilah peluang mata rantai korupsi ‘gurita’ terbuka lebar. Proses Penyederhanaan perizinan bangunan (IMB), tidak serta merta bisa mengurangi budaya korupsi.

Integritas Seseorang

Selama ini, menurut data KPK, sektor bisnis menjadi salah satu lahan yang memiliki potensi kerawanan korupsi paling tinggi. Data penanganan perkara KPK dari tahun 2004 sampai 2017 menunjukkan, setidaknya ada 163 pihak swasta yang terjerat korupsi. Pada periode itu, dari 643 perkara yang ditangani, sebanyak 319 di antaranya merupakan perkara penyuapan. Jadi, persoalan korupsi bukan hanya sebatas masalah perizinan semata, tetapi juga terkait erat dengan integritas moral manusianya.

Kualitas integritas moral seseorang, diyakini bisa mencegah praktik korupsi. Oleh karena itulah, seorang pejabat dan pengusaha diwajibkan untuk memiliki integritas tinggi agar kedua belah pihak bisa menciptakan tata kelola bisnis yang bersih dan bermartabat.

Wawan Kuswandi
Pemerhati komunikasi massa, founder blog INDONESIAComment, mantan editor Newsnet Asia (NNA) Jepang dan penyuka sambal
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Mencermati Inflasi Menjelang Ramadhan

Beberapa pekan lagi, Bulan Ramadhan akan tiba. Bulan yang ditunggu-tunggu sebagian umat muslim ini adalah bulan yang istimewa karena masyarakat muslim berusaha berlomba-lomba dalam...

Kasus Khashoggi Makin Mendunia

Hari ini, 1 Maret 2021, Biden mau umumkan resmi di Washington keterlibatan MBS dalam pembunuhan Kashoggi. Menarik. KAS pasti meradang. Ini konflik pertama, yg sulit...

Jujur Itu Hebat, Artidjo Personifikasi dari Semua Itu

Satu demi satu orang tumbang dibekap covid, penyakit lain atau karena usia. Pagi ini saya kembali dikejutkan oleh berpulangnya Artidjo Alkostar, kawan lama yang...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

ARTIKEL TERPOPULER

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.