Sabtu, Februari 27, 2021

Standarisasi Pemasangan Bendera Negara

Belajarlah dari PDI-P dan PNI, Golkar

Dimuara Publik, tidak ada kader manapun yang meragukan kader-kader Golkar, militansi, eksistensi dan pergerakannya sangat cepat dan cerdas dalam meraih simpati rakyat.Sayangnya, kinerja Kader...

Moral Subjektif dan Alotnya Pembahasan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Banyak kasus kekerasan seksual yang mencuat di media massa akhir-akhir ini, dari mulai Yuyun, Agni, sampai Baiq Nuril. Komnas Perempuan sendiri telah mencatat pada...

Prabowo Sebut Elite Pendukungnya Diancam, Hoaks atau Fakta?

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebutkan bahwa sejumlah elite pendukungnya diancam oleh pihak-pihak tertentu. "Saya sering kedatangan elite entah pakai gelar ini,...

Konfrontasi Laut China Selatan dan Taktik Perang Paul Van Riper

Laut china selatan sedang menjadi konflik dibeberapa negara, ada sekitar enam negara memperebutkan wilayah laut china selatan, seperti China, Taiwan, Brunei, Filipina, Vietnam dan...
Bayu Susena
Staf Badan Penjaminan Mutu

Sekarang sudah memasuki bulan Agustus. Di bulan Agustus seluruh masyarakat Indonesia menyambut dengan antusias. Masyarakat bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar dan mulai memasang bendera, umbul-umbul, lampu-lampu demi menyambut Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Di seluruh pelosok Indonesia akan sangat meriah di bulan Agustus.

Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia diperingati dengan pengibaran bendera negara. Landasan hukum pengibaran bendera ini terdapat dalam Pasal 7 ayat (3) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

Pasal tersebut berbunyi “Bendera Negara wajib dikibarkan pada setiap peringatan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus oleh warga negara yang menguasai hak penggunaan rumah, gedung atau kantor, satuan pendidikan, transportasi umum dan transportasi pribadi di suluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan di kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri”.

Ukuran bendera negara menurut Pasal 4 UU No.24 Tahun 2009 adalah rasionya 2:3. Bendera dibuat dari kain yang warnanya tidak luntur. Bendera di halaman Istana negara berukuran 200 x 300 cm. Bendera di lapangan umum berukuran 120 x 180 cm. Bendera di dalam ruangan 100 x 150 cm. Bendera di transportasi umum atau pribadi berukuran 20 x 30 cm. dan bendera yang berada di atas meja berukuran 10 x 15 cm.

Pengibaran dan atau pemasangan bendera negara dilakukan pada waktu antara matahari terbit hingga matahari terbenam. Jadi tidak dibenarkan memasang bendera itu sehari penuh dari pagi sampai pagi lagi dan bahkan berhari-hari dipasang. Tidak dibolehkan memasang bendera saat malam hari waluapun itu dipasang di rumah sendiri.

Tetapi dalam keadaan tertentu boleh dikibarkan malam hari. Keadaan tertentu itu adalah keadaan mengobarkan semangat patriotisme membela tanah air, keadaan menghormati kunjungan kepala negara atau pemerintahan, darurat perang, perlombaan olah raga, renungan suci, keadaan sangat bersuka cita dan keadaan sangat berduka cita.

Tata cara penggunaan bendera negara yaitu bendera negara dikibarkan dan atau dipasang pada tiang besar dan tingginya seimbang dengan ukuran bendera negara, bendera negara dipasang pada tali diikatkan pada sisi dalam kibaran bendera dan apabila bendera dipasang di dinding maka dipasang secara membujur rata.

Bendera negara dalam Pasal 16 ayat (1) UU No. 24 Tahun 2009 ditempatkan di halaman depan, ditengah-tengah atau disebelah kanan gedung, kantor atau rumah. Dalam pertemuan atau rapat yang menggunakan bendera maka diletakkan pada dinding di atas sebelah belakang pimpinan rapat. Jika dipasang pada tiang maka ditempatkan di sebelah kanan pimpinan rapat atau mimbar.

Larangan mengibarkan bendera negara itu jika bendera negara digunakan untuk reklame atau iklan komersial. Dilarang mengibarkan bendera negara yang rusak, robek, luntur, kusut atau kusam. Karena dapat menurunkan kehormatan bendera. Bila melanggar maka dapat dipidana penjara paling lama 1 tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,-

Masyarakat sudah tergerak hatinya untuk memasang bendera pada setiap peringatan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Tetapi masyarakat masih kurang paham dalam aturan pengibaran bendera. Butuh sosialisasi dari pihak pemerintah agar masyarakat dalam pengibaran bendera sesuai dengan UU No.24 Tahun 2009.

Sehingga harapan UU No.24 Tahun 2009 terkait ketertiban, kepastian dan standarisasi penggunaan bendera negara tercapai serta tidak ada lagi pemasangan bendera yang keliru di masyarakat.

Bayu Susena
Staf Badan Penjaminan Mutu
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Antara Kecerdasan Buatan, Politik, dan Teknokrasi

Di masa lalu, politik dan teologi memiliki keterkaitan erat. Para pemimpin politik sering mengklaim bahwa politik juga merupakan bentuk lain dari ketaatan kepada Tuhan;...

Perempuan dalam Isi Kepala Mo Yan

Tubuh perempuan adalah pemanis bagi dunia fiksi. Kadang diperlakukan bermoral, kadang sebaliknya, tanpa moral. Naluri bebas dari perempuan yang manusiawi, memendam dengki dan membunuh...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Berpegangan Tangan dengan Leluhur

Oleh: Arlita Dea Indrianty, SMAN 36 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Bicara tentang Indonesia tidak akan membawa seseorang pada titik...

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Perempuan dalam Isi Kepala Mo Yan

Tubuh perempuan adalah pemanis bagi dunia fiksi. Kadang diperlakukan bermoral, kadang sebaliknya, tanpa moral. Naluri bebas dari perempuan yang manusiawi, memendam dengki dan membunuh...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.