Senin, Maret 8, 2021

Soal Amien Rais Nyapres, Saya dan Dia Tertawa Ngakak, Hahaha…

Dagelan Politik, Gagal Memuliakan Politik

Kehidupan politik kita akhir-akhir ini penuh dengan dagelan. Elite politik rupanya hanya mampu memberikan kelucuan kepada publik, tanpa ada satu rumusan politik secara serius....

Memahami Kisah Pembajakan Pembangunan

Mari kita perjelas di awal tulisan ini bahwa pembangunan kita sedang tidak sehat, baik itu pembangunan manusia maupun pembangunan sarana publik. Keduanya seolah berjalan...

Hubungan antara Agama dan Gerakan Feminis

Kemunculan  gerakan feminis telah menjadi babak baru dalam sejarah umat manusia tentang arti penting kesetaraan dan menghapus segala macam penindasan yang menghubungkan  relasi antara...

Paradoks Etika Humanisme

Paradoks anti-kekerasan sebagai bagian dari produk etika humanisme adalah kegemarannya mengeksploitasi kekerasan untuk dinikmati sebagai pertunjukan, pemenuhan hasrat ingin tahu, komoditas informasi, atau sekedar...
Wawan Kuswandi
Pemerhati komunikasi massa, founder blog INDONESIAComment, mantan editor Newsnet Asia (NNA) Jepang dan penyuka sambal

Sebelum sholat Jum’at minggu lalu, saya sempat kongkow imajiner dengan Mas Amien Rais dalam acara halal bihalal Idul Fitri 1439 H, di sebuah villa mewah kawasan Mega Mendung, Puncak, Bogor. Waktu itu yang hadir hanya kolega terdekat Mas Amien Rais dan keluarga besarnya saja.

Saat duduk di kursi rotan sambil ngeteh di teras villa dengan view bukit hijau yang luas, Mas Amien Rais ngomong, dia berani nyapres di pilpres 2019 karena terinspirasi oleh kemenangan PM Malaysia, Mahathir Mohamad serta sesuai petunjuk malaikat yang disampaikan ke mbah Suro, petapa sakti lereng Gunung Kidul, Jogjakarta.

Petunjuk itu, lanjutnya, dia konsultasikan dengan Rizieq Shihab saat sowan ke Arab Saudi bersama Prabowo Subianto. Dihadapan Prabowo, secara blak-blakan Mas Amien Rais minta dukungan Rizieq Shihab kalau dia mau nyapres.

Amien Rais dan saya langsung ketawa ngakak, ketika Mas Amien Rais cerita bahwa dia berani nyapres karena mendapat arahan dari mbah Suro sesuai petunjuk malaikat. Hahahaha….(tawa saya dan Mas Amien Rais meledak dahsyat).

“Jokowi itu sudah saya serang dengan berbagai isu, diantaranya soal pengibulan sertifikat tanah, diskriminasi hukum dan diskriminasi ekonomi. Tampaknya ngak mempan. Saya benar-benar buntu. Untung ada mbah Suro yang ngasih petunjuk agar saya jangan cuma nyerang aja, tapi harus berani nyapres dan minta restu Rizieq Shihab di Arab Saudi. Saya tahu, Prabowo kecewa kepada saya. Tapi nanti saya jelaskan kok ke Prabowo,” lanjut Mas Amien kepada saya dengan semangat berapi-api sambil tertawa. Saya juga terus ketawa.

“Memang susah Mas Amien, Jokowi itu kayaknya kuat lho dan didukung rakyat. Sedangkan Mas Amien hanya mendapat arahan dari mbah Suro dan Masih menunggu restu Rizieq Shihab. Jujur saja, mungkin PAN, PKS dan Gerindra pasti kecewa dengan pencapresan Mas Amien, hahaha…” jawab saya sambil tertawa.

“Hahaha… sepertinya Anda ngak yakin yaaa… saya nyapres (melihat saya terus tertawa). Buktinya, Anda bisa lihat sendiri khan… Jokowi dukung saya tuh nyapres, hahaha… Ini satu-satunya jalan memecah suara Jokowi. Saya Masih punya pendukung fanatik lho yaitu Masyarakat era reformasi tahun 1998 lalu. Terus terang saja, saya lihat, PAN tampaknya mendukung Jokowi dan sebagian lagi setengah hati mendukung Prabowo. Pak Zulkifli nggak jelas maunya apa sampai sekarang. Saya juga prihatin dengan elektabilitas Prabowo yang merosot terus. Kalau PKS dan PBB sih, saya ngak pikirin, itu parpol gurem, hahaha…. mau ngak mau yaaa…saya harus nyapres, eh… pak Jokowi malah dukung saya…hahaha…,” jawab Mas Amien tertawa terkekeh-kekeh, saya ikut tertawa juga.

“Maaf Mas Amien, kalau Anda mau nyapres, kenapa akhir-akhir ini selalu buat komentar provokatif. Khan… tadi Mas Amien bilang, Jokowi dukung Anda. Kalau  ngomong yaaa… dipikir dulu gitu lho Mas, hahaha…. Jadi, Mas bisa narik simpati rakyat dan parpol. Apa udah ada parpol yang mengusung Mas Amien?” Tanya saya.

“Iya juga, habis sudah terlanjur sih, hahaha… apa boleh buat sudah kepalang basah. Kalau gagal nyapres atau kalah dalam pilpres 2019. Risiko terburuknya yaaa… saya dukung Jokowi, hahaha…. Nyari aman aja gitu lho. Kalau soal diusung parpol, saya mau ngelobi dulu, anggap saja seperti ikutan kuis di TV…hahaha…, mudah-mudahan aja ada yang mengusung,” ucapnya yakin.

“Terus… Mas Amien kenapa minta restu ke Rizieq Shibab dan apakah sudah mendapat restu?” Tanyaku sambil mencicipi pisang goreng hangat yang tersaji di meja kecil.

“Khan Rizieq Shihab punya Massa. Lumayan toh, katanya Massanya ada 7 juta orang. Jadi, kalau saya kalah dengan Jokowi, minimal poin suara saya ngak nol, hahaha…. Soal restu dari Rizieq Shihab, dia bilang ke saya, coba aja dulu dan disuruh rajin berdoa,” tandas Mas Amien.

“Ngomong-ngomong, keluarga Mas Amien mendukung pencapresan Anda?” Tanya saya.

“Keluarga sudah menyerahkan sepenuhnya kepada saya. Mereka berpesan agar saya menjaga kesehatan. Mereka bilang, jangan sampai politik membuat saya sakit. Dan yang lebih penting lagi, mereka mengingatkan agar saya lebih rajin ngemong cucu. Kata mereka, lebih asyik ngemong cucu daripada ngempu politik. Saya senyum-senyum aja,” tukasnya. Saya kembali ketawa ngakak.

Azan sholat Jumat sudah mengudara, Mas Amien Rais minta obrolan ditunda sejenak dan mengajak saya untuk sholat Jumat di Masjid sekitar villa, setelah itu dilanjutkan dengan makan siang bersama keluarga. Terima kasih Mas Amien Rais.

Wawan Kuswandi
Pemerhati komunikasi massa, founder blog INDONESIAComment, mantan editor Newsnet Asia (NNA) Jepang dan penyuka sambal
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Apresiasi dan Masalah Tersisa Pencabutan Perpres Miras

Kita patut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas tindakan berani dan jujur Presiden Jokowi untuk mencabut lampiran Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Investasi...

Amuk Leviathan Hobbesian dalam Konflik Partai Demokrat

Tahun 1651, Thomas Hobbes menerbitkan buku berjudul “Leviathan”. Nama leviathan merujuk kepada monster sangat ganas dalam mitologi Yunani. Makhluk yang hidup di lautan ini...

Dialektika Hukum Kepemiluan

Dalam penyelenggaraan suatu pemerintahan, hukum dan politik merupakan dua hal yang memiliki keterikatan secara timbal balik. Hubungan timbal balik antara hukum dan politik tersebut...

Ujian Kedewasaan Digital Kita

Teknologi digital diciptakan agar tercapai pemerataan informasi tanpa pandang bulu, namun sayangnya kini dampak negatif yang tak terelakkan adalah munculnya disinformasi, berita bohong, hingga...

Toxic Masculinity dalam Patriarki

Sebelumnya, saya ingin menghimbau bahwa topik ini merupakan pembahasan yang sensitif dan masih dipandang tabu dari beberapa kalangan. Tulisan ini berupa opini saya mengenai...

ARTIKEL TERPOPULER

Amuk Leviathan Hobbesian dalam Konflik Partai Demokrat

Tahun 1651, Thomas Hobbes menerbitkan buku berjudul “Leviathan”. Nama leviathan merujuk kepada monster sangat ganas dalam mitologi Yunani. Makhluk yang hidup di lautan ini...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Toxic Masculinity dalam Patriarki

Sebelumnya, saya ingin menghimbau bahwa topik ini merupakan pembahasan yang sensitif dan masih dipandang tabu dari beberapa kalangan. Tulisan ini berupa opini saya mengenai...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.